Pahit Manis Mencintaimu

Pahit Manis Mencintaimu
Episode 63 Akhir


__ADS_3

...πŸ’šSelamat Membaca πŸ’š...


"Mama....." Teriak anak kecil yang tiba-tiba mendekat.


"Eh... Kamu anak cantik di hotel kan..?" Tanya Davina dengan bahasa Korea.


"Kalian sudah pernah ketemu...?" Tanya Min Ra


"Kita ketemu di lobi hotel, saat pembukaan Hotel." Jelas Min Ra


"Benarkah vin...?" Tanya Yeon Jun kepada anak perempuan cantik tersebut.


"Aku hanya lewat dan aku tidak sengaja bertemu mama." Jawab Han Yeon Vin.


"Kamu yakin...?" Tanya Yeon Jun


"Emmmm iya iya, aku yakin" Jawab Vin takut-takut.


"Anak cantik tidak boleh bohong lo" Ucap Min Ra.


"Maaf Appa. Vin hanya pengen ketemu dengan mama. Appa sih melarang Vin, jadi Vin merengek sama neni untuk nemani Vin ketemu mama" Jelas Vin.


"Kok Vin gak patuh seperti itu sih..?" Tanya Min Ra


"Maaf Amma, Vin tidak akan mengulanginya. Maaf Yeon Jun Appa, maaf Soo Hyuk Appa, maaf Amma dan maaf mama." Begitulah vin, dia tidak akan malu mengucapkan maaf walaupun itu hanya kesalahan kecil.


"Baiklah. Amma maafkan. Lain kali tidak boleh berbohong dan tidak boleh seperti itu ya."


"Iya Amma" Jawab Vin dengan mengecup pipi sang ibu.


"Dia, anakmu Ra...?" Tanya Davina.


"Iya, namanya Han Yeon Vin."


"Cantik sekali. Hai" sapa Davina


"Hello mama." Jawab vin di pangkuan sang umma.


"Hah mama...?" Davina melirik min ra untuk mencari jawaban. Tapi Min Ra mengendikkan bahunya.


"Kau tidak ingin mengenalkan dirimu kepada mama Vin...?" Tanya Yeon Jun.


Vin turun dari pangkuan sang Umma dan mendekat ke Davina.


"Hello Mama. Namaku Han Yeon Vin. Mama bisa memanggil ku Vin. Selain cantik Vin juga pintar lo. Besok ketika besar Vin akan jadi artis dan punya studio foto seperti kamar Appa yang penuh foto mama. Vin punya dua Appa namanya Han Yeon Jun dan Ji So Hyuk. Vin juga punya dua Amma yaitu Min Ra dan Davina." Celoteh Vin dengan lancarnya.


"Kau memanggilku mama... Kau tahu arti kata mama...?" Tanya Davina.


"Kata Appa, mama itu sama dengan Amma. Karena mama miliknya Appa, jadi mama juga Ummanya Vin. Iya kan Appa..?" Tanya vin ke Yeon Jun.


"Iya sayang, dia memang mamanya Vin." Jawab Yeon Jun dengan santainya.


"Kau jangan bicara aneh-aneh ya." Ucap Davina.


"Gak ada yang aneh. Kan memang kau milikku." Jawab Yeon Jun dengan santainya.


"Bukan... Aku bukan milikmu lagi."

__ADS_1


"Kalau gitu akan menjadi milikku lagi." Jawab Yeon Jun.


"Tidak akan pernah " Jawab Davina.


"Tidak akan pernah kau menolak ku kan...?" Ucap Yeon dengan mengedipkan mata.


"Kau terlalu PD tuan Yeon Jun."


"Kan itu memang fakta nyonya Yeon Jun...!" Ucap Yeon Jun menekan kata nyonya.


"Ehemmmm....." Min Ra dan Soo Hyuk berdehem bersamaan.


"Aku dan Min Ra akan pamit dulu. Kalian bisa lanjutkan perdebatan yang tidak berguna itu setalah kita pergi. Oke...!" Ucap Soo Hyuk.


"Appa, Vin masih mau disini." Rengek Vin ketika dia digendong sang Appa.


"Sayang... Kita pergi dulu ya. Biarkan Appa dan mama berdua dahulu." Ucap Min Ra.


"Tapi kan Vin ingin kenalan dengan mama."


"Tadi kan sudah."


"Hihhh baru sebentar."


"Sayang.... Ini sudah malam, anak kecil gak boleh tidur terlalu malam. Nanti kamu tidak tumbuh dengan baik kalau tidur terlalu malam..."


"Tapi kan maaa...."


"Sayang, dengarkan Amma ya." Ucap Yeon Jun.


"Baiklah.... Tapi besok mama Davina mau main sama Vin kan..?"


"Baiklah... Sampai jumpa Appa dan mama " pamit Vin.


"Sampai jumpa sayang." Jawab Yeon Jun.


"Kita duluan...!" Pamit Min Ra.


"hati-hati " Jawab Davina dengan senyum indahnya.


...πŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’š...


Setelah Min Ra dan Soo Hyuk berpamitan, kini tiba saatnya untuk Yeon Jun yang bercerita.


Yeon Jun mengungkapkan semua yang ada di hatinya. Tentang kerinduannya kepada Davina dan tentang cintanya yang tidak pernah berkurang.


Yeon Jun menceritakan semua hari-harinya yang berat tampa Davina. Yeon Jun menjelaskan semua keinginannya.


"Davina, aku laki-laki dengan seribu kekurangan dan aku laki-laki dengan banyak kesalahan. Tapi kau wanita baik dan berhati besar, tolong beri aku kesempatan sekali lagi..." Pinta Yeon Jun.


Davina hanya diam seribu bahasa. Davina tidak bisa menerima Yeon Jun begitu saja dan dia juga tidak bisa menolak Yeon Jun.


Yeon Jun berdiri dari kursinya dan berlutut di hadapan Davina dengan menyodorkan sebuah kotak yang berisi cincin dan Davina mengenali dengan jelas cincin itu.


"Aku pernah mengecewakan kamu Dev, aku pernah mengambil keputusan yang membuatmu kecewa, aku pernah kehilanganmu dan saat ini aku tidak ingin hal itu terulang lagi. Dev tolong beri aku satu kesempatan kembali." Yeon Jun kembali meminta kepada Davina.


"Davina Kristina putri, Will you marry me...?" Davina tetap diam dan tidak menjawab.

__ADS_1


"Davina Kristina putri, maukah kau menjadi istriku...?" Ucap Yeon Jun dengan bahasa Indonesia.


"Maaf Jun....!" Jawab Davina lirih.


"Davina, maukah kau menjadi Istriku...?"


"Maaf Jun..."


"Davina, maukah kau menikah denganku...?"


"Junnnn berhenti." Davina mencoba menarik tangannya.


"Aku tidak akan berhenti dan aku tidak akan melepaskan mu sebelum kau menjawab Mau...!" Jelas Yeon Jun.


"Kau egois Jun...!" Ucap Davina..


"Benar."


"Kau jahat Jun."


"Benar "


"Aku benci padamu Jun."


"Aku tidak masalah "


"Aku sudah tidak mencintai mu"


"Kau masih mencintai ku." Kekeh Yeon Jun.


"Kau terlalu percaya diri." Ucap Davina yang mulai menangis.


"Jangan menangis." Pinta Yeon Jun.


"Kau jahat, aku benci denganmu, kau mencampakkan aku, kau meninggalkan ku." Ucap Davina.


"Ya aku jahat. Kau boleh memaki ku."


"Aku tidak ingin kembali padamu."


"Baiklah... Aku akan melepaskan mu jika itu mau mu" jawab Yeon Jun mengalah. "Malam ini adalah malam terakhir untukku Dev. Jika kau benar-benar tidak ingin bersamaku aku akan pergi dan tidak akan pernah mengusik mu lagi. Aku akan berusaha tidak terlihat olehmu dan akan ku pastikan itu. Maaf dan terimakasih untuk semua Dev. Aku mencintaimu...!" Ucap Yeon Jun.


Setelah mengucapkan itu Yeon Jun berdiri dan melepaskan Davina walaupun berat rasanya.


"Semoga kau slalu bahagia Davina. Aku mencintaimu " Yeon Jun hendak berjalan tetapi sebuah tangan memegangi jas miliknya.


"Kau... Kau... Kau benar-benar jahat." Ucap Davina. "Sejengkal saja kau meninggalkan ku maka aku tidak akan mengampuni mu..." Ucap Davina sesenggukan.


"Aku tidak mau hanya kau lamar. Aku mau langsung menikah dengan mu" ucap Davina sambil menatap Yeon Jun.


Sebuah air mata terjatuh melewati sebuah bibir yang tersenyum simpul. "Aku akan langsung menikahi mu, jika perlu aku akan menikahi mu sekarang dan saat ini juga." Jawab Yeon Jun yang langsung memeluk Davina.


"Jangan tinggalkan aku lagi." Ucap Davina.


"Bagaimana mungkin aku meninggalkan mu saat hatiku sudah kau ambil sepenuhnya...!" Jelas Yeon Jun. "Aku mencintaimu Davina."


"Aku juga mencintaimu"

__ADS_1


...^^^πŸ’šπŸ’š TAMAT πŸ’šπŸ’š^^^...


__ADS_2