Pacar Onlineku

Pacar Onlineku
Kebaikan Hati Ayu


__ADS_3

Ibu Ardy menatap tas yang baru saja diberikan Ayu, ia memeluknya dengan sangat erat sebelum menyimpan di lemari koleksi tas-tas yang lainnya.


"Lihatkan Bu menantumu, aku nggak yakin jika menantu pilihan Ibu waktu itu dia juga akan memberikan tas semahal itu pada Ibu," ucap ayah di mana dulu ibu sudah berencana menjodohkan Ardy pada wanita lainnya.


"Iya, Yah. Ayah bener, untung saja hari itu Ayah menasehati ibu untuk mencoba menerima Ayu, Ayu memang anak yang sangat baik, belum lagi dia juga sangat mencintai Ardy," ucap ibu berjalan menghampiri suaminya setelah menyimpan pemberian menantunya.


"Bu, coba kamu bicara dengan Adelia, ayah lihat dia itu belum menerima Ayu, ayah hanya takut Adelia melakukan hal-hal yang bisa membuat Ayu tak nyaman untuk tinggal di sini tinggal bersama kita, apalagi jika sampai Adelia melakukan hal-hal yang membuat Ayu ragu akan cinta Ardy," ucap ayah yang selama ini memperhatikan gerak-gerik putrinya itu.


"Iya, nanti coba ibu bicara pada Adelia, ibu juga akan minta Anya untuk memberikan pengertian kepada Adelia. Entahlah mengapa dia masih menganggap Ayu itu tak pantas untuk Ardy, padahal jelas-jelas adiknya sudah sangat bahagia menikah dengan Ayu."


"Ya sudahlah, ayah sangat lelah kita istirahat, besok saja kita bahas lagi mengenai Adelia," ucap ayah Ardy kemudian ia pun bersiap untuk tidur, begitupun dengan ibu Ardy.


Ibu Ardy masih tersenyum membayangkan tas incarannya itu sudah ada di lemari koleksinya.


Pagi hari mereka semua berkumpul di meja makan, sarapan seperti biasanya. Namun, lagi-lagi Adelia datang dan langsung ikut sarapan bersama dengan mereka, Ayu yang melihat kakak iparnya itu datang langsung merubah sikapnya dan itu disadari oleh Ardy.

__ADS_1


"Oh ya, Bu. Hari ini aku kembali akan mengajak Ayu ke kantor, ada pekerjaan yang harus aku selesaikan bersama dengan Ayu," ucap Ardy mengambil air putih dan meminumnya.


Ayu yang melihat Ardy sudah selesai pun menghentikan makannya, karena memang makanan di depannya sudah habis.


"Kalian menghindariku, ya? Aku baru saja duduk kalian sudah langsung pergi," ucap Adelia saat Ardy dan Ayu tiba-tiba berdiri.


"Enggak, Kak. Kami akan pergi ke kantor, aku ada rapat pagi-pagi sekali, Kakak lihat sendiri kan ini sudah jam berapa," tunjuk Ardy pada jam dinding dimana jam memang sudah menunjukkan pukul 08.00.


"Kamu kan punya sekretaris, punya asisten, kenapa harus Ayu yang membantumu? Memangnya di rumah ini Ayu nggak punya kerjaan apa?" ucapnya dengan ketus sambil memasukkan nasi goreng dalam mulutnya, sambil mengunyah nasi goreng tersebut, ia melirik tak suka pada Ayu. Lagi-lagi matanya tertuju pada tas milik Ayu yang berbeda dari kemarin yang dipakainya. Hal itu membuatnya semakin panas.


Di saat Ayu ingin melangkahkan. Adelia yang kesal pada adik iparnya itu yang kebetulan berada di sampingnya, dengan sengaja menyandung kaki Ayu membuat Ayu pun terjatuh cukup keras ke lantai.


Ayu yang mengenakan hak tinggi membuat ia jatuh terduduk cukup keras karena tak bisa menguasai tubuhnya, Ardy yang sudah berjalan lebih dulu sangat terkejut dan ia langsung menghampirinya.


"Ayu, kamu nggak papa kan?" tanya Ardy membuat Ayu pun mengangguk walau ia sedikit meringis kesakitan.

__ADS_1


"Makanya kalau jalan itu hati-hati, baru juga memakai barang-barang mewah, udah nggak tahu jalan," sindir Adelia.


"Kak! Jaga ucapan Kakak," ucap Ardy yang ingin berdiri. Namun, Ayu langsung menahannya.


"Sudah, nggak papa. Aku nggak papa kok, kita langsung ke kantor saja," ucapnya yang tak mau membuat suaminya itu sampai bertengkar dengan kakaknya.


Namun, saat ia akan berdiri perutnya terasa sakit. "Awww, sakit."


"Ayu, kamu kenapa? Apa yang sakit?" tanya Ardy yang melihat Ayu meringis kesakitan sambil memegang perutnya, belum lagi keringat yang langsung bercucuran dari keningnya, wajahnya juga pucat. Ibu Ardy yang melihat itu langsung menghampiri menantunya.


"Ayu, kamu kenapa?" tanyanya buat Ayu pun tak menjawab dan hanya terus memegangi perutnya. Ayu mencengkram tangan Ardy dengan tangan yang bergetar menahan sakit, membuat Ardy sangat panik. Ia bisa melihat jika saat ini Ayu benar-benar sakit.


"Ayo, sebaiknya kita bawa ke rumah sakit, takutnya terjadi sesuatu pada perutnya," ucap ayah Ardy yang juga bisa melihat kondisi menantunya.


"Ya sudah, kita ke rumah sakit sekarang," ucap Ardy yang ingin mengangkat Ayu. Namun, tiba-tiba Ardy menghentikan apa yang dilakukannya saat bisa merasakan jika rok yang Ayu gunakan itu basah, ia melihat tangannya dan melihat ada darah di sana.

__ADS_1


"Da-darah? Ibu kenapa ada darah?" tanya Ardy yang melihat tangannya penuh darah. Ayu yang melihat hal itu merasa pusing dan ia pun pingsan.


__ADS_2