
...🤎 Selamat Membaca 🤎...
Sejak kemarin Davina tidak lagi banyak bicara. Davina hanya menjawabi pertanyaan yang ditanyakan Yeon Jun dengan nada dingin. Walaupun begitu Yeon Jun tetap menjelaskan apa yang terjadi, tapi tetap saja Davina hanya menjawabi dengan tiga kata keramat. Ya, Tidak, dan Oh.
Walaupun kemarin Davina mau di antar pulang dan pagi ini tetap mau dijemput, tapi Davina masih saja tetap diam. Diamnya Davina membuat Yeon Jun semakin tak karuan. Ahhh baru sehari rasanya sudah berhari-hari dan Yeon Jun tidak suka itu.
"Hai siapa laki-laki itu...?" Gumam Yeon Jun.
Menjadi kebiasaan Yeon Jun memperhatikan Davina dari cctv. Apalagi saat seperti ini, Yeon Jun hanya bisa melihat Davina dari cctv tanpa bisa memintanya untuk datang keruangannya.
"Bukankah itu asisten dari boyband baru ku...?" Yeon Jun semakin terfokus pada asisten boyband tersebut.
"Wahhh... Beraninya dia mendekati wanitaku...!"
Bertindak, Yeon Jun langsung bertindak. Dirinya langsung berdiri dari singgasananya. Gak ada yang boleh mendekati Davina kecuali dirinya. Tidak ada yang boleh memperhatikan Davina kecuali dirinya. Karena Davina hanya miliknya. Itulah yang dipikirkan Yeon Jun saat ini.
Yeon Jun yang sudah berdiri di pintu hanya melihat para staf sekertaris yang fokus ke dua sejoli yang membuat Yeon Jun merasakan panas di hatinya.
"Sudahlah Dev terima saja.... Sekali-kali kau harus kencan jangan hanya bekerja..." Saran dari salah satu staf Sekertaris Yeon Jun.
Yeon Jun sadar betul bahwa Davina memiliki wajah yang cantik dan jelas kecantikannya terlihat berbeda dengan wanita Korea pada umumnya. Oleh karena itu, cukup banyak laki-laki yang menyukainya. Diantaranya adalah karyawan pria di Gold Entertainment.
Cantik, baik dan pintar jelas semua orang ingin mendekatinya. Siapa yang tidak mau memiliki wanita seperti itu. Makanya Yeon Jun sangat over protektif kepada Davina. Jika Davina tidak melarangnya, pasti dengan bangga Yeon Jun sudah mengumumkan, bahwa Davina miliknya. Agar tidak ada yang berani mendekati wanitanya.
"Kau kan belum punya pacar Dev, siapa tahu jodoh."
"Kalau nanti kalian jodoh dan menikah, kalian harus traktir kami lo..."
Ucap para staf sekertaris tersebut membuat Yeon Jun semakin marah. Tangannya mengepal didalam saku celananya, untuk menahan emosinya.
"Jodoh... Enak saja, Davina itu milik ku, berani-beraninya mereka menjodohkan Davina dengan laki-laki lain" Batin Yeon Jun.
Ehem
Yeon Jun berdehem dengan keras dan menatap orang-orang disana dengan tatapan dingin.
"Sudah acara perjodohannya...?" Tanya Yeon Jun dengan nada dingin hingga membuat semua Staf tersebut langsung diam membeku.
"Kau...." Yeon Jun menunjuk asisten boyband tersebut. "Pergi dari ruangan ini. Jangan pernah mengganggu kerja staf sekertaris ku. Jika aku melihat kau mengganggu mereka lagi, jangan harap bisa bekerja di sini lagi."
Tanpa membantah, asisten tersebut langsung pergi meninggalkan tempat yang tiba-tiba dia anggap sebagai ruangan terkutuk.
"Kalian semua kembali bekerja. Aku tidak membayar kalian untuk mencarikan wanitaku jodoh. Sekali lagi kalian menjodohkan Davina dengan laki-laki, jangan harap kalian bisa bekerja di sini lagi."
Ancaman Yeon Jun tersebut berhasil membuat Davina membulatkan matanya karena tidak percaya. Mungkin tidak hanya Davina, tapi juga para staf sekertaris lainnya. Terlihat jelas mereka juga merasa tak percaya dengan pengumuman Yeon Jun yang secara tiba-tiba.
__ADS_1
"Ikut aku...!" Yeon Jun mendekati Davina dan menarik tangan Davina tanpa memperdulikan pandangan para staf sekertaris yang mengikuti pergerakan mereka masuk ke ruangan Yeon Jun.
"Apa aku tidak salah dengar...?" Ucap salah satu dari mereka sambil tetap terpaku pada pintu yang tertutup.
"Apa aku juga tidak salah melihat...?" Imbuh lainnya dengan ekspresi yang hampir sama.
"Apa benar, bos kita yang anti terhadap wanita sudah jatuh cinta...?"
Ketiga staf sekertaris tersebut bertanya satu sama lain. Mereka masih menatap nanar pintu yang tertutup rapat.
"Ehem..."
Suara Sekertaris Song membuat ketiga staf Sekertaris tersebut tersadar.
"Saya harap kalian bisa jaga mulut kalian. Jika rahasia tuan dan nona saya tersebar, maka orang yang pertama saya cari adalah kalian bertiga. Kalian paham...?"
"Paham sekertaris song." Jawab ketiga sekertaris tersebut serempak
Ya menjaga privasi sahabat sekaligus atasannya adalah tanggung jawab sekertaris Song. Menjaga rahasia menjadi kewajiban para staf sekretariat agar tidak kehilangan pekerjaannya.
...🤎🤎🤎🤎🤎...
Ketegangan tidak hanya terjadi di ruang staf sekertaris, tapi juga di ruangan orang nomor satu di Gold Entertainment. Ya ketegangan yang terjadi antara Yeon Jun dan Davina.
"Apa maksudmu membongkar hubungan kita...?" Tanya Davina dengan nada tidak suka.
"Bukankah kau sudah janji akan merahasiakan hubungan antara kita...?" Cicit Davina yang takut melihat Yeon Jun saat ini.
"Aku berubah pikiran... Aku akan mengumumkan kepada semua karyawan disini bahwa kau adalah kekasih ku..."
"Junnnn" Rengek Davina.
"Aku sudah memutuskan Dev. Untuk saat ini kau tidak bisa menolak. Aku tidak suka melihat kau didekati oleh laki-laki lain. Aku takut kau berpaling dariku." Jelas Yeon Jun tanpa menutup-nutupi apapun.
"Apa kau cemburu...?"
"Ya aku cemburu... Kenapa...?"
Yes, Davina berhasil membuat Yeon Jun cemburu. Teryata benar info dari sekertaris Song bahwa Yeon Jun suka memperhatikan dirinya melalui cctv.
"Sekarang kau tahu kan bagaimana rasanya cemburu...? Rasa takut kehilangan dan rasa marah kepada laki-laki yang mendekati pasangan kita...?"
"Kenapa memangnya...?"
"Kau tahu kan, bagaimana rasanya...?" Yeon Jun mengangguk kasar. "Jika kau tahu, maka kau sekarang tahu bagaimana perasaanku ketika melihat kau memeluk Clarissa kemarin."
__ADS_1
"Maksudnya..?"
"Aku tidak suka melihat kau dengan Clarissa. Aku marah melihat kau memeluk Clarissa dan aku takut kau berpaling dariku.."
"Clarissa...?"
"Ya Clarissa.... Kau memeluknya kan...!"
"Itu tidak seperti yang kau lihat, aku hanya menenangkannya.. Bukankah aku sudah menjelaskan..? Jadi kau jangan salah faham."
"Owhhh... Jadi aku salah karena salah faham dan cemburu kepada Clarissa...?"
"Bukan begitu sayang..."
"Lalu apa...? Kalau aku jelaskan ke kamu bahwa aku juga hanya berteman dengan asisten Oh, apa kau juga akan percaya...? Tidak bukan...?"
Yeon Jun terdiam, dirinya tidak tahu harus menjawab apa. Karena jelas, apapun hubungan Davina dengan laki-laki tersebut tetap saja membuat Yeon Jun tidak suka.
"Tidak tahu kan...?" Davina mengulang pertanyaannya karena tidak mendapatkan jawaban.
"Baiklah maaf..."
"Aku hanya ingin jelaskan itu Jun. Setelah memilihmu, aku membatasi setiap pergaulan ku. Aku menghindari laki-laki yang ingin mendekati ku dengan alasan tertentu. Aku juga ingin kau lakukan itu Jun.. Aku memperbolehkan kau berteman dengan perempuan, tapi tolong jaga perasaan ku dengan memberikan sedikit batasan antara kau dan perempuan tersebut."
"Terimakasih..." Hanya kata itu yang sanggup keluar dari bibir keluh Yeon Jun. Mendengar Davina mengucapkan hal tersebut membuat Yeon Jun merasa sangat tersanjung, bahagia dan sangat bersyukur.
"Aku tidak meminta ucapan terimakasih darimu. Aku hanya minta, kau lakukan hal yang sama untukku. Aku tidak melarang mu berteman dengan perempuan lain. Tapi aku minta kau menghindari perempuan-perempuan yang bermaksud tertentu terhadapmu. Kau mengerti...?" Yeon Jun hanya mengangguk.
"Rasa cinta bisa tumbuh karena terbiasa. Aku takut kau ataupun dia akan jatuh cinta lambat laun karena terbiasa."
"Kau jangan khawatir karena cintaku tumbuh pada pandanga pertama." Yeon Jun memeluk Davina.
Davina membalas pelukan Yeon Jun. "Berjanjilah jangan pernah membuat ku cemburu."
"Akan aku lakukan apapun jika kau yang meminta padaku." Yeon Jun mengelus punggung Davina "Dan karena kau sudah membuatku cemburu, aku ingin menghukum mu..."
🤎
🤎
🤎
🤎
...Terimakasih Dukungan Dari Reader Semua...
__ADS_1
...Jangan lupa tinggalkan jejak...
...Like, Rate dan Komen...