
Dari keluarga besar Ardy, sebagian besar akan pulang, yang tinggal hanya ayah dan ibu saja.
Mereka akan kembali dua hari dari sekarang bersama Ardy, Ayu dan begitu juga dengan keluarga Ayu lainnya, untuk menghadiri pesta yang akan mereka adakan untuk Ardy.
Setelah mengantar mereka semua ke bandara, Ayu, Ardy dan yang lainnya langsung menuju ke sebuah rumah makan, mereka makan siang bersama. Ardy sangat lapar, ia makan dengan sangat lahap.
"Ardy, kamu kelaparan, ya?" tegur ibu yang melihat cara makan putranya.
"Iya, Bu. Semalam aku ketiduran dan pagi tadi juga nggak sempat sarapan karena terlambat bangun," ucapnya masih terus memasukkan makanan ke dalam mulutnya, membuat ibunya hanya menggeleng.
"Maklum saja, Bu. Namanya juga pengantin baru, energinya pasti terkurus habis, oya kan?" ucap ayah Ardy membuat ayah Ayu pun tertawa, sementara Ayu jangan ditanya lagi, pipinya kini sudah memerah. Bagaimana mereka tidak terlambat, jika mereka melakukan malam pertama mereka saat sudah menjelang pagi.
Melakukan apa yang memang seharusnya mereka lakukan sebagai pasangan pengantin baru dan semua bisa mengerti akan hal itu.
Kemudian mereka pun menyambangi kediaman keluarga Ayu satu persatu, khususnya Kakek dan nenek ayu yang tinggal di rumah saudara dari kedua orang tuanya. Baik dari ayah maupun ibu Ardy, selain mengunjungi mereka, keduanya juga mengundang mereka untuk menghadiri pesta yang akan mereka adakan ibukota.
Mendengar itu tentu saja mereka semua akan menghadiri acara tersebut, terlebih lagi Ardy juga mengatakan jika semua biaya transportasi mereka, akan ditanggung olehnya.
__ADS_1
Semua keluarga Ayu menyambut keluarga Ardy dan mengajak mereka untuk melakukan piknik bersama di sebuah pantai yang terkenal di daerah itu.
Karena daerah Ayu merupakan daerah pantai, membuat mereka semua pergi ke sebuah pantai dan menikmati kebersamaan mereka dengan piknik bersama, semua keluarga Ayu bergabung dalam acara tersebut.
"Ayo, siapa lagi yang mau ikut, biar aku catat biar semuanya kebagian tiket pesawat," ucap Chika, di mana dia lah yang bertugas untuk mencatat para keluarganya dan juga teman-teman Ayu yang ingin ikut ke ibukota.
"Ini nggak papa jika kita perginya kebanyakan?" ucap kakek Ayu, di mana mereka semua pergi termasuk anak-anak dan cucu mereka.
"Kata kak Ardy nggak apa-apa Kek, yang mau pergi silahkan pergi saja, masalah biaya semua ditanggung oleh kak Ardy," jelas Chika.
"Ini sudah nggak ada lagi, ya? Aku kumpul. Besok sore kita semua berangkat ke ibukota," jelas Chika dimana semua yang akan ikut diminta untuk datang ke pantai itu.
Akhirnya tugas Chika selesai, ada sekitar 80 orang yang akan pergi dan Chika langsung memesan tiket untuk mereka semua. Mereka pergi tidak satu kali penerbangan, tapi di bagi beberapa penerbangan, karena beberapa tiket sudah habis terjual.
Namun, mereka semua tetap akan pergi, mengingat acara yang akan digelar masih beberapa hari lagi, mereka juga pergi sesuai dengan keinginan mereka, karena ada dari mereka yang sekolah dan tak bisa pergi dari awal, adapun yang pergi lebih awal sudah dijadwalkan akan dibawa untuk berjalan-jalan terlebih dahulu.
3 hari sebelum acara digelar, semua keluarga Ayu sudah mulai berada di ibukota dan kali ini mereka akan pergi berwisata ke salah satu tempat yang paling ingin dikunjungi oleh wisatawan lokal jika ke ibukota yaitu daerah sekitaran Monas.
__ADS_1
Hari pertama mereka menghabiskan waktu di sekitaran Monas, hari kedua mereka menikmati keindahan ibukota di tempat lainnya.
"Ya ampun, aku lelah sekali," ucap nenek Ayu yang sudah beristirahat di kamar hotel. Ardy sengaja membooking 1 hotel khusus untuk mereka semua dan ia sudah mempersiapkan jauh hari, membuat mereka tak kesulitan untuk membooking tempat tersebut.
"Ya sudah, Ibu istirahat saja. Besok kita semua akan menghadiri acaranya. Ingat, jangan ada yang malu-maluin, ya," ucap ayah Ayu membuat mereka semua pun mengangguk mengerti.
Menjelang acara, mereka semua sibuk menyiapkan penampilan terbaik mereka. Ada yang mulai siap-siap mulai dari pagi hari padahal acaranya akan berlangsung pada malam hari.
Di saat semua keluarga bersiap-siap di hotel, Ayu sudah dibawa ke gedung di mana tempat mereka akan melaksanakan acara. Ia sengaja di dandani di salah satu ruangan di gedung itu, agar memudahkan Ayu untuk pergi ke tempat acara setelah selesai didandani tanpa merusak busana dan juga make up yang digunakannya.
Sama halnya dengan saat acara ijab kabul beberapa hari yang lalu, kali ini Ayu juga tampil dengan sangat cantik. Namun, dengan nuansa yang berbeda, lebih elegan dan juga terlihat lebih santai.
Mereka hanya ingin berbagi kebahagiaan dengan keluarga dan juga rekan bisnis lainnya yang tak sempat datang ke kampung halaman Ayu. Ardy sengaja membuat pesta yang tak begitu formal, membuat mereka bisa saling bercengkrama satu sama lain, menyambut para tamu dan juga saling mengakrabkan sesama keluarga.
Acara berlangsung hingga pukul 10.00 malam, Ayu benar-benar bahagia ia bisa melihat cinta yang diberikan Ardy untuknya dan keluarganya.
Dari sikap dan tindakan yang dilakukannya, bukan hanya itu, ia juga bisa melihat sikap ibu Ardy yang sudah mulai berubah padanya dan mau berbaur dengan keluarganya dari kampung, Ia tak tahu itu hanya kepura-puraan atau memang dia sudah mulai berubah seutuhnya dan menerima kehadirannya. Namun, ia bahagia akan hal itu.
__ADS_1