Pacar Onlineku

Pacar Onlineku
Ketakutan Ardy


__ADS_3

Pagi hari semua mengantar Ayu menuju ke rumah sakit, di mana hari ini Ayu harus melakukan beberapa pemeriksaan untuk melakukan operasi keesokan harinya.


Saat ini Ayu tengah berbaring dan sudah mulai diperiksa dan dokter mengatakan jika semuanya sudah siap untuk operasi besok, semua kondisi janin sesuai dengan yang mereka harapkan mereka semua selalu memberi dukungan pada Ayu, agar Ayu bisa lebih tenang dalam menghadapi proses persalinannya.


Ardy kembali menyerahkan semua pekerjaannya selama seminggu ke depan pada beberapa orang yang selama ini dipercayainya, ia ingin fokus pada Ayu dan juga calon bayinya dan akan baru bekerja setelah acara pemberian namanya nanti.


Saat ino mereka semua sudah tak sabar ingin bertemu dengan bayi yang dikandung Ayu, Ayu justru merasa sangat khawatir, takut akan menghadapi proses persalinannya di meja operasi.


Ayu yang seorang perawat sangat tahu benar apa yang akan dialaminya di meja operasi nanti, ia pernah menemani dokter Siti untuk melakukan operasi caesar, saat mereka bekerja di rumah sakit kota sebelum dipindahkan ke rumah sakit puskesmas, tempat mereka terakhir bekerja.

__ADS_1


Malam hari Ayu kembali tak bisa tidur, membuat Ardy juga ikut begadang dan menemaninya. Bercerita, mereka bercerita banyak hal. Ardy sengaja melakukan hal itu, membahas masalah yang membuat Ayu mengalihkan pikirannya dari proses persalinan yang akan dilakukannya besok pagi.


Bukan hanya Ardy, Chika juga kembali menghiburnya dengan lagi-lagi ada seseorang yang mengirim pesan padanya.


Orang tersebut seolah-olah salah sambung.


Chika sudah mengatakan jika ia salah sambung. Namun, orang tersebut justru semakin mengirim pesan dan ingin berkenalan dengannya.


Chika terus menemani hingga Ayu pun tertidur.

__ADS_1


"Kak, aku tidur dulu ya Kak, Ayu sepertinya sudah tidur," ucap Chika yang sejak tadi sudah menguap. Namun, ia menahan dan ingin menemani kakaknya. Ardy hanya mengangguk dan membiarkan Chika untuk tidur bersama dengan yang lainnya.


Saat ini di kamar itu hanya Ardy seorang diri yang belum tidur, ia menatap Ayu yang sudah menutup mata dan juga mengusap perut Ayu yang membuncit. Ingatannya kembali ke beberapa bulan yang lalu saat Ayu mengalami kejadian di mana ia hampir saja kehilangan bayinya.


Tak terasa air matanya menetes, rasanya baru kemarin ia merasakan hal yang begitu menegangkan, akan ketakutannya kehilangan bayinya, malam ini ia kembali merasakan hal yang sama. Ada rasa ketakutan di hatinya jika terjadi sesuatu pada keduanya.


Sebenarnya ia juga sangat khawatir akan proses persalinan Ayu. Namun, ia berusaha untuk menyembunyikan rasa ketakutannya itu, jika Ayu sudah tak bisa tidur sejak dua hari menjelang kelahirannya, berbeda dengan dirinya yang bahkan tak bisa tidur saat sudah memasuki bulan kelahiran yang sudah diberitahukan oleh dokter.


Ardy bahkan mencari tahu banyak hal tentang proses persalinan secara caesar dan ia tak bisa membayangkan jika sampai perut istrinya itu di bedah untuk mengeluarkan bayi yang ada di dalam sana, membayangkannya saja sudah membuat perutnya terasa ngilu.

__ADS_1


Tadinya Ardy mencari alasan untuk tak masuk ke dalam ruang operasi menemani Ayu. Namun, Ayu terus memaksa bahkan menangis saat Ardy mengatakan jika ia tak bisa masuk, membuat Ardy pun memberanikan diri untuk masuk ke dalam.


Yang Ardy takutkan adalah jangan sampai bukannya ia memberi semangat Ayu saat proses persalinannya nanti. Namun, ia justru semakin membuat Ayu ketakutan dengan rasa ketakutan yang dialaminya sendiri.


__ADS_2