Pacar Onlineku

Pacar Onlineku
Karena Tas


__ADS_3

Sepanjang perjalanan, Ayu hanya terdiam di mana saat ini Anya membawa mobil dan juga Adelia duduk di sampingnya, sementara Ayu duduk di jok belakang.


Sejak tadi, ia terus bermain dengan ponselnya. Ayu mengirim pesan balasan dari chat yang dikirim Ardy. Ardy terus saja mengirimkan pesan menanyakan apakah dia nyaman berbelanja bersama dengan kedua kakaknya dan Ayu hanya menjawab jika ia saat ini masih merasa nyaman dan masih di perjalanan kemudian Ardy kembali membalas jika ia merasa tak nyaman ia bisa mengirim pesan padanya dan dia akan datang secepat mungkin. Ayu hanya membalas pesan tersebut dengan emoticon tersenyum dan jempol.


"Ingat ya, jika kamu benar-benar merasa tak nyaman berbelanja dengan mereka panggil aku saja, aku akan menemani kalian aku hanya tak ingin kak Adelia menyakitimu. Aku bisa melihat jika dia belum menyukaimu," ucap Ardy dalam pesannya.


"Iya. Mas, kamu tenang saja, aku ini bukan anak kecil lagi, walau Kak Adelia sering menghinaku, tapi aku tahu dia hanya mengkhawatirkanmu, dia hanya menyayangimu. Mungkin suatu saat nanti dia juga akan menyayangiku seperti yang lainnya," ucap Ayu membalas pesan Ardy.


Anya hanya melihat Ayu dari balik kaca spion, ia bisa melihat jika Ayu sesekali tersenyum saat ada pesan yang masuk di ponselnya. Anya yakin jika itu adalah pesan dari Ardy.


Sementara itu Adelia sesekali juga melirik ke arah Ayu. Namun, bukan sebuah senyuman yang terbit di bibirnya, tapi ia malah terus mencibir Ayu walau tanpa suara.


Begitu mereka sampai di Mall, Anya yang tak ingin Ayu merasa canggung dengan keduanya, merangkul tangan Ayu kemudian mereka berjalan bersama. Sesekali Anya menjelaskan apa tujuan mereka ke Mall hari ini. Ayu hanya mengangguk dan sekali bertanya dan dijawab oleh Anya.

__ADS_1


Adelia hanya mengikuti mereka saja, ia malas untuk berbicara dengan Ayu.


"Lihat, sepertinya barang yang kita cari sudah terpajang di sana," tunjuk Adelia pada salah satu tas yang sudah pasti harganya sangatlah mahal.


Mereka pun masuk ke dalam toko tersebut dan langsung disambut oleh pegawai toko, mereka semua tahu siapa 3 orang yang baru datang. Setiap mereka berkunjung ke toko itu, pasti mereka mengambil salah satu barang atau bahkan lebih, membuat ketiganya mendapat perlakuan spesial.


"Maaf, ada yang bisa kami bantu?" tanya salah satu pegawai menghampiri mereka bertiga dengan sopan.


"Tentu saja, Mbak. Ayo sini ikut dengan saya," sapa pegawai tersebut mengarahkan ketiganya untuk menuju ke ruang VVIP, mereka duduk di sofa dan tak lama kemudian beberapa tas branded pun masuk ke dalam ruangan itu. Mereka menjelaskan satu persatu barang-barang baru mereka, Anya pun memilih begitu juga dengan Adelia. Ayu juga ikut memilih, tapi berbeda dengan kedua kakak iparnya yang memilih model dan juga kenyamanan dari barang-barang mewah yang ada di depannya. Ayu justru sibuk menanyakan harganya dengan suara pelan pada pegawai itu.


Ayu sedikit berbisik karena takut dengan Adelia.


Ayu sama sekali tak mengerti dengan barang-barang itu. Barang mana yang mahal dan paling mahal di antara semua itu.

__ADS_1


"Ya ampun, ini keren sekali," ucap Adelia mengambil salah satu tas. Namun, saat melihat harganya ia kembali mengurungkan niatnya untuk memiliki tas tersebut, walau bagaimanapun suaminya sudah membatasinya untuk membeli barang-barang mewah dan harga tas yang diinginkannya itu melebihi dari apa yang dibatasi oleh suaminya, membuat Adelia hanya menghela nafas, mengelus dan menyimpannya kembali ditempatnya, begitupun dengan Anya, ia juga sangat menginginkan tas tersebut, tapi ia sadar akan harganya.


"Ya sudah kita ambil yang ini saja," ucap Anya memilih salah satu tas begitupun dengan Adelia. Namun, mata mereka masih tertuju pada tas yang termahal di toko itu. Namun, mereka merasa puas karena bisa membeli tas model terbaru walau bukan yang termahal.


"Ayu, ayo pilih salah satu tas," ucap Anya membuat Ayu yang tadi tak memperhatikan tas yang dibahas oleh kedua kakak iparnya itu hanya melihat tas-tas tersebut dan matanya juga tertuju pada tas yang diincar oleh keduanya. Ayu langsung mengambilnya.


"Apa boleh aku mengambil ini?" ucapnya membuat Adelia langsung merampas tas tersebut dan menyimpannya kembali.


"Pilih lain saja, jangan yang ini, ini terlalu mahal untukmu," ucapnya kesal membuat Anya hanya terdiam karena memang ia juga merasa tak ikhlas jika Ayu memiliki tas tersebut.


"Oh ya sudah, aku ambil yang ini saja," ucap Ayu mengambil barang yang lain. Namun, tiba-tiba Ardy datang dan mengambil tas yang mereka perebutkan.


"Aku ambil ini untuk istriku," ucap Ardy menyerahkan tas itu pada karyawan toko, membuat ketiganyanya langsung berdiri.

__ADS_1


__ADS_2