Pacar Onlineku

Pacar Onlineku
Kecemasan Ibu


__ADS_3

Ayu di kantor tak tenang, ia terus saja melihat jamnya.


"Mas, ini 30 menit lagi Rafif akan pulang sekolah, kita jemput sekarang aja ya, kan perjalanannya nggak dekat, takutnya macet di jalan dan Rafif akan menunggu," ucap Ayu yang kini sudah berjalan menghampiri suaminya yang sedang bekerja di meja kerjanya.


"Ya sudah, sebentar ini aku selesaikan ini dulu, dikit lagi," ucap Ardy masih mengetik di keyboardnya.


"Ya sudah, aku pulangnya diantar supir saja. Kan aku juga mau langsung ke rumah."


Mendengar itu Ardy langsung menghentikan pekerjaannya dan langsung berdiri. "Aku sudah selesai, ayo kita menjemput Rafif," ucapnya padahal pekerjaannya masih sangat menumpuk dan harus segera diselesaikan. Namun, ia tak akan membiarkan istrinya itu pergi menjemput sendiri putranya, begitupun dengan putranya. Ia sudah berjanji akan menjemputnya, ia tak akan mengecewakan keduanya.


"Ya sudah, ayo kita berangkat," ucap Ayu menggandeng tangan Ardy dengan senyum di wajahnya. Ardy mengecup punggung tangan Ayu, kemudian mereka pun berjalan beriringan keluar menuju ke parkiran.


Ardy lebih senang membawa mobilnya sendiri, walau kantor sudah menyiapkan sopir untuk mengantar mereka kemanapun mereka mau, begitu pun menjemput dan mengantar pulang pergi ke kantor.


Ayu menghela nafas saat terjadi kemacetan, ia terus melihat jamnya, tinggal 15 menit lagi Rafif akan keluar.

__ADS_1


"Mas, apa tak ada jalan lain? Ini 15 menit lagi Rafif akan keluar, bagaimana jika dia lelah menunggu dan menangis."


"Ayu, anak kita itu tak selemah itu, apalagi dia seorang pria. Jika hanya menunggu dan kita terlambat sedikit saja, itu tak akan membuatnya menangis, kamu ini selalu saja memanjakan Rafif padahal Rafif sendiri sangatlah mandiri jika aku perhatikan," ucap Ardy sambil terus membawa mobilnya yang kini sudah mulai berjalan sedikit demi sedikit.


"Apa nggak boleh aku memanjakannya, dia itu kan anak kita satu-satunya."


Ardy kembali ingin mengatakan tentang keinginannya untuk kembali memiliki anak. Namun, diurungkannya mengingat tadi saja Ayu sangat lama mendiamkannya hanya karena kembali mengungkit tentang masalah program memiliki anak lagi.


Sebenarnya Rafif sering mengatakan kepada ayahnya tentang ibunya yang terlalu memanjakannya dan ia tak begitu nyaman akan hal itu. Namun, Ardy mengatakan pada putranya agar biarkan saja ibunya memanjakannya, toh dia juga tak akan dimanjakan jika nanti dia sudah dewasa.


Ardy juga memberi pengertian kepada Rafif untuk tak melawan pada ibunya saat ibunya itu memanjakannya, ia menceritakan bagaimana perjuangan ibunya saat mengandungnya dan melahirkannya, membuat Rafif yang memang sudah mengerti di usianya yang masih sangat muda akhirnya pun terus menerima sikap ibunya yang selalu memanjakannya.


Rafif yang cerdas, dengan cepat bisa menangkap semua apa yang diajarkan oleh kedua orang tuanya, begitupun kakek dan neneknya.


Begitu mereka sampai di sekolahan ternyata putra mereka itu sudah menunggu dan langsung berlari ketika mobil mereka sudah sampai di parkiran sekolah.

__ADS_1


Ayu langsung menyambut putranya dan memeluknya dengan erat. Menciumnya dengan bertubi-tubi. "Maaf ya, ayah dan ibu terlambat menjemputmu. Kamu sudah dari tadi ya pulangnya? Kamu nggak menangis kan?" ucap Ayu memperhatikan wajah tampan putranya dengan sangat intens, membuat anak itu pun menggeleng.


"Enggak kok, kan ada ibu guru yang menemani. Rafif nggak takut, Ibu enggak usah terburu-buru jika menjemput Rafif lain waktu," ucapnya membuat Ardy hanya tersenyum melihat istri dan juga putranya.


"Ya sudah ayo, ayah antar pulang. Ayah harus langsung kembali ke kantor," ucap Ardy membuat keduanya pun mengangguk dan bergegas masuk ke dalam mobil.


Setelah mengantar keduanya, Ardy pun kembali mengajukan mobilnya menuju ke kantornya, pekerjaannya masih banyak yang harus diselesaikannya.


Saat di tengah jalan, ia mendapat telepon dari ayah Ayu.


"Halo, Ayah. Ada apa?" tanya Ardy menerima panggilan ayah mertuanya.


"Ayah sangat merindukan Rafif, apa kalian sedang sibuk?" ucap ayah Ayu.


"Ya sudah, Yah. Nanti saat hari Jumat sore Ardy akan membawa Rafif, tapi kami nggak bisa lama ya, Yah! Minggu sore kami harus kembali, Rafif sudah mulai masuk sekolah," jelas Ardy.

__ADS_1


"Iya, tentu saja nggak masalah. Walau sehari itu sudah cukup bagi ayah," ucap ayah Ayu membuat Ardy pun setuju akan membawa putranya untuk berkunjung ke rumah kedua orang tua istrinya, memang sudah sangat lama mereka tak mengunjungi kedua orang tua Ayu, tentu saja mereka sangat merindukan sosok cucu mereka.


Ardy pun mengatur semua keberangkatan mereka menuju ke kampung Ayu dengan menggunakan pesawat jet pribadi, itu akan memangkas perjalanan mereka, mengingat waktu yang mereka gunakan memang tak banyak.


__ADS_2