Pacar Onlineku

Pacar Onlineku
Sedih dan Bahagia


__ADS_3

Seperti hari kemarin, hari ini Ayu pun sama, ia membantu beberapa pekerjaan Ardy. Namun, tiba-tiba mereka dikejutkan dengan kedatangan Adelia.


"Kamu tunggu di sini," ucap Ardy yang langsung menyeret kakaknya itu keluar dari ruangannya. Ayu hanya terdiam dan melihat apa yang terjadi di antara adik kakak itu.


"Apa yang Kakak lakukan di sini?" tanya Ardy yang tahu jika kakaknya pasti akan membuat masalah, karena kakaknya itu sangat jarang datang ke kantor menemuinya.


"Ardy, kamu itu sudah gila ya? Coba buka mata kamu, kamu itu diperalat oleh Ayu, dia belum cukup sebulan menjadi menantu di keluarga ini, tapi lihat apa yang dilakukannya."


"Apa yang dilakukan Ayu?" Ardy mengerutkan keningnya.


"Kamu masih bertanya apa yang dilakukannya? Apa kamu tak lihat barang-barang yang dibelinya, dia itu cewek matre dan hanya akan bersamamu saat kau kaya, lihat saja jika sampai uangmu sudah habis dia pasti akan meninggalkanmu."


Ardy menghela nafas jengah, ia sudah tahu apa yang akan kakaknya itu lakukan dengan datang ke kantornya tak lain hanya untuk menghina kakaknya.

__ADS_1


"Ayu tak akan meninggalkanku sampai kapanpun, karena uangku takkan bisa habis walau Ayu membelanjakannya ratusan juta perharinya."


"Ya ampun, kamu itu kok makin besar makin gampang dibodohi, sih. Apa kamu tak ambil pelajaran dari mantan-mantan kamu selama ini, mereka hanya memeras kamu, begitu mereka mendapatkan yang lebih dari kamu mereka akan meninggalkanmu."


"Ayu tak akan meninggalkanku, Kak," jelas Ardy.


"Kenapa kamu begitu yakin?"


"Mungkin saja Ayu akan pergi dariku jika Kakak terus bersikap seperti ini, cobalah Kakak menerima Ayu. Apa sih salah Ayu, dia wanita yang baik, dia juga mencintaiku seperti aku mencintainya, jadi berhenti menuduh Ayu matre, dia itu tak seperti mereka-mereka yang Kakak maksud," kesal Ardy.


Mereka terus berdebat dan semua itu didengarkan oleh Ayu. Ada rasa sakit di hatinya saat mendengar apa yang dikatakan oleh kakak iparnya, ia sama sekali tak pernah berpikir akan menerima Ardy karena kekayaan yang dimilikinya. Ia bahkan tetap akan menerima Ardy walau mereka setara. Namun, dibalik rasa sakit itu ada rasa senang di hatinya, saat mendengar Ardy terus membelanya.


Ayu saat ini berdiri di balik pintu mendengarkan semua percakapan mereka.

__ADS_1


"Sudahlah, jika Kakak ke sini hanya untuk menjelek-jelekkan Ayu, sebaiknya Kakak pulang, jangan merusak rumah tanggaku dengan pikiran-pikiran yang ada di pikiran Kakak," kesal Ardy kemudian ia pun berbalik dan membuka pintu. Ardy terkejut saat melihat Ayu berdiri di depannya dan dengan mata berkaca-kaca.


Ardy langsung masuk dan kembali menutup pintu, ia tak membiarkan kakaknya itu masuk yang akan semakin membuat Ayu bersedih. Ardy langsung menarik Ayu ke dalam pelukannya.


"Kamu jangan dengarkan apa yang dikatakan oleh Kak Adelia, dia memang seperti itu, tapi percaya padaku suatu saat nanti sikapnya juga akan berubah seperti ibu dan juga Kak Anya. Dia hanya belum mengenalmu," ucap Ardy membuat Ayu pun hanya mengangguk dan membalas pelukan Ardy.


"Sekarang kamu ingin ke mana? Nanti akan aku antar."


"Aku nggak ingin ke mana-mana, kita lanjut bekerja saja. Kita makan di kantor saja, ya," ucap Ayu membuat Ardy pun mengangguk, kemudian Ardy pun memesan makan siang untuk mereka, meninggalkan Adelia yang terus mengetuk pintunya karena saat ini Ardy sengaja mengunci pintu ruangannya, agar kakaknya tak masuk.


Sekarang, ia juga memasangkan headset ke telinga Ayu dan memutar lagu kesukaannya.


Ayu hanya tersenyum, ia tahu Ardy sengaja melakukan itu agar ia tak mendengar suara kakaknya yang terus berteriak di balik pintu.

__ADS_1


"Dasar kakakku itu mengapa dia bertindak seperti itu sih, menyebalkan sekali, awas ya, Kak! Nanti akan aku balas kamu," kesal Ardy.


__ADS_2