
Malam hari Ardy baru pulang saat jam sudah menunjukkan jam 07.00 malam, sebenarnya masih banyak pekerjaan yang harus dilakukannya. Namun, ia tak ingin membuat Ayu menunggunya, mengingat malam ini adalah malam pertama mereka menginap di kediamannya setelah pulang dari apartemen.
Begitu Ardy masuk ke dalam kamar, ia melihat Ayu yang sedang sibuk membereskan barang belanjaannya, ia pun menghampiri istrinya itu dan memeluknya dari belakang.
"Bagaimana belanjanya, kamu suka?" ucap Ardy yang bisa melihat begitu banyak belanjaan yang dibeli oleh istrinya. Ayu berbalik dan memeluk Ardy.
"Maaf ya, aku menguras banyak tabunganmu, lihatlah padahal satu tas saja itu sudah cukup untukku," ucapnya menunjuk deretan tas baru yang baru dibelinya dan kini tas-tas yang biasa dipakainya sudah disimpannya di tempat tertentu, yang pasti tak dipajangnya lagi di dalam lemari yang khusus memang di buat Ardy untuk koleksi tas-tas Ayu, di mana semua itu sudah disiapkannya jauh hari sebelum mereka menikah. Ardy sangat tau kesukaan wanita yaitu mengoleksi tas mahal.
"Gak papa, Sayang, coba nanti kamu jalan-jalan ke kediaman kak Anya dan juga kak Adelia, kamu pasti terkejut melihat tas-tas mereka, semua ini belum seberapa," ucap Ardy mengeratkan pelukannya di mana ia bisa melihat istrinya itu lebih cantik dari biasanya, pasti karena habis perawatan diri di salon.
"Ayo kita makan dulu, kamu pasti lapar kan," ucap Ardy membuat Ayu mengangguk.
__ADS_1
"Tapi kamu mandi dulu," ucap Ayu kini melepas dasi yang masih dikenakan oleh suaminya.
Ardy tak menjawab, ia hanya menyimpan tasnya dan mengangkat Ayu masuk ke kamar mandi. Ritual mandi bersama pun tak terhindarkan lagi walau Ayu sudah mandi sebenarnya. Namun, ia tetap menuruti apa yang diinginkan oleh suaminya.
Bukan hanya mandi yang mereka lakukan, setelahnya mereka pun ikut bergabung dengan ayah dan ibu Ardy yang sudah duduk di meja makan, mereka makan bersama.
"Ardy, bagaimana dengan kantor, semua baik-baik saja kan?" tanya ayah Ardy walau selama ini ia turun ke kantor untuk mengecek beberapa pekerjaan para karyawan. Namun, tetap saja Ardy jauh lebih tahu banyak tentang kondisi pekerjaan mereka.
"Kalian memutuskan untuk tinggal di rumah ini atau di apartemen?" tanya ibu Ardy melihat keduanya secara bergantian.
"Untuk saat ini sepertinya kami akan tinggal di sini dulu, Bu. Ayu ingin mengenal kalian lebih dekat lagi, begitu juga dengan kak Anya dan kak Adelia."
__ADS_1
"Iya, ibu sangat berharap kamu ini tinggal di sini. Rumah ini pasti akan semakin sepi jika kalian juga pergi, Anya sudah pergi bersama dengan suaminya begitu juga dengan Adelia, mereka sudah punya keluarga dan pindah ke rumah mereka masing-masing jika kalian juga pindah. Maka di rumah ini akan semakin sepi," ucap ibu Ardy yang berharap banyak jika Ayu dan juga Ardy akan tinggal bersama dengan mereka, rumah mereka pasti akan sangat bahagia dengan kehadiran Ayu dan juga jika diberi kemudahan untuk segera mendapatkan cucu, itu pasti akan semakin membuat rumah mereka semakin ramai.
"Iya, Bu. Ayu tak masalah mau tinggal di mana saja, Ayu nurut sama Mas Ardy saja," jawab Ayu membuat pun ibu sangat senang mendengar jawaban itu, karena ibu bisa mengontrol Ardy memintanya untuk tinggal di sana. Namun, tidak dengan Ayu, ia ingin Ayu memilih ingin tinggal di mana dia ingin. Ibu ingin Ayu merasa nyaman menjadi istri seorang Ardy.
Makan malam pun berakhir. Ayu sangat senang dapat bercengkrama dengan kedua mertuanya dan diterima dengan baik.
Mereka kembali ke kamar, Ayu masih membahas masalah belanjaan yang digunakannya. Ardy sudah menjelaskan jika semua itu tak masalah untuknya. Namun, Ayu tetap membahasnya karena belanjaannya mencapai ratusan juta.
Ardy mengambil ponselnya dan memperlihatkan kepada Ayu berapa nominal yang ia miliki di tabungannya, Ayu sangat tercengang saat memelihat deretan angka nol yang tertera di depan anggka delapa yang terlihat jelas di layar ponsel Ardy.
"Ini serius?" tanya Ayu tak percaya. Ardy pun mengangguk.
__ADS_1
"Dengar Ayu, suamimu ini akan memberikan kebahagiaan apapun untukmu, jangankan uang nyawapun akan aku berikan. Jadi mulai sekarang jika kamu menginginkan sesuatu, beli saja! Jangan pernah ragu untuk menyenangkan dirimu," ucap Ardy mengcup punggung tangan Ayu. Walau sudah mendapat izin seperti itu, ia tak akan melakukan hal yang sama seperti apa yang di lakukannya hari ini, ia akan berusaha bersikap hemat walau suaminya adalah seorang miliarder.