Pacar Onlineku

Pacar Onlineku
Jalan Bareng Mamer


__ADS_3

Hari ini mereka hanya berdua menghabiskan waktu di apartemen. Ayu sangat senang tinggal di apartemen milik sendiri dan hanya berdua dengan suami adalah impiannya. Semewah apapun rumah mertua, akan lebih baik jika ia tinggal di kediamannya sendiri, tinggal bersama suami. Namun, Ayu kembali berfikir, ia dan keluarga suaminya masih belum saling mengenal, mungkin lebih baik jika dia mengakrabkan diri terlebih dahulu, apalagi memang hubungan keduanya masih belum akrab.


Malam hari mereka habiskan dengan penuh cinta, Ardy yang sangat mencintai Ayu, ia juga sangat bersyukur mendapatkan wanita impiannya. Hari-harinya kini semakin lebih indah, semenjak keluar dari rumah sakit karena kecelakaan itu. Ia tak fokus pada bisnisnya, ia masih fokus pada Ayu dan begitupun kali ini, ia akan meluangkan waktunya hanya untuk Ayu dan berencana selama satu minggu ke depan harinya hanya untuk sang istri, barulah ia akan memulai kehidupannya yang lama, mulai bekerja dan mengurus bisnisnya.


Awalnya mereka hanya ingin tinggal di apartemen itu selama satu atau dua hari. Namun, sudah satu minggu ini mereka tinggal di sana, Ayu sudah sering meminta untuk mereka kembali ke kediaman kedua orang tua Ardy. Namun, Ardy yang masih ingin menghabiskan waktu dengan Ayu, agar hubungan mereka lebih intens, membuat ia tetap memilih tinggal di apartemen miliknya.


Sebenarnya Ardy sudah memberitahu kepada ibunya, jika mereka mungkin tinggal lebih lama dan ibunya sangat mengerti apa yang saat ini putranya inginkan.


"Kita pulang sekarang, yuk," ajak Ayu saat mereka sudah seminggu tinggal di apartemen itu dan saat ini Ardy sedang bersiap-siap dengan setelan jas lengkapnya.


"Iya, ya sudah sekarang kita kembali ke rumah ayah dan ibu. Tapi, kamu nggak masalah kan aku tinggal ke kantor, aku nggak lama kok hanya ada dua meeting hari ini, setelah semua selesai aku langsung pulang, nggak sampai sore," jelas Ardy


"Iya, aku mengerti. Tapi, apa ibu nggak marah? Kita kan izinnya cuman sehari dua hari aja, tapi ini kita sudah pergi selama seminggu."


Melihat wajah istrinya yang cemberut membuat Ardy pun tertawa dan mengcubit gemes hidung Ayu. "Kamu tenang saja, aku sudah bilang pada ibu, bahkan ibu mengatakan untuk bulan ini kita habiskan saja waktu berdua, tapi jika memang kamu ingin pulang ya udah nggak papa."


"Aku hanya ingin lebih akrab dengan ibu," jawab Ayu yang kini sudah lebih tenang.

__ADS_1


"Kamu benar, ibumu adalah ibuku dan ibuku adalah ibumu. Ayo, aku antar dulu untuk bertemu dengan ibu, aku baru saja mengirim pesan jika kamu akan pulang dan meminta ibu untuk menjagamu."


"Aku bukan anak kecil yang harus dijaga, cukup mengajakku berbincang saja, itu sudah lebih dari cukup," ucap Ayu tertawa kemudian ke mereka pun berdua meninggalkan apartemen yang memberikan begitu banyak kenangan indah untuk keduanya, walau mereka hanya tinggal di apartemen itu selama seminggu.


Begitu sampai di rumah, ibu Ardy langsung menyambut menantunya. Ia memang sudah tahu jika mereka akan datang dari pesan yang dikirim oleh Ardy.


"Ayo masuklah untuk sarapan dulu," ucap ibu mempersilahkan keduanya.


"Enggak, Bu. Aku sudah makan, tadi dibuatkan sarapan oleh Ayu di apartemen. Aku langsung ke kantor dulu, ada rapat penting. Bu, aku titip Ayu ya," ucap Ardy menjabat tangan ibunya kemudian ia pun berlalu pergi kekantor, di mana ayahnya sendiri sudah pergi bekerja beberapa menit yang lalu.


"Ayu. Ibu mau berbelanja, apa kamu mau ikut?" tanya ibu Ardy membuat Ayu pun hanya mengangguk.


"Ibu, Ibu sudah dari tadi di sini?" tanya Anya yang kebetulan bertemu dengan mereka.


"Baru saja, ini aku mengantar Ayu untuk membeli beberapa keperluanp pribadinya, dia pasti belum sempat berbelanja karena terus dikurung Ardy di kamar," ucapnya tertawa kecil mencandai Ayu. Membuat Ayu hanya tersenyum canggung dengan pipi merona.


"Ayo kita cari. Aku juga membutuhkan beberapa kebutuhan pribadi," ucapnya kemudian ketiganya pun bersama-sama mencari barang-barang yang mereka butuhkan. Ayu kembali merasakan jika kakak iparnya itu juga bersikap baik padanya, sikap baiknya selama ini saat keluarganya ada di kota ini ternyata bukan kepura-puraan, keduanya benar-benar sudah bersikap baik padanya.

__ADS_1


"Aku dengar ada tas merk baru, ayo kita pergi membeli tasnya. Aku tak mau sampai kehabisan," ucap Anya yang angguki oleh ibu. Ayu lagi-lagi hanya mengikuti mereka dan mereka sampai ke sebuah toko tas yang menjual tas-tas branded, yang harganya sudah pasti sangat mahal, selama ini Ayu selalu membeli tas paling mahal harganya pasti hanya 2 juta. Namun, saat melihat label harga tas yqng ada di toko itu, semua mencapai ratusan juta. Ayu hanya menelan salivanya, walau ia sangat ingin membeli. Namun, tentu saja ia masih ragu untuk memilih yang ia suka, walau di dalam dompetnya ada kartu berwarna hitam milik Ardy.


"Ayu, kamu mau beli yang mana?" tanya Anya, di mana dia sudah memilih tas yang dia inginkan dan Ayu bisa melihat labelnya jika harganya mencapai 200 juta.


"Nggak usah, Kak. Aku masih ada tas yang bisa dipakai," ucapnya membuat Anya melihat ke tas Ayu yang sudah dipastikan harganya tak akan sampai puluhan juta.


"Ayu, kamu jangan tersinggung ya, suami kamu itu seorang CEO, dia pasti juga senang jika kamu memiliki penampilan yang baik dan elegan. Walaupun Ardy sebenarnya tak mengharuskanmu untuk berpenampilan mewah ataupun harus memiliki barang-barang mahal, setidaknya kamu menghargai dan menjaga nama baiknya di depan rekan-rekannya. Coba bayangkan jika tiba-tiba Ardy mengajakmu ke kantor dan kamu tak punya tas mahal dan bahkan para karyawan yang ada di kantor itu tas mereka lebih mahal darimu, apa kamu tak memikirkan hal itu?"


Mendengar itu Ayu hanya terdiam, memang benar apa yang dikatakan oleh Anya. Saat ini dia adalah seorang istri dari CEO perusahaan besar, Ayu melihat tasnya yang harganya hanya tiga ratus ribu yang ia beli secara online. Sepertinya ia mamang harus menjaga nama baik suaminya, walau Ardy memang tak akan keberatan dengan apa yang dipakainya, tapi dia harus menjaga omongan di luar sana.


"Terima kasih ya l, Kak. Aku belum terbiasa menggunakan barang-barang mahal," lirik Ayu.


"Apa kamu keberatan jika aku membantu?" tanya Anya. Jiwa makeover-nya meronta-ronta ingin merubah penampilan dari adik iparnya itu.


Jika masalah membeli barang-barang mahal Anya lah jagonya.


Mendapat persetujuan dari Ayu dan juga ibu membuat Anya pun mulai memilih tas branded yang ada di sana, Anya berencana akan membeli lebih dari satu.

__ADS_1


"Ayu, apa kamu punya kartu milik Ardy?" tanya Anya yang baru menyadari jika barang-barang itu harus dibayar dan saat ini Ardy tak ada bersamanya.


Ayu memperlihatkan dompetnya dan memperlihatkan sebuah kartu berwarna hitam di sana. "Ini diberikan Ardy beberapa hari yang lalu, katanya aku boleh memakainya sepuasnya," ucapnya membuat senyum Anya pun mengembang, kemudian ia pun mengangguk. Ia kembali menarik Ayu menuju ke toko lainnya, setelah membeli 5 tas branded, toko pakaian menjadi terget berikutnya menguras tabungan Ardy..


__ADS_2