Pahit Manis Mencintaimu

Pahit Manis Mencintaimu
Episode 22 Kecewa


__ADS_3

...🧡 Selamat Membaca 🧡...


"Dav, emmm sebenarnya aku tidak suka makan makanan seperti ini" Yeon Jun meletakkan kotak makan yang diberikan Davina ke meja. "Bagaimana kalau kita pesan makanan saja. Kau mau makan apa..?"


"Owh. Kau tidak suka ya. " Davina memakan Saeu Buchu Mandu yang tadi sudah dia siapkan untuk dicicipi Yeon Jun. "Baiklah. Kau pesan saja"


Davina menutup kembali kotak Saeu Buchu Mandu dan mengambil kembali kotak makan yang tadi diberikan kepada Yeon Jun.


"Maaf ya Dev..." Sesal Yeon Jun. "Kita pesan masakan dari hotel Soo Wol bagaimana...? Kau mau aku pesankan makanan apa?"


Davina tersenyum sinis, ketika mendengar nama Soo Wol disebut. Hati Davina bergemuruh hebat. Bagaimana bisa Yeon Jun dengan santainya menawarkan untuk pesan makanan di tempat Soo Wol padahal Davina sudah susah payah memasak untuknya.


"Kau bisa pesan makanan untukmu saja, aku akan makan bekalku." Davina berdiri. "Aku akan makan di ruangan ku saja"


"Katanya mau makan bersama. Kenapa kembali...?"


"Aku sudah tidak tertarik makan siang denganmu" Davina mengatur nafas untuk mencoba mengontrol emosinya. "Aku bukan chef seperti Soo Wol. Jadi pasti masakan ku tidak secantik dan Seenak masakan Soo Wol. Oleh karena itu, kau langsung bilang tidak suka padahal kau belum mencicipinya sama sekali."


Walaupun Davina sudah mencoba mengontrol emosinya, tapi siapa yang menduga jika air matanya menetes begitu saja. Air mata jujur, dia menjelaskan perasaan Davina yang sedang sakit hati.


"Dav..Kau menangis..? aku mohon.Aku benar-benar tidak suka makan masakan seperti itu. Karena..."


"Karena apa hah...?" Davina memotong ucapan Yeon Jun. "Tidak suka tidak suka tidak suka... Tidak suka apa..? Masakan ku..?"


Davina benar-benar tidak terima dengan sikap Yeon Jun yang seperti ini. Bilang tidak suka sebelum mencicipinya.


"Setidaknya kau harus mencicipi masakan ku untuk menghargai usaha Jun. Aku sudah susah payah memasak untukmu, tapi kau bilang tidak suka sebelum mencicipinya...!"


"Dev bukan seperti itu. Bukan aku tidak mau mencicipinya. Tapi..."


"Tapi apa...? Tapi masakan ku tidak terlihat enak gitu...? Aku hanya bisa masak ini dan aku tidak bisa membuat makanan seperti makanan yang dibuat Soo Wol. Apalagi makanan yang menjadi makanan favorit mu." Davina membungkukkan badannya "Aku permisi Tuan Yeon Jun"


"Kau mau kemana..?" Yeon Jun menarik tangan Davina. "Katanya mau makan siang bersama kenapa pergi..?"


"Kau masih tanya kenapa...?" Lagi-lagi air mata Davina menetes. "Kau bahkan tidak bisa menghargai usahaku dan sekarang kau tanya kenapa..? Sudah saya katakan bukan...? Saya tidak berminat makan siang dengan orang yang tidak menghargai usaha saya."


Davina melepaskan cengkraman tangan Yeon Jun dengan kasar lalu pergi keluar meninggalkan Yeon Jun yang masih berdiri melihat kepergian Davina.


...🧡🧡🧡🧡🧡...


Setelah keluar dari ruangan Yeon Jun. Davina langsung meletakkan bekal makan siangnya begitu saja. Davina menelungkup tangannya untuk menyembunyikan wajahnya di meja. Davina hanya ingin menangis sebentar saja, karena saat ini dadanya terasa sangat sesak.

__ADS_1


Davina mengangkat kepalanya ketika samar-samar mendengar seorang yang tengah berbincang. Senyuman masam terukir di bibir Davina.


Bagaimana mungkin Yeon Jun mau makan makanan yang dia buat jika setiap istirahat makan siang Yeon Jun akan dibawakan bekal oleh chef handal.


Davina mengusap air matanya dan pura-pura kembali sibuk mengerjakan pekerjaannya. Davina bisa melihat jelas, Soo Wol masuk ke ruangan Yeon Jun bersama sekertaris Song dan itu kembali menyakiti hati Davina.


...🧡🧡🧡🧡🧡...


Jam telah menunjukkan waktu pulang kantor. Semua orang bersiap untuk kembali ke rumah tercinta. Tidak kecuali Davina.


"Dav. Aku pulang ya." Pamit staf sekertaris yang paling akhir pulang. Karena dua yang lainnya sudah pulang terlebih dahulu.


"Iya Unni. Hati-hati di jalan Unni" Jawab Davina yang tengah menata berkas-berkasnya.


"Kau juga hati-hati dan cepat pulang ya." Pesan sekertaris tersebut.


"Iya Unni. Aku sudah selesai kok. Tinggal ini." Davina melihatkan dokumen yang ditata.


"Baiklah aku duluan. Daa....!"


"Daa..." Davina juga melambaikan tangannya dan tersenyum.


Davina kembali fokus pada dokumen-dokumen miliknya. Tidak kurang dari 5 menit semua dokumen telah tertata rapi "Ahhh selesai."


"Enaknya aku apakah ya makanan ini" Gumam Davina yang tengah berdiri di depan lift. "Pasti mbak Tia akan sedih jika tau aku tidak memakan masakannya."


Ting


Denting suara lift membuat Davina kembali fokus ke jalan.


"Selamat sore nona." Sapa dua office boy yang baru saja keluar dari lift.


"Selamat sore." Davina menjawab dengan lesu tapi tetap dengan senyuman yang ramah.


Para office boy keluar dan berganti Davina memasuki lift. Sebelum lift tertutup, Davina menemukan jawaban dari pertanyaan tadi.


"Ajushi" panggil Davina yang kembali keluar dari lift.


"Iya nona...?" Kedua Office boy tersebut langsung berbalik dan mendekat ke Davina.


"Ajushi maaf sebelumnya. Aku membawa bekal dan aku belum memakannya. Aku sedang tidak berselera makan dan sayang jika harus ku buang." Ucap Davina hati-hati dan tetap jaga kesopanan. "Aku tidak pintar masak, tapi aku rasa masakan ku masih layak untuk dimakan dan masih bagus walaupun aku memasaknya tadi pagi. Emmm Apa ajushi mau...? Ini ada dua kotak kok bisa buat ajushi semua"

__ADS_1


"Terimakasih nona." Office boy tersebut menerima dengan senang hati. "Tapi nona, maaf kami tidak punya tempat untuk makanan nona. Apa boleh kami pinjam meminjam tempatnya terlebih dahulu...? Akan kami kembalikan setelah kami cuci bersih."


Davina tersenyum. "Ajushi tidak perlu sungkan dan juga tidak perlu mengembalikannya tempat bekalnya.".


"Beneran nona....?" Davina mengangguk. "Terimakasih nona. Anda benar-benar baik."


"Dihabiskan ya ajushi....." Davina tersenyum ramah.


Deg


Tanpa sengaja Mata Davina bertatapan langsung dengan mata Yeon Jun. Teryata Yeon Jun tengah memperhatikannya dari depan ruangan miliknya.


"Nanti jika makanannya tidak terlalu enak mohon dimaklumi ya ajushi, karena saya bukan Chef yang pintar memasak." Davina sedikit mengeraskan suaranya agar di dengar oleh Yeon Jun.


"Kalau yang masak nona yang baik dan cantik seperti Anda, saya yakin pasti enak."


"Saya setuju. Saya juga akan menghabiskan makanan nona. Kapan lagi saya bisa makan masakan dari nona yang baik dan cantik seperti Anda." Celetuk office boy yang lebih muda.


"Baiklah saya pamit dahulu." Pamit Davina.


"Sekali lagi, terimakasih nona."


Davina tersenyum dan langsung pergi meninggalkan kedua office boy tersebut. Davina memencet lift dengan tidak sabar agar segera terbuka. Ya Davina ingin menghindari orang yang berjalan ke arahnya.


Tapi Nasib berkata lain. Orang itu sampai di dekatnya sebelum lift terbuka sempurna "Ikut aku"


"Tidak mau."


"IKUT AKU DAVINA."


🧡


🧡


🧡


🧡


🧡


...Terimakasih Dukungan Dari Readers Semua...

__ADS_1


...Jangan lupa tinggalkan jejak...


...Like, Rate dan Komen...


__ADS_2