Pahit Manis Mencintaimu

Pahit Manis Mencintaimu
Episode 53 Anak Perempuan


__ADS_3

...💚 Selamat Membaca 💚...


Sesuai undangan dari mama Asila, kini di meja makan telah tersaji berbagai hidangan makanan dan pastinya sudah ada Davina, Mama Asila, Papa Galang, Zizi dan Heru.


Suasana tegang dirasakan Heru karena ini kali pertama Heru datang ke rumah Davina. Sesekali Heru melirik Davina dalam ketegangannya dan teryata mama menyadari gerak gerik Heru yang terlihat jelas menaruh hati ke Davina.


"Nak Heru jangan sungkan-sungkan ya. Dihabiskan semua makanannya. Ini mama masak untuk nak Heru lo."Jelas Mama Asila.


"Iya Tante. Pasti saya habiskan." Ucap Heru sambil tersenyum.


Heru dan lainnya kembali fokus ke makanan yang ada di piringnya masing-masing. Tidak ada pembicaraan lagi hingga makan malam selesai. Setelah makan barulah mereka pindah ke ruang tengah untuk mengobrol.


"Bagaimana kabarmu nak Heru..? Lama ya kita tidak bertemu...? Kalau di ingat-ingat kapan ya kita terakhir bertemu...?" Tanya papa Galang.


"Wah, Sudah lama banget Om. Saya juga lupa kapan terakhir ketemu, mungkin karena Om semakin sibuk jadi kita tidak pernah ketemu lagi...!" Jawab Heru dengan senyuman ramah.


"Kau salah nak. Bagaimana bisa Orang tua ini sibuk, orang tua ini sudah pensiun. Semua sudah dikerjakan anak-anak Om. Yah orang tua ini cukup bersantai dan mengawasi sesekali saja. Jadi kalau kau mau ketemu Om, kau tahu harus kemana sekarang..."


"Baiklah om, saya akan sering-sering kunjungi Om nantinya." Jawab Heru senang yang merasa diberitakan kesempatan orang tua Davina untuk mendekati Davina.


"Sering sering main kesini... Ajak anak Om main, agar kegiatan Davina tidak kerja, kerja, kerja terus kerajaannya. Padahal Om dan Tante itu sebenarnya sudah menanti cucu dari anak perempuannya Om, tapi kelihatannya dia belum menemukan yang tepat. Siapa tahu nak Heru bisa meluluhkan hati anak Om... Ya kan Dev..?" Ucap galang sambil melirik Davina.


"Papa apaan sih.." Sungut Davina.


"Astaga... Lihatlah anak perempuan kita ma. Bagaimana kita punya mantu kalau wajahnya judes seperti itu...?"


"Papa..."


"Iya-iya maaf sayang." Ucap Galang tertawa.


"Menurut saya, Davina tetap cantik kok Om bagaimanapun ekspresinya..." Ucap Heru sambil tersenyum.


"Kalau itu tidak bisa diragukan lagi nak. Walaupun mukanya judes seperti itu, tapi hati anak mama itu baik sekali. Mama yang jamin itu." Timpal mama menanggapi ucapan Heru.


"Mama jangan ikut-ikutan deh..." Jawab Davina memutar bola matanya jengah.


Cukup wajar bagi Davina jika mama dan papa menerima Heru dengan baik, karena bagaimanapun latar belakang Heru sangat baik. Apalagi keinginan mereka untuk cepat mempunyai mantu, jadi jika ada laki-laki yang mendekati Davina pasti mereka akan langsung gerak cepat.

__ADS_1


Mereka akan langsung mencari informasi tentang laki-laki yang mendekati Davina sampai menjodohkannya jika dirasa laki-laki itu baik.


"Saya dengar nak heru menjadi sponsor utama hotel kami... Berarti nak Heru juga ikut ke Bali besok saat acara pembukaan dong...?" Tanya Papa Galang.


"Ya Om, mungkin saya akan berangkat lebih awal. Mungkin besok saya akan berangkat." Jawab Heru.


"Kenapa Awal banget nak...? Apa ada kerjaan lain..? Maaf ni nak, mama itu orangnya kepo jadi suka tanya-tanya."


"Iya Tante.. Saya harus menyambut pemilik dari perusahaan saya. Mereka akan sampai ke Indonesia lusa, jadi saya harus mempersiapkan yang terbaik untuk mereka."


"Wah kelihatannya kau sangat menghormati mereka. Sampai bela-belain menyambut...?"


"Ya Tante, karena saya dapat beasiswa penuh dari perusahaan mereka oleh karena itu saya punya kesempatan sekolah sampai S2. Ya jadi saya bersyukur karena itu."


"Berarti kau cukup lama bekerja dengan mereka...?"


"Sekitar 7 tahun om. Dua tahun sebelumnya saya bekerja sebagai asisten manager. Karena mereka mendirikan perusahaan di Indonesia jadi saya ditunjuk sebagai manager di Indonesia."


"Lebih enak di sini atau di Korea pak..? Kan kalau di Korea banyak sekali perempuan-perempuan cantik dan artis-artis terkenal." Kali ini Zizi yang memberikan pertanyaan


"Sayangnya saya tidak sehebat itu untuk bertemu dengan artis-artis Korea. Kalau untuk perempuan saya lebih suka wajah-wajah asli Indonesia, menurut saya lebih enak saja kalau dipandangi.. Jadi saya lebih suka di Indonesia. Apalagi disini adalah tempat saya dilahirkan dan dibesarkan oleh orang tua saya, banyak kenangan yang ada di sini."


"Iya Tante saya setuju."


...💚💚💚💚💚...


Hari berganti, akhirnya hari dimana acara grand opening hotel Davina yang bertaraf internasional pun telah terlaksana dengan baik. Hotel ini menawarkan segala hal mewah yang biasanya ditemui di hotel-hotel luar negeri.


Semua karyawan dari jajaran Paling tinggi hingga OB ataupun OG harus menguasai bahasa Inggris ataupun Mandarin. Pastinya jika mereka bisa menguasai bahasa asing lainnya akan menjadi nilai plus bagi mereka.


Acara pembukaan dilakukan dengan sangat meriah dengan bertaburan banyak bintang-bintang Indonesia. Tampilan yang bernuansa tradisional sampai internasional disuguhkan dengan sangat apik. Pembukaan hotel juga ditayangkan secara langsung di stasiun televisi.


"Mama..." Seorang anak perempuan menarik tangan Davina dari belakang tiba-tiba. "Mama"


"Ehhh cantik... Kau cari siapa...?" Tanya Davina kaget karena ditarik anak kecil.


"Mama..."

__ADS_1


"Kau cari mama mu..? Siapa nama mama mu...? Biar Tante bantu ketemu mama mu." Tanya Davina.


"Mama.... Jeoneun Han Yeon Vin imnida. najung e bwa Umma" anak perempuan tersebut mencium pipi Davina lalu langsung berlari meninggalkan Davina dan tidak lupa anak kecil itu melambangkan tangannya ketika dirinya hendak masuk lift bersama seorang perempuan berpakaian baby sister.


"Kau mengenalnya Bu...?" Tanya Zizi.


"Tidak Zi. Apa dia mengira aku mamanya...?" Davina kembali bertanya ke Zizi.


"Kemungkinan seperti itu bu atau mungkin kita sedang dikerjain ya bu..?"


"Gak mungkin lah kalau itu...."


"Lalu bu, bukankah tadi dia menggunakan bahasa Korea...? Ibu pasti tahu artinya kan, apa artinya bu...?"


"Dia memberi tahu namanya, nama dia Han Yeon Vin, Dia juga mengatakan, sampai jumpa lagi....."


"Apa mungkin dia anak dari orang yang ibu kenal saat di Korea...? Buktinya dia mengucapkan sampai jumpa lagi."


"Aku tidak tahu. Tapi jika dia anak temenku, bukankah seharusnya dia juga akan menemui ku juga...? Ya gak Sih..?"


"Eh iya juga ya Bu."


"Sudahlah Zi, kita naik aja. Tadi dia mengucapkan sampai bertemu lagi. Mungkin nanti aku akan ketemu kembali dengan dia dan tahu siapa dia sebenarnya..."


"Iya bu..." Jawab Zizi yang langsung mengikuti Davina untuk melanjutkan langkahnya ke tempat tujuan mereka.


💚


💚


💚


💚


💚


...Terimakasih Dukungan Dari Reader Semua...

__ADS_1


...Jangan lupa tinggalkan jejak...


...Like, Rate dan Komen...


__ADS_2