
Ayu hanya menurut apa yang dikatakan oleh ibu mertua dan kakak iparnya, kini barang belanjaan mereka sudah sangat banyak. Ayu ingin meminta mereka untuk menghentikan apa yang mereka lakukan. Namun, ia tak berani, ia bisa melihat berapa total belanjaannya, ia bahkan tak pernah menyangka bisa memiliki uang sebanyak itu.
Saat mereka sedang beristirahat sambil menikmati hidangan di sebuah kafe yang ada di pusat perbelanjaan itu, Ayu izin ke kamar mandi. Begitu sampai di kamar mandi Ayu dengan tangan bergetar langsung menelepon Ardy.
"Iya, sayang. Ada apa?" tanya Ardy begitu mengangkat telepon Ayu.
"Mas, aku menghabiskan banyak uangmu," lirih Ayu membuat Ardy di seberang sana menahan tawanya.
"Ya nggak papa, uangku kan uangmu juga, belanjakan saja."
"Tapi jumlahnya sangat banyak, tadi aku membeli beberapa baju, tas dan juga sepatu dan semuanya barang-barang branded, aku sudah meminta kak Anya untuk berhenti, tapi katanya nggak masalah, Mas jumlahnya itu sangat banyak."
"Nggak apa-apa, Sayang, itu juga uang kamu, jadi belanjakan saja."
__ADS_1
"Tapi, Mas. Semuanya itu sangat banyak," ucap Ayu dengsn sangat pelan.
"Iya, aku tahu. Itu kan kartuku, laporannya sudah masuk padaku. Belanjakan saja, enggak apa-apa lebih dari itu juga nggak apa-apa."
Mendengar itu barulah Ayu merasa lega, tapi tetap saja ada rasa aneh di hatinya, dalam satu waktu ia menghabiskan uang ratusan juta milik suaminya.
"Kamu jangan bersikap seperti itu, semua itu adalah uangmu, kamu menghabiskannya juga nggak masalah yang penting kamu bahagia. Sekarang kamu kalau memang mau belanja-belanja lagi jangan sungkan-sungkan, pilih apapun yang kau mau. Suamimu ini bekerja keras hanya untuk membahagiakanmu, jadi pakai saja. Walau kau membeli semua seisi mall itu, uangku tak akan habis, Sayang," ucapnya mencoba menenangkan Ayu. Ardy tahu pasti Ayu tak pernah berbelanja barang-barang seperti itu, dia bisa melihat barang-barang Ayu yang harganya memang sangatlah jauh dari harga barang-barang yang biasa dibeli oleh saudara-saudaranya.
"Ya udah deh, Mas," gumam Ayu kemudian Ayu kembali menghampiri kakak ipar dan ibu mertuanya, setelah mereka makan mereka kembali menuju ke sebuah salon dan kali ini Ayu kembali mendapatkan perawatan seluruh tubuh. Ayu hanya menurut apa yang dilakukan oleh kakak iparnya, menerima apa saja perawatan yang didapatkannya. Setelah melakukan perawatan dan tiba waktunya pembayaran, Ayu kembali merasa tercengang melihat nominal yang ada di sana, rasanya ia ingin pingsan, hari ini benar-benar menguras uang suaminya.
Sedangkan Anya sendiri terus tertawa sambil mengendarai mobilnya kembali ke kediamannya, ia bisa melihat wajah ketakutan Ayu saat melihat nominal yang harus dibayarnya.
Anya menelepon Ardy sambil mengemudi mobilnya.
__ADS_1
"Iya, Kak. Ada apa?" tanya Ardy setelah mengangkat panggilan kakaknya.
"Istri kamu itu lucu sekali sih, melihat nominal harga yang dibayar saja matanya sudah akan keluar," ucapnya tertawa.
"Namanya juga dia belum terbiasa, Kak. Kakak saja yang terlalu boros membelanjakan uang suami," ucap Ardy masih dengan mengerjakan beberapa pekerjaan kantornya. Tadinya ia akan pulang cepat. Namun, begitu sampai di kantor ia melihat pekerjaan yang begitu banyak membuat dia sepertinya malam ini harus lembur.
"Kamu nggak masalah kan jika aku mengajari istrimu cara hidup boros, setidaknya kan itu juga untukmu. Ya ... paling cuma merawat diri di salon dengan harga yang fantastis dan juga membeli barang-barang branded."
"Iya, terserah Kakak saja. Aku nggak masalah jika masalah uang, jika Ayu senang aku juga akan ikut senang Kak," ucap Ardy.
"Ya sudah, aku tutup dulu teleponnya, kakak sudah sampai di rumah. Kamu sudah memeriksakan pengeluaranmu hari ini kan?" ucap Anya kemudian kembali tertawa dan mematikan panggilannya.
Ardy kembali mengecek total belanjaan Ayu hari ini, jumlahnya memang sangat banyak. Namun, ia merasa senang, dia memberikan hasil kerja kerasnya untuk wanita yang sudah menjadi istrinya, memang itulah yang ia inginkan.
__ADS_1
Selama ini dia juga selalu membeli barang-barang branded yang hanya diberikan kepada kekasihnya. Berbeda kali ini, barang-barang itu untuk wanita halalnya. Walau Ayu menghabiskan semua uangnya untuk kesenangan ia tak akan masalah.