Pacar Onlineku

Pacar Onlineku
Pengakuan Adelia


__ADS_3

"Adelia, aku dengar Ayu memberikan tas yang kemarin yang dibeli Ardy itu pada ibu, sekarang apa kamu masih menganggapnya wanita yang matre dan hanya memanfaatkan keuangan Ardy?"


Mendengar itu Adelia hanya tertunduk, ia datang pagi-pagi sekali ke rumah itu mamang hanya untuk kembali mengusik Ayu, agar Ayu tak tenang memiliki tas yang kemarin dibeli oleh Ardy.


Adelia tak bisa tidur memikirkan tas incarannya menjadi koleksi dari adik iparnya itu. Membayanglan tas itu ada di lemari Ayu, bersama dengan koleksi tas yang lainnya.


Adelia tak menjawab, dia hanya terus menunduk sambil sesekali mengusap air matanya. Ada rasa takut jika terjadi sesuatu pada janin yang ada di rahim Ayu, walau bagaimanapun janin itu adalah keponakannya dan dia telah melakukan hal yang sangat keji pada keponakan yang bahkan belum dilahirkan itu.


Anya menarik Adelia kepelukannya. "Sudahlah, tenang saja. Sebaiknya kamu introspeksi diri, berhenti menganggap Ayu seperti apa yang selama ini ada di pikiranmu, terima dia sebagai adik ipar kita, jika memang anak itu ditakdirkan untuk bersama kita, pasti kondisinya akan baik-baik saja," ucap Anya mencoba berfikir positif dan menasehati adiknya, Adelia hanya mengangguk.


"Ayo kita masuk, Ayu saat ini membutuhkan kita semua, ia membutuhkan doa kita," ucap Anya lagi, Adelia hanya kembali mengangguk dan keduanya pun kembali berjalan menuju ke ruangan Ayu. Ardy terus berada di sisi sang istri, mengusap tangan Ayu yang masih belum membuka matanya, sesekali ia mencium tangan Ayu dan kini satu tangan Ardy sudah berada di perut Ayu, mengelus dengan pelan dan membacakan doa-doa agar janinnya baik-baik saja.

__ADS_1


Setelah menunggu beberapa saat akhirnya Ayu pun membuka mata, matanya langsung tertuju pada Ardy.


"Mas, apa yang terjadi? Di mana aku?" tanyanya.


Ayu mencoba untuk duduk. Namun, Ardy langsung menahannya.


"Jangan banyak bergerak dulu, sekarang kamu dalam perawatan dokter, dokter melarangmu untuk banyak bergerak, istirahat saja."


"Aku kenapa?" tanyanya saat Ardy mengelus perutnya, ia masih mengingat darah dan rasa sakit yang tadi dialaminya sebelum ia pingsan.


"Kamu jangan bergerak dulu, di sini ada janin, ada bayi kita, kondisinya masih sangat kritis, tapi aku yakin dia pasti baik-baik saja," ucap Ardy menahan suaranya yang bergetar, mendengar hal itu tetes lah sudah air mata Ayu, air sebenarnya sudah beberapa hari ini dia memiliki firasat, jika dirinya sedang hamil. Namun, ia takut untuk memeriksakan dan baru berencana akan memeriksakannya siang tadi. Namun, sepertinya kecerobohannya itu membuat ia dalam kondisi saat ini, ia tak hati-hati dalam menjaga bayinya.

__ADS_1


"Apa kita akan kehilangan dia, Mas?" tanya Ayu membuat Ardy menggeleng dengan cepat.


"Tidak, anak kita pasti selamat. Ia bayi yang kuat, aku yakin," ucap Ardy mengecup tangan Ayu dan menghapus air mata yang menetes dari sudut mata istrinya itu. Namun, Ayu bukannya diam dan tenang ia malah semakin menangis dan semakin ketakutan, takut jika terjadi sesuatu pada bayinya. Ayu mengelus perutnya yang rata.


"Semua ini salahku, aku tak hati-hati, aku ibu yang buruk," lirihnya di selah isak tangisnya. Namun, Ardy berusaha terus menenangkannya.


"Tidak, ini juga adalah kesalahanku. Seharusnya aku lebih peka dengan kondisimu, seharusnya aku sudah menyadari keberadaannya," lirik Ardy yang juga tak bisa menutupi rasa khawatirnya, takut jika sampai kabar bahagia akan kehamilan istrinya itu berubah menjadi kabar buruk karena kehilangan bayi yang baru diketahuinya itu.


"Semua ini salahku, maaf Ayu, Ardy. Maafkan kakak, tadi kakak yang berniat untuk mencelakakan Ayu dengan sengaja mencengkal kakinya, tapi percayalah kakak tak bermaksud apa-apa, kakak nggak tahu jika Ayu ternyata sedang hamil," ucap Adelia berjalan mendekat sambil tertunduk mengakui kesalahannya.


Mendengar itu Ardy mengepal tangannya dan menetap dengan mata memerah pada kakaknya, menahan amarah yang ada di dadanya.

__ADS_1


Tatapan itu bukan hanya dilayangkan dari Ardy saja, tapi juga dari ayah dan ibunya, membuqt Adelia semakin menunduk.


__ADS_2