
...🖤Selamat Membaca🖤...
Uhuk uhuk uhuk
Uhuk uhuk uhuk
Mendengar suara batuk, Davina memutar kepalanya, hanya kepalanya untuk melihat alasan Yeon Jun ter batuk-batuk.
"Air.... Uhukk... Uhukkk Air" Yeon jun meminta air di sela-sela batiknya.
Davina yang melihat keadaan Yeon Jun sedang tidak sedang baik-baik saja langsung berbalik dan mengambil air untuk diberikan kepada Yeon Jun.
Uhuk uhuk uhuk
Uhuk uhuk uhuk
Walaupun sudah minum air, Yeon Jun tetap batuk-batuk dan hal itu semakin membuat Davina panik. "Kau kenapa...? Jun... Kau kenapa...?"
Yeon Jun tidak merespon. Tangannya memegang tenggorokannya sambil batuk-batuk. "Ob... at" Pinta Yeon Jun tidak jelas. "Ob... at"
"Kau butuh apa...?"
"ob.... at"
"Kau tunggu sebentar." Davina yang bingung dengan permintaan Yeon Jun, langsung berlari dan keluar menuju ke ruangan sekertaris Song.
"Sekertaris Song. Tolong Jun." Panik Davina yang membuka pintu ruangan sekertaris Song tanpa permisi.
"Kenapa Yeon Jun?" Sekertaris Song yang melihat Davina menangis dan menyebut Yeon Jun langsung berlari menuju ke ruangan Yeon Jun.
"Kau tahu kenapa dia....?" Tanya Sekertaris song yang melihat Yeon Jun ter batuk-batuk.
"Aku tidak tahu. Dia hanya makan makanan yang aku buat dan tiba-tiba jun batuk-batuk" Jelas Davina
Sekertaris Song memperhatikan makanan yang berada di meja. "Apa disitu ada udangnya...?" Davina mengangguk.
"Shittt"
Sekertaris Song langsung menuju meja Yeon Jun, mengambil obat yang tersimpan di laci meja kerja Yeon Jun.
"Minum ini dulu." Sekertaris Song membantu Yeon Jun untuk meminum obat tersebut dengan susah payah.
"Sekertaris Song, Obat apa itu...? Yeon Jun kenapa...?"
__ADS_1
"Kau akan tahu nanti. Sekarang kau bantu aku bawa dia ke mobil...!"
Dengan susah payah, Davina dan sekertaris Song membawa Yeon Jun ke rumah sakit. Selama perjalanan Davina tampak panik. Dirinya tidak henti mengusap rambut dan pipi Yeon Jun. Mencoba menyadarkan Yeon Jun yang kehilangan kesadaran.
Sesampainya di rumah sakit, Yeon Jun segera dibawa ke ruang unit gawat darurat. Tanpa henti Davina mengucapkan harapan agar Yeon Jun baik-baik saja.
Davina hilir mudik berjalan kesana kemari. Duduk dan berdiri untuk menghilangkan rasa khawatirnya. Tidak jarang dia menghembuskan nafas kasar. Jelas sekali Davina sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja.
"Dev" panggil Umma yang baru saja datang bersama Appa, Yeon Seok Oppa dan Min Ra.
"Umma" Davina langsung memeluk umma.
Davina yang tadi berusaha tenang dan tidak menangis akhirnya kembali menangis. Rasa bersalahnya, sedih dan takut memenuhi hati dan pikiran Davina.
"Sudah jangan menangis" Dengan sabar Umma memeluk Davina dan mengelus rambut Davina yang tengah terguncang karena kejadian ini.
"Sekarang kita duduk dahulu" Umma membimbing Davina untuk duduk di salah satu bangku. "Tenang ya sayang. Yeon Jun pasti baik-baik saja."
"Semua ini gara-gara Aku. Jika bukan karena makanan yang aku bawa, Yeon Jun tidak akan seperti ini. Maaf Umma. Maaf" Davina berbicara dengan sesenggukan.
"Tidak sayang. Bukan salah kamu." Umma mengusap air mata Davina dengan lembut "Yeon Jun seperti ini pasti karena kesalahannya. Umma tahu itu. Jadi kau jangan menyalahkan diri sendiri ya. Percaya sama Umma, Yeon Jun hanya alergi parah dengan berbagai jenis makanan dengan perawatan dokter Yeon Jun akan baik-baik saja"
Umma dan yang lainya sudah tahu pokok permasalahan yang menyebabkan Yeon Jun dirujuk ke rumah sakit. Mereka tahu dari pesan singkat yang dikirim oleh sekertaris Song.
Walaupun mereka belum tahu secara rinci kenapa Yeon Jun memakan makanan yang seharusnya tidak dia makan, tapi mereka yakin Yeon Jun punya alasan sendiri. Karena Yeon Jun sangat tahu tentang alerginya dan dirinya sangat memerhatikan semua makanan yang dia makan.
"Bagaimana keadaan putraku..?" Tanya Appa kepada dokter yang baru saja keluar dari ruangan Yeon Jun.
"Anda tidak perlu khawatir. Tuan muda tidak apa-apa. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Dirinya juga sudah sadarkan diri, tapi sekarang tuan muda tengah kami beri obat penenang sehingga dirinya tengah tidur. Kami akan memindahkan tuan muda keruang rawat, jadi tuan dan yang lainya bisa langsung menjenguk tuan muda di ruang rawat." Papar dokter tersebut.
"Baiklah. Jika kau bilang tidak apa-apa maka aku lega. Aku percaya kepadamu. Terimakasih" tutur Appa kepada dokter keluarga yang menjadi kepercayaannya.
"Terimakasih kepercayaan anda Tuan" Dokter tersebut membungkukkan badan dan pamit untuk melakukan pemindahan Yeon Jun ke ruang rawat.
...🖤🖤🖤🖤🖤...
"Dev. Ini sudah malam sebaiknya kita pulang. Biar Yeon Seok yang menjaga Yeon Jun." Ajak Umma kepada Davina.
"Tidak Umma. Aku akan tetap disini. Aku ingin menjaga Yeon Jun. Karena Yeon Jun seperti ini gara-gara Aku." Tolak Davina dengan lembut.
"Ini bukan kesalahan mu Davina. Ini pasti kesalahan anak nakal tersebut. Jadi kamu jangan menyalahkan diri sendiri."
"Tapi Umma tetap saja ini salah aku juga. Andai aku tidak marah Yeon Jun pasti tidak akan makan makanan yang aku buat." Sesal Davina.
__ADS_1
"Baiklah Umma tidak ingin berdebat denganmu. Jika kamu kekeh mau jaga Yeon Jun, Umma tidak akan melarang mu. Tapi kamu yakin tidak apa-apa jika harus jaga Yeon Jun...?"
"Umma jangan khawatir. Aku tidak apa-apa." Jawab Davina dengan senyuman.
" Baiklah." Umma memeluk Davina untuk berpamitan. "Kalau begitu Umma pamit dulu ya sayang."
"Dev. Aku antar Min Ra pulang dulu ya. setelah itu aku akan segera kemari" Pamit Yeon Seok.
"Iya Oppa, jika Oppa lelah Oppa juga bisa langsung pulang. Aku bisa jaga Yeon Jun sendirian kok."
"Aku pulang dulu ya. Jangan nangis lagi. Kamu jelek kalau nangis." Min Ra memeluk Davina untuk memberikan semangat.
"Kamu hati-hati ya."
Davina mengantar orang-orang sampai ke depan ruangan. Davina memperhatikan semua orang berlalu dari ruangan Yeon Jun untuk kembali ke kediaman masing-masing.
Ruangan yang awalnya riuh kini telah kembali sepi. Davina berjalan mendekat kepada Yeon Jun. Memperhatikan wajah pucat Yeon Jun dan tangan yang tertancap infus.
Davina memeriksa suhu tubuh tubuh Yeon Jun dengan punggung tangannya lalu membetulkan selimut Yeon Jun.
Beranjak dari kursinya, Davina memilih mandi untuk menyegarkan tubuhnya. Hanya berselang beberapa menit tubuh Davina terasa segar.
Davina kembali duduk di sebelah Yeon Jun. Memperhatikan mata Yeon Jun yang masih setia menutup mata.
"Cepat sadar Jun. Aku ingin meminta maaf kepada mu. Berikan satu kesempatan untukku, agar aku bisa memberitahukan perasaanku padamu." Ucap Davina sambil mengelus tangan Yeon Jun.
Cukup lama Davina duduk di sebelah Yeon Jun hingga kantuk mengajaknya untuk terlelap. Davina kembali berdiri dan memperhatikan Yeon Jun.
"I love you" Davina mengecup kening Yeon Jun. "I love you Han Yeon Jun"
"I love you too"
🖤
🖤
🖤
🖤
🖤
...🖤Terimakasih Dukungan Dari Readers Semua...
__ADS_1
...Jangan lupa tinggalkan jejak...
...Like, Rate dan Komen...