Pahit Manis Mencintaimu

Pahit Manis Mencintaimu
Episode 33 Candu Ku


__ADS_3

...💚 Selamat Membaca 💚...


Pagi semakin terasa indah, saat kau bisa melihat sang pujaan hati dikala kau membuka mata. Seorang wanita cantik yang tengah tertidur pulas dihadapannya. Wajah cantiknya benar-benar mempesona walaupun masih tertidur.


Seulas senyuman terukir indah di bibir seksi Yeon Jun kala dia mengingat betapa seksinya wanitanya semalam dan betapa merdunya suara desahannya. Rasa ingin mengulang kegiatan panas tersebut kembali mengisi hasrat ditubuh Yeon Jun


Yeon Jun mendekatkan bibirnya ke bibir Davina. Entah mengapa Davina sudah seperti magnet untuknya. Apalagi bibir tipis Davina seakan sangat nikmat dirasakan.


"Ehhhhh"


Suara erangan terdengar dari bibir Davina.


Bukannya berhenti Yeon Jun malah ******* bibir Davina. Cara romantis untuk membangunkan seorang kekasih pikir Yeon Jun.


"Pagi Sayang....!" Sapa Yeon Jun tanpa merasa bersalah karena sudah mencuri ciuman Davina ataupun membangunkan Davina dari tidurnya.


"Pagi Jun...!" Jawab Davina dengan suara seraknya.


"Uhhhhhh" erangan Davina saat dirinya meregangkan otot-otot tubuhnya. "Tubuhku seperti remuk"


"Mau ku pijat?" Yeon Jun langsung duduk dan memijat lengan Davina.


"Gak usah Jun..." Davina mencoba menarik tangannya.


"Gak pa-pa sayang..." Yeon Jun tetap kekeh memijat tangan Davina dan akhirnya Davina yang mengalah.


"Jangan mengambil kesempatan Jun..." Hardik Davina ketika pijatan Yeon Jun sudah mulai tidak wajar.


"Aku senang kok bisa memijat tubuhmu." Jawab Yeon Jun dengan senyum yang mengembang sempurna.


"Ahhhh" bukan maksud Davina mendesah tapi itu sebenarnya sebuah wujud penolakan dari Davina ketika Yeon Jun memijat salah satu gunung kembar Davina.


"Aku suka suara itu..." Ucap Yeon Jun.


Tanpa aba-aba, Yeon Jun menarik selimut Davina kebawah dan pastinya pemandangan gunung kembar Davina langsung terlihat dengan indah. Karena semalaman mereka tertidur tanpa mengenakan pakaian dan hanya tertutup selimut.


"Junnn ahhh" Desah Davina ketika Yeon Jun melu**t gunung kembarnya.


Bangun dengan pemandangan tubuh polos Davina saja sudah mengairahkan apalagi suara ******* di pagi hari. Jelas semakin membuat Yeon Jun merasa terbakar gairah.

__ADS_1


"Sekali lagi ya sayang..." Bujuk Yeon Jun di sela aktivitasnya mencumbu Davina. "Aku akan melakukan dengan cepat."


"Junnn.. Semalam kau sudah melakukan berulang kali dan kenapa kau masih ingin melakukannya...?" Tolok Davina. "Lagian ini masih pagi dan tidak enak jika Umma tau aku tidur di kamarmu"


"Tak apa sayang... Min Ra juga slalu tidur bersama Hyung jika menginap dan Umma tidak pernah mempermasalahkan hal itu." Jelas Yeon Jun.


"Tapi junnn ahhh" ******* Davina kembali lolos ketika Yeon Jun memainkan tangannya di area sensitif Davina. "Ahh"


"Tubuhmu juga menginginkannya sayang... Jadi mulut ini jangan menolaknya"


Yeon Jun mencium sekilas bibir Davina dan langsung memposisikan tubuhnya setelah memberikan rangsangan kepada Davina.


Di pagi ini dua insan tengah beradu suara dengan siulan burung yang tengah membangunkan penduduk bumi. Berbagai kehangatan dan kenikmatan untuk meredamkan hasrat.


"Ahh Jun... Ahhh" ******* Davina semakin sering ketika Yeon Jun mempercepat ritme permainannya.


"Jangan pernah menahannya sayang... Hanya aku yang akan mendengar suara merdu milikmu.. Orang lain tidak akan bisa mendengar.."


"Kau benar-benar tidak memiliki lelah Jun..." Ucap Davina sambil terengah-engah dan dengan ******* seksinya.


"Tubuhmu candu ku. bagaimana mungkin aku bisa lelah...? Aku selalu ingin merasakan lagi, lagi dan lagi."


"Apa kalian habis olahraga semalam...?" Tanya Umma di sela-sela mereka sarapan.


"Olahraga...?" Yeon Jun mengerutkan dahinya karena tidak paham maksud Umma dan begitu juga dengan Davina.


"Ya olahraga, olahraga ranjang..." Ucap Umma santai.


"Uhuk uhuk"


Davina yang mendengar itu seketika tersedak. Syukurnya Yeon Jun sigap memberikan air kepada Davina. Dengan sabar Yeon Jun mengelus punggung Davina saat Davina meminum air.


"Umma.... Kalau bicara jangan gitu. Calon menantu kita sampai tersedak gara-gara kamu." Ucap Appa yang mengingatkan istrinya.


"Maaf ya Dev, jika Umma terlalu fulgar bicaranya. Kau tidak apa-apa kan..?" Davina hanya menjawabi pertayaan Umma dengan senyuman canggung dan anggukan.


"Umma hanya ingin mengingatkan, hati-hati jika melakukan olahraga. Jangan sampai Davina hamil duluan sebelum kalian menikah. Umma sih gak apa-apa, malahan Umma senang jika segera punya cucu. Tapi Umma tahu, di negara Davina hubungan bebas sangat ditentang. Apalagi disini, pasti nantinya kalian akan sangat di sorot oleh dunia entertainment karena Yeon Jun merupakan salah satu CEO yang menjadi figur banyak pemuda. Ya jadi tolong hati-hati. Apalagi kamu Dev, jangan tertipu dengan mulut manis anak Umma. Dia sangat pintar merayu dan dari sifatnya dia akan slalu mengajakmu olahraga jadi sekali-kali kau harus menolaknya..." Jelas Umma dengan panjang lebar.


"Emmm iya.. iya Umma.." Davina tergagap menjawab.

__ADS_1


Jantung Davina berdetak kencang antara malu dan takut. Walaupun Umma dan Appa tidak marah, tapi sebagai anak dia malu ketahuan melakukan hal yang seharusnya belum mereka lakukan.


"Umma.. Aku saja baru melakukan sekali dan kau sudah bicara seperti itu. Jika setelah ini Davina tidak mau lagi, Umma harus tanggung jawab..." Protes Yeon Jun merasa kesal dengan ucapan Umma.


"Wahhh, berarti kado ulang tahunmu sangat spesial tahun ini Jun. Gak sia-sia 23 tahun menjomblo, jika akhirnya mendapatkan wanita secantik, sepintar dan sebaik Davina. Kau harus bersyukur, jaga Davina dan jangan nakal-nakal lagi. Awas jika nakal Umma potong milikmu itu. Dan ya, Umma hanya berjaga-jaga... gak Salah kan...?"


"Lebih baik kalian segera menikah. Agar kalian bisa segera memberikan kami cucu..." Tambah Appa.


"Itu ide yang bagus. Saat ini jangan sering-sering olahraga. Tolak aja permintaan dari anak Umma Dev, jika mengajakmu olahraga. Tapi nanti saja setelah menikah, sering-seringlah berolahraga, agar kami segera punya cucu yang cantik sepertimu, Davina. Jadi kapan kalian akan menikah...?"


"Jika Davina mau, sekarang pun akan aku nikahi Davina, tanpa kalian minta..." Yeon Jun berdiri "Yuk sayang kita berangkat..."


"Kenapa buru-buru Jun. Umma kan masih ingin bicara sama Davina."


"Gak. Aku tidak mau Davina mendengarkan ocehan Umma. Nanti bisa-bisa Davina tidak mau lagi aku ajak buatin kalian cucu.."


"Dasar anak kurang ajar." Hardik Umma yang mendengar alasan anaknya.


"Davina Pamit Umma." Davina memeluk Umma untuk berpamitan.


"Aku pamit Appa Umma." Pamit Yeon Jun.


Mereka keluar dengan Yeon Jun menggandeng tangan Davina. Yeon Jun sadar ada kecanggungan atau mungkin ketakutan dalam diri Davina. Oleh karena itu, dia ingin menenangkan Davina dari genggaman tangannya.


💚


💚


💚


💚


💚


...Terimakasih Dukungan Dari Readers Semua...


...Jangan lupa tinggalkan jejak...


...Like, Rate dan Komen...

__ADS_1


__ADS_2