Pacar Onlineku

Pacar Onlineku
Ya ... Terlambat.


__ADS_3

Ardy yang mengerjapkan matanya saat ia mendengar suara ayam yang berkokok. Ia masih berbaring dan melihat langit-langit kamarnya, mencoba mengumpulkan nyawa yang sejak tadi berlarian entah ke mana. Ardy melihat ke kiri dan ke kanan dan melihat pakaiannya, ia mencoba mengingat apa yang terjadi semalam.


Namanya langsung menoleh saat ingatannya tertuju pada Ayu, bukankah Ayu sudah menjadi istrinya, ia langsung melihat ke samping kiri dan kanannya tak ada Ayu.


Semalam ia sudah merencanakan akan melakukan malam pertamanya dengan Ayu. Namun, apa ini, kenapa dia tertidur di ranjangnya sendiri dan masih menggunakan pakaian jas lengkapnya.


"Ayu, kamu di mana?" gumamnya.


Ardy mencoba untuk duduk dan memijat tengkuknya yang masih merasa lelah, mengedarkan pandangannya. Namun, ia kembali terkejut saat melihat wanita yang seharusnya tidur dipelukannya kini terlihat meringkuk di sofa.


Ardy menepuk jidatnya saat ingatannya terkumpul, semalam ia berbaring di tempat tidur sambil menunggu Ayu keluar dari kamar mandi, sepertinya ia sangat lelah dan tanpa sengaja tertidur.

__ADS_1


"Sudahlah, masih ada malam-malam berikutnya," gumamnya kemudian ia melangkah menuju ke kamar mandi, sejak semalam ia tak membersihkan badannya, membuat ia pun melakukan yang seharusnya sejak semalam dia lakukan. Ardy keluar dengan sudah mengganti dengan pakaian santai dan menghampiri Ayu.


"Ayu, bangun. Ini sudah waktunya salat subuh, kita salat sama-sama, yuk," ucapnya membuat Ayu pun mengercapkan matanya dan melihat sosok tampan yang ada di hadapannya, awalnya Ayu hanya memperhatikan wajah Ardy. Namun, ia tiba-tiba ingin menjerit, beruntung Ardy langsung membekap mulutnya.


"Hai, jangan menjerit nanti aku dikira ngapa-ngapain kamu lagi," ucap Ardy berbisik sambil menempelkan jari telunjuknya di depan bibirnya, mengisyaratkan agar Ayu tak berteriak. Ayu pun mengangguk dan barulah Ardy melepaskan bekapan tangannya.


"Kamu? Kenapa kamu ada di kamarku?" ucap Ayu menyilankan tangannya di depan dadanya, seolah-olah saat ini Ardy ingin melakukan hal-hal yang buruk padanya.


Satu sentilan mendarat di kening Ayu. "Kamu ini masih tidur ya? Aku ini Ardy, suamimu. Kita sudah menikah kemarin dan semalam kita sudah menyambut tamu sampai kita berdua benar-benar kelelahan dan aku melewatkan malam pertama kita," ucap Ardy dengan raut wajah kesal. Ia masih tak ikhlas melewatkan malam pertama mereka, malam yang seharusnya menjadi malam yang penuh cinta justru ia tidur sendiri di kasur mereka yang bertaburan bunga mawar, sedangkan istrinya tidur di sofa meringkuk karena ukuran sofanya memang bukan untuk berbaring.


"Semalam kamu kenapa tak membangunkanku dan memilih untuk tidur di sofa yang sempit ini, sedangkan aku berbaring di ranjang pengantin kita yang begitu empuk dan juga luas."

__ADS_1


"Aku hanya nggak mau mengganggu, aku lihat kamu tidurnya begitu pulas."


"Tapi kan kalau kamu bangunkan aku semalam … ya sudahlah nanti saja kita bahas."


Mereka pun melakukan salat berjamaah untuk pertama kalinya, suasana itu membuat Ayu merasa sangat senang. Mereka yang awalnya tak pernah menyangka akan sampai ke jenjang pernikahan, kini, di sinilah mereka, di kamar yang sama dan Ardy menjadi imam dalam salatnya.


Ayu mencium tangan Ardy, lama ia melakukannya. Ada getaran yang aneh dalam dadanya, rasanya suasana ini sangat membuatnya ingin menangis.


Ardy menatap Ayu hingga mendekat ke arahnya, ia mengecup kening mata hidung dan turun ke Bibir.


Ardy tak bisa menahan diri, sejak tadi ia menginginkan hal itu dan mungkin ia pun mendapatkan Ayu, walau sudah terdengar keributan dari luar. Namun, ia tetap fokus pada apa yang ingin dilakukannya hari ini.

__ADS_1


Ardy mengangkat Ayu yang masih mengenakan mukena keranjang pengantin mereka.


"Kamu mau ngapain? Ini sudah pagi," ucap Ayu menahan Ardy. Namun, Ardy bukannya menghentikan apa yang dilakukannya, ia bahkan melakukan yang lebih dan Ayu sebagai seorang istri tak bisa menolak apa yang diinginkan oleh suaminya. Ayu sudah cukup dewasa saat melihat kondisi suaminya saat ini, dia bisa merasakan nafas suami yang terasa berat, ia tahu suaminya menginginkannya dan Ayu pun memberikan apa yang memang seharusnya diberikan kepada Ardy suaminya.


__ADS_2