
...💙 Selamat Membaca 💙...
Egois.... Yeon Jun egois.... Itulah yang difikirkan Davina saat ini. Bisa-bisanya Yeon Jun kembali kehidupannya dan mengusik hidupnya, apa dirinya lupa tentang semua hal yang terjadi di antara mereka.
Memberikan harapan besar, mengambil harta berharganya sebagai perempuan, memberikan kebahagiaan setiap saat dan dihempaskan sedalam-dalamnya. Menurut Davina laki-laki yang mencintai dirinya dan dia cintai telah mati bersama dengan buah hati yang pernah dia kandung.
Kehilangan buah hati dan kekasih dalam waktu bersamaan membuat Davina terluka. Luka itu terasa sangat sakit bahkan rasa sakitnya masih terasa. Lalu apa salah jika Davina tidak ingin bertemu kembali...? Walaupun Davina tidak pernah pungkiri, hatinya kerap kali merindukan dan menginginkannya lagi.
"Bu Davina tidak apa-apa...?" Tanya Zizi yang melihat Davina hanya termenung di depan cermin sejak dia masuk ke ruangan "Apa bu Davina sakit...?".
"Tidak. Aku baik-baik saja. Kenapa...?" Tanya Davina sambil menampakkan senyumannya.
"Kita harus segera ke perjamuan makan malam." Tutur Zizi.
"Baiklah. Ayuk..."
Perjamuan makan malam. Ini juga acara yang dijadwalkan dalam acara grand opening hotel. Tujuannya untuk mempromosikan berbagai sajian menu hotel.
Davina dan Zizi menyapa satu persatu para tamu undangan yang hadir, menanyakan pendapat tentang hotel baru mereka. Mendengarkan pendapat dan mencatat sebagai bahan evaluasi nantinya.
Senyuman ramah selalu tersungging di bibir Davina. Rok navy pendek di kemeja pink, riasan natural serta rambut terurai memberikan kesan feminim yang mempesona. Semua orang pastinya akan terhipnotis dengan perempuan cantik dan pintar ini.
Sesekali Davina terlihat tergelak dan tertawa kecil sambil menutup mulutnya dengan tangan. Davina melakukannya dengan sangat manis dan bisa membuat orang yang melihatnya terpesona.
"Dia memang sangat cantik." Ucap Yeon Jun yang tidak bisa mengalihkan pandangannya dari Davina. "Rasanya aku tidak ikhlas semua orang menikmati senyumnya."
"Sebelumnya saya minta maaf karena lancang menanyakan hal ini. Tuan Yeon Jun masih mencintai bu Davina...?" Tanya Heru ragu-ragu.
Mendengar pertanyaan itu membuat Yeon Jun terfokus pada laki-laki di depannya. Yeon Jun tahu jelas bahwa Heru merupakan salah satu rekan bisnis Davina yang menaruh hati ke Davina. Yeon Jun juga menyadari bagaimana pesona dari wanitanya itu jadi dia tidak bisa menyalakan Heru sepenuhnya.
"Sangat dan cintaku lebih besar darimu. Aku tahu kau menyukai Davina ku, aku diam bukan berarti aku tidak tahu. Itu hak mu menyukai siapapun tapi mulai saat ini hapus rasa sukamu kepada wanita ku. Davina itu milikku dan sampai kapanpun aku tidak akan membiarkan orang lain memilikinya. Termasuk kamu. Kamu mengerti...?"
"Tapi pak... Sa..."
"Aku tidak akan memaksamu melupakannya secara cepat." Potong Yeon Jun "Aku juga tidak akan mengancam posisimu karena ini, kita bekerja secara profesional. Jadi ku harap kau bisa melupakan Davina pelan-pelan, aku yakin kau akan menemukan perempuan lain yang bisa menggantikan posisi Davina ku. "
"Saya akan coba..." Jawab Heru
__ADS_1
"Aku dan kau berbeda, aku tidak bisa melupakan sedikit pun tentang Davina walaupun sudah lima tahun berlalu. Sekarang aku akan kasih tahu kamu kenapa aku mendirikan anak cabang di Indonesia, itu semua agar aku bisa slalu membantu dan dekat dengan Davina dengan caraku."
"Jadi itu kenapa Tuan slalu berikan sponsor besar untuk hotel-hotel bu Davina...!"
Sekarang Heru tahu kenapa jika pengajuan itu ada sangkut-pautnya dengan Davina maka perusahaannya memberikan jawaban yang cepat bahkan mereka selalu berikan lebih dari yang diminta.
"Iya begitu. Oleh karena itu aku tidak memberikan tekanan apapun di cabang Indonesia. Untung atau rugi aku tidak peduli. Karena cabang ini hanya untuk membantu Davina menggapai cita-citanya. Tapi aku suka kinerja mu, karena kau bisa membuat cabang ini semakin besar tanpa harus diberikan tekanan apapun.. Aku akan berikan bonus yang sepadan."
"Terimakasih Tuan."
Yeon Jun hanya tersenyum dan kembali memperhatikan Davina. Yeon Jun semakin tersenyum tatkala Davina menghampiri mejanya.
"Hai sayang..." Sapa Yeon Jun.
"Ah sial... Bagaimana dia bisa ikut acara jamuan makan malam sih. Padahal sebelumnya dia bilang tidak ingin mengikuti segala rangkaian grand opening karena sedang liburan." Batin Davina menggerutu "Aku harus bagaimana sekarang, jujur sangat susah bersikap profesional dengannya.."
"Selamat malam Tuan Han dan Pak Heru. Bagaimana pak Heru menikmati jamuan kami..?" Tanya Davina yang tidak mau memandang ke arah Yeon Jun.
"Makanannya enak dan pelayanannya sangat memuaskan. Saya suka." Tutur Heru.
"Aku tidak ditanya...?" Yeon Jun mencengkram tangan Davina
"Aku INVESTOR lho " Ucap Yeon Jun menekankan kata investor.
Davina membuang nafas berat "Bagaimana menurut Tuan Han Yeon Jun....?"
"Tanyanya boleh sambil duduk...?" Tanya Yeon Jun.
"Maaf Tuan Yeon Jun, saya tidak bisa menemani Tuan Yeon Jun berbicara panjang lebar. saya harus ke meja lain." Tolak Davina.
"Duduk dulu sebentar saja...!" Pinta Yeon Jun.
"Apa aku harus menuruti mu...?" Tanya Davina.
"Jangan membantah aku tidak suka." Tegas Yeon Jun Jun dengan suara pelan.
"Aku tidak peduli."
__ADS_1
"Harus dan wajib jika kau tidak mau foto-foto kita tersebar."
"Foto...?" Davina tidak paham maksud dari Yeon Jun.
"Foto kita saat di hari ulang tahunku. Foto itu biasa menjelaskan hubungi kita ke semua orang"
"Kau tidak menghapusnya...?" Sentak Davina dengan nada pelan.
"Duduk..." Ucap Yeon Jun sambil memberikan kode dengan kepala agar Davina duduk disampingnya.
"Sudah dan sekarang jelaskan kenapa aku harus duduk....?"
"Aku tidak suka kau menggunakan rok itu." Bisik Yeon Jun ke telinga Davina. "Aku tidak suka kaki jenjang mu dilihat orang lain. Aku tidak suka kau tertawa cantik seperti tadi. Kau harus ingat semua itu hanya milikku."
"Maaf tuan sepertinya tidak ada yang akan kau bicarakan lagi." Davina langsung berdiri. "Saya permisi."
"Ingat jangan gunakan itu lagi sayang. Malam ini pengecualian dan untuk besok tidak ada lagi. Mengerti." Ucap Yeon Jun dengan nada memerintah.
"Aku tidak akan menurutimu." Jawab Davina langsung berlalu begitu saja.
Yeon Jun hanya memperhatikan Davina yang berjalan ke meja lain. "Bagaimana semua laki-laki tidak menyukaimu jika kau secantik itu."
💙
💙
💙
💙
💙
...Terimakasih Dukungan Dari Readers Semua...
...Jangan lupa tinggalkan jejak...
...Like, Rate dan Komen...
__ADS_1