
Ardy dengan tatapan akalnya langsung tertuju pada pakaian Ayu, ia sudah melangkah ingin membantu Ayu membuka pakaiannya. Namun, Ayu memutar otak dan melihat ke arah pintu.
"Ayah, Ibu. Ada apa?" ucapnya membuat Ardy melihat ke arah belakang, mengira jika di belakangnya ada ibu mertua dan juga ayah mertuanya.
Melihat hal itu membuat Ayu langsung berlari masuk ke kamar mandi dan menyambar pakaian yang sudah disiapkannya, dengan cepat ia mengunci pintunya.
"Ayu, kamu itu menipuku, ya. Aku ini suamimu, kamu tak boleh melakukan hal itu," ucap Ardy mengejar istrinya, tapi pintu kamar mandi telah terkunci rapat.
"Aku nggak menipumu, aku nggak mengatakan kan jika ayah dan ibu ada di belakangmu aku hanya menyebut ayah dan ibu dan kamu berbalik sendiri," jawab Ayu dari dalam kamar mandi.
__ADS_1
"Iya, tapi caramu memanggil itu seolah-olah mereka ada di belakangku." Ardy tak terima.
"Mas lupa ya, Mas kan sudah mengunci pintunya dari mana ayah dan ibuku masuk."
Mendengar itu Ardy menggaruk kepalanya. "Oh iya ya, aku kan sudah menguncinya mengapa aku sampai lupa, ya ampun ada apa denganku," gumamnya kemudian ia pun berjalan gontai menuju ke tempat tidur, ia langsung memberabahkan dirinya dengan masih menggunakan setelan jas lengkapnya, menatap pintu kamar mandi yang kini tertutup rapat.
"Padahal aku mau ngajak mandi bersama."
Ardy berbaring di atas tempat tidur yang memberinya rasa nyaman, matanya langsung terasa berat dan perlahan ia pun menutup mata. Saat ini ia benar-benar sudah tertidur pulas, tak lagi merasakan atau mendengar apapun.
__ADS_1
Tak lama kemudian Ayu baru keluar dari kamar mandi. "Kenapa sih harus membuat pakaian pengantin yang seribet ini, kan susah bukanya, apalagi jika harus membukanya sendiri," gumam Ayu. Ia harus bersusah payah membuka beberapa ikatan-ikatan yang digunakan di gaun pengantinnya, sehingga membutuhkan waktu sekitar 1 jam lebih ia berada di kamar mandi barulah ia berhasil membuka gaun pengantin yang melilit tubuhnya itu, gaun yang sangat indah dan sudah dipastikan harganya pasti sangat mahal.
Ayu tersenyum sambil menghentikan langkahnya saat melihat suaminya kini sudah tertidur pulas dan masih mengenakan setelan jas lengkap yang tadi dipakainya, bukan hanya itu Ardy yang sangat kelelahan ia juga merasakqn hal yang sama.
Ayu berjalan mendekat melihat suaminya, Ardy bahkan tertidur tanpa membuka sepatunya.
"Kamu ini kenapa menyembunyikan rasa lelahmu, jika memang lelah bilang saja lelah jangan sok kuat," gumam Ayu pelan kemudian ia pun membuka sepatu dan kaos kaki suaminya, kemudian menyimpannya di belakang pintu, tak lupa Ayu juga memberikan selimut untuk suaminya agar tidurnya lebih nyenyak.
Ayu yang sudah selesai mandi merasa sangat segar. Namun, tetap saja rasa lelah dan rasa kantuk kembali menderanya, ia pun memutuskan untuk tidur di sofa yang ada di kamar itu. Ayu tadinya ingin tidur di samping Ardy. Namun, melihat Ardy yang tertidur di tengah, tak ingin mengganggunya.
__ADS_1
Ayu bingung sendiri harus tidur di mana, membuat ia memutuskan untuk mengambil bantal dan juga gulingnya, ia merebahkan diri di sofa. Ayu yang sangat mengantuk dan sejak tadi memimpikan beristirahat seperti yang dilakukannya saat ini, langsung memejamkan mata. Sama halnya dengar Ardy, ia pun langsung terlelap saat kepalanya menyentuh bantal.