
Hari ini hari terakhir mereka tinggal di kampung itu, di mana sore nanti mereka harus pulang kembali ke ibukota. Karena selain Ardy yang memiliki banyak pekerjaan, Rafif pun harus mulai masuk sekolah.
Ibu Ayu sudah memesan begitu banyak makanan untuk mereka bawa piknik ke pantai seperti biasa, tempat favorit mereka yaitu pantai kelomang.
Bukan hanya keluarga inti Ayu saja. Namun, semua keluarga dan para tetangga juga ikut dalam acara tersebut, di mana Ardy sengaja meminta ibu mertuanya untuk memesan banyak makanan untuk mereka semua. Mereka hanya datang setahun sekali atau bahkan saat mereka ada waktu saja.
"Ayo mari semua, silakan dimakan," ucap ibu Ayu menyarankan mereka semua untuk mengambil lauk yang sudah disiapkannya, acara piknik itu seperti acara hajatan, di mana hampir semua tetangga dekat mereka datang, begitu juga dengan keluarga besar Ayu. Baik keluarga besar Ayu yang tinggal di kampung halaman yang sama ataupun yang tinggal di kampung tetangga, mereka semua berbondong-bondong datang karena undangan ibu Ayu.
Mereka makan bersama, tertawa bersama, menikmati kebersamaan mereka. Ardy sangat bahagia saat melihat Ayu bahagia bersama dengan keluarganya, ia sudah sangat bersyukur Ayu mau ikut bersama dengannya, menemaninya di kotanya tempat ia tinggal dan meninggalkan semuanya yang ada di kampung ini. Mulai dari keluarganya, pekerjaannya, teman-temannya, semua ditinggalkan untuk tinggal bersama dirinya.
Jika melakukan ini semua membuat Ayu bahagia, ia pasti akan melakukannya. Ardy juga bisa melihat jika putra satu-satunya itu kini berbaur dengan para tetangga yang seumuran dengannya, juga para keluarganya. Ia terlihat begitu bahagia bermain bersama dengan mereka tanpa ada kecanggungan dan batasan, berbeda dengan teman-temannya yang berada di kota. Mereka semua tak ada yang bermain seperti yang dilakukan oleh Rafif saat ini.
Para anak-anak di kampung itu mereka berlarian, saling melempar, saling bergulat dan semua itu membuat Rafif merasa senang, saat di kota mereka hanya bermain sepeda, bermain motor-motor, vutsal, video game dan permainan yang lainnya yang tentu saja semua itu sangatlah berbeda. Belum lagi karena letak perumahan mereka yang satu dengan yang lainnya memiliki cukup berjarak, membuat mereka hanya bertemu saat ada acara keluarga saja.
__ADS_1
"Ardy, ini perkenalkan namanya Pak Wahyu, dia pemilik tanah persawahan yang kita bicarakan kemarin," ucap ayah Ayu memperkenalkan pemilik tanah persawahan yang berniat dibeli oleh Ardy.
"Perkenalkan Pak, saya Ardy," ucap Ardy mengulurkan tangannya kemudian mereka pun saling membahas masalah proses jual beli tanah tersebut dan setelah melakukan beberapa pembicaraan antara ayah Ayu, pak Wahyu dan juga Ardy sendiri serta paman Ayu, akhirnya mereka mencapai kesepakatan harga.
Ardy sama sekali tak keberatan dengan harga yang ditawarkan mereka dan menyerahkan semuanya kepada ayah Ayu, ia akan mentransfer uangnya begitu mereka sudah sampai di ibukota nantinya.
Begitupu surat-surat jual beli dan kepemilikan tanah kembali diserahkan semuanya kepada ayah Ayu, dimana dia sudah memutuskan untuk memberikan semua itu kepada Ayu atas nama Ayu, mengingat Rafif masih sangat kecil dan belum mengerti akan hal itu.
Mereka berada di pantai itu dari pagi hingga sore hari, bukan hanya anak-anak yang turun ke pantai untuk menghabiskan waktu berenang bersama, tapi Ayu juga melakukan hal yang sama. Ia bersama dengan teman-temannya juga ikut berenang, Ardy hanya melihat mereka dari pantai, ia membiarkan istrinya dan anaknya itu bermain sesukanya.
Semua keluarga besar Ayu berterima kasih atas jamuan yang disediakan oleh Ardy, yang hanya membalas mereka dengan anggukan dan senyuman.
Mereka saling bersalaman dan mengucapkan selamat tinggal dan mendoakan kebahagiaan untuk keluarga Ayu di kota.
__ADS_1
Sesampainya di rumah Ardy pun mulai menaikkan semua barang-barang yang memang sudah mereka packing sebelumnya ke dalam mobil, barang-barang yang mereka bawa pulang tak seberapa, Ayu sengaja menyimpan banyak barangnya di rumah itu agar jika mereka berkunjung tak usah membawa barang, mereka cukup membawa hal-hal penting saja
Malam hari semua salat berjamaah di masjid termasuk Ayu, Chika dan juga ibu. Lagi-lagi Ardy menyumbang dana untuk renovasi masjid tersebut dan adapun semua masalah keuangannya nanti Ardy meminta semua diurus oleh ayah mertuanya.
Setelah pulang dari salat mereka langsung bersiap-siap dan menuju ke bandara, mereka akan kembali menggunakan pesawat jet pribadi, membuat mereka tak harus terburu-buru dan dikejar waktu.
"Kami pergi dulu ya, Bu. Nanti jika ada kesempatan kami akan kembali lagi mengunjungi Ayah dan Ibu," ucap Ayu kepada kedua orang tuanya, membuat ibu pun hanya mengangguk dan merasa bahagia dengan kebahagiaan yang dimiliki oleh putrinya, kedua orang tua Ayu sangat bangga memiliki menantu seperti Ardy. Bukan hanya tampan dan kaya. Namun, pria yang dinikahi oleh anak mereka itulah pria yang sangat baik, royal dan juga humble.
"Ya sudah, nanti jika kami punya waktu, kami akan mengunjungi kalian ke sana," ucap ayah Ayu.
Di usianya yang sudah semakin tua ayah Ayu malah sudah berencana untuk memutus kan berhenti dari pekerjaannya, ia ingin pensiun lebih dini dan fokus pada pertanian yang sudah pastinya akan menghasilkan panen yang banyak kedepannya, mengingat Ardy membeli banyak sekali sawah dan tentu saja semua itu bukanlah ayah Ayu yang mengerjakannya secara langsung. Namun, hanya mengontrol orang-orang yang diminta untuk mengurus pekerjaan itu.
Adapun modal usaha akan ditanggung oleh Ardy sesuai dengan pembicaraan mereka, pembagian hasil akan dibagi 3. 1 untuk Ardy sebagai pemilik modal, 1 untuk ayah Ayu sebagai orang yang mengawasinya dan 1 lagi untuk orang yang mengerjakannya, adapun lahan tersebut tentang pemilihannya Ardy sama sekali tak mempermasalahkan akan hal itu.
__ADS_1
Ayu bersandar di bahu sang suami dan Ardy merangkul dengan erat istrinya saat pesawat mulai lepas landas, sementara Rafif memilih untuk duduk di kursi lain dan bermain gadget.
Ia sangat senang bermain bersama dengan teman-temannya dikampung, banyak pengalaman seru yang dirasakannya, terutama saat memanjat pohon bersama dengan tante Chika. Hal itu adalah pengalaman yang tak terlupakan dalam liburannya kali ini dan ia akan menceritakan semua pengalaman yang ia alami saat di sekolah nanti.