
...💛 Selamat Membaca 💛...
Jakarta
Jika ada hati yang merindu di pulau Dewata maka ada hati yang berbunga di ibu kota. Ya Senyum merekah menghiasai bibir seksi Yeon Jun. Baru mendengar pengakuan Davina kepada ibunya saja sudah membuatnya sangat sangat bahagia. Apalagi nanti jika Yeon Jun bisa mendengar langsung.
"Kau sudah mendengar jawaban putriku. Hanya sekali aku memberikan mu kesempatan, maka tempati janjimu..." Ucap Galang serius.
"Saya berjanji Om..." Jawab Yeon Jun sungguh sungguh.
"Jangan buat putriku menangis lagi. Sekali saja kau menyakiti putriku, aku tidak akan segan-segan membunuhmu."
"Tidak akan Om, tidak akan pernah"
"Bagi kami, kebahagiaan Davina adalah hal yang sangat berharga. Setiap senyumannya akan menjadi kebahagiaan untuk kami sebagai orang tuanya. Tidak hanya kami berdua tapi juga kakak-kakak Davina. Kau pasti sudah bertemu dengan kakak Davina kan...?" Tanya mama Asila lembut.
"Sudah Tante. Saya bertemu sekali dan saya juga sering melihat mereka saat Davina ada kerjaan."
"Davina adalah princess di rumah ini, semua keinginannya dan semua yang membuat dia bahagia akan dikabulkan oleh kedua kakaknya. Sampai sekarang, kakaknya slalu memberikan prioritas kepada Davina walaupun mereka sudah berkeluarga. Cinta kakaknya kepada Davina tidak pernah berubah, karena Davina memiliki tempat tersendiri di hati mereka. Karena sayang itulah membuat mereka sangat protektif kepada adik mereka. Mereka takut hal lalu terulang lagi. Rumah yang berwarna karena Davina pernah menjadi suram karena Davina yang depresi. Oleh karena itu, kami sangat marah dan sempat membencimu nak. Tapi karena berjalannya waktu kami tahu, bahagia putri mama ada di kamu, maka mama dengan senang hati akan memberikan kesempatan kepada mu." Jelas mama Asila.
"Terimakasih sudah memberiku kesempatan Tante, terimakasih om. Aku benar-benar berjanji akan slalu berikan yang terbaik untuk putri om dan Tante." Yeon Jun benar-benar tidak tahu harus berbicara apa kepada orang tua Davina, oleh sebab itu dirinya hanya berterima kasih lagi dan lagi.
"Kami titip Davina ya nak, jaga dia dan jangan kau lakukan hal-hal yang menentang dari kebudayaan kami. Jangan lakukan kesalahan kalian yang dulu. Sayangi putri kami lebih dari kami menyayanginya."
"Iya Tante" Senyuman Yeon Jun merekah.
"Terimakasih ya Jeng, mau memaafkan putra kami dan keluarga kami.... Saya juga sayang Davina seperti saya sayang dengan Min Ra. Mereka berdua wanita yang dicintai anak-anak ku oleh sebab itu aku juga menyayangi mereka. Maaf pernah buat kalian kecewa dengan mengambil keputusan yang salah." Ucap mama Yeon Jun.
__ADS_1
"Sudahlah, semua yang berlalu biarlah berlalu. Mungkin memang kesalahan anak-anak kita yang melakukan hal yang tidak seharusnya mereka lakukan sebelum menikah. Sekarang kita lupakan masa lalu Jeng. Aku berdoa di masa-masa yang akan datang putriku akan slalu bahagia." Jelas mama Asila.
"Sekali lagi terimakasih Om Tante."
"Maafkan juga suami Tante ya Jun. Sudah buat kamu lebam semua."
"Tidak apa-apa Tante. Memang dia harus dikasih pelajaran. Biar gak bodoh lagi." Ucap Min Ra.
"Ya Appa rasa kau harus bersyukur mendapatkan lebam tersebut." Sahut Appa Yeon Jun.
"Ya Appa benar. Dia pasti bersyukur karena sekarang sudah dapat dukungan dari mama dan papanya Davina. Apalagi mendengar ungkapan cinta dari Davina. Sudah semakin tidak terasa dong sakitnya." Ejek Soo Hyuk suami Min Ra.
"Bagaimana pun kau harus berhati-hati. Karena kakak-kakak Davina masih di luar negeri. Ya mungkin kau akan mendapatkan satu dua pukulan lagi dari mereka..." Sambung papa Galang.
"Papa..." Sela mama Asila "Jangan seperti itu, kasihan Yeon Jun."
"Umma..." Ucap Yeon Jun memelas. "Aku benar anakmu kan..?"
"Gak..." Jawab Umma sambil menggelengkan kepalanya.
"Aku akui anak jika bisa bawa putriku Davina bertemu denganku lagi. Umma merindukan putri Umma sayang." Ucap Umma dengan mengedipkan mata genit.
"Pasti, segera ku lakukan." Jawab Yeon Jun mantap.
Setelah mendapatkan penolakan dari Davina Yeon Jun merasa terpukul. Yeon Jun kecewa bukan karena Davina tapi pada dirinya yang tidak bisa menjaga Davina. Setelah check out dari hotel milik Davina, Yeon Jun memilih menginap di hotel yang diinapi keluarganya. Semalaman Yeon Jun berfikir apa yang akan dilakukan jika Davina tetap tidak mau menerimanya. Untung saja otak cerdasnya memberikan ide yang tidak terduga.
Sebenarnya Yeon Jun juga tidak yakin dengan idenya, tapi Yeon Jun tidak mau melewatkan kesempatan yang ada. Walaupun sedikit kemungkinan untuk berhasil Yeon Jun tetap mencobanya. Ya inilah ide kecil itu, datang menemui keluarga Davina yang berada di Jakarta.
__ADS_1
Bermodalkan tekat dirinya datang ke rumah Davina. Pertama datang dirinya tidak diperbolehkan memasuki rumah. Bahkan memasuki gerbang saja tidak diijinkan. Nama Han Yeon Jun seakan menjadi daftar blacklist keluarga Galang.
Tanpa putus asa, Yeon Jun menunggu di depan gerbang seharian walaupun tidak ada yang memperdulikan dirinya. Walaupun menunggu seharian, mama dan papa tetap tidak mau membuka pintu. Malam tiba, Yeon Jun akhirnya memilih mencari hotel untuk menyiapkan tenaga mungkin juga rencana.
Hari kedua dirinya kembali lagi dan masih sama. Dirinya tidak diperbolehkan untuk masuk sampai malam. Hingga dihari ke tiga mama Asila luluh dan membukakan pintu untuk Yeon Jun. Sayangnya hanya mama Asila yang luluh. Papa Galang tetap dengan ketidaksukaannya.
Senang, tapi Yeon Jun masuk dengan hati yang was-was dan takut. Semua bercampur aduk. Dengan suara pelan dan terlihat gugup, Yeon Jun mengutarakan niatnya untuk kembali dengan Davina. Baru mengutarakan saja dan itupun belum selesai Yeon Jun berbicara, papa Galang sudah emosi dan memukuli Yeon Jun. Syukurnya ada mama Asila yang bisa membuat papa Galang sedikit tenang.
Akhirnya dengan wajah babak belur dan menahan lebam, Yeon Jun menceritakan segalanya yang terjadi. Cerita tentang kecelakaan Yeon Seok hingga dirinya mengambil keputusan yang membuatnya kehilangan Davina. Yeon Jun juga menceritakan sosok Davina dimatanya, sepenting apa Davina bagi hidupnya, kerinduannya kepada Davina, semua hal tentang dirinya dan Davina termasuk penolakan yang dilakukan Davina kepadanya kemarin.
Anda waktu bisa diulang Yeon Jun ingin kembali pada saat Davina mencintainya. Dimana mereka bisa slalu bertukar kabar. Sayang waktu tak pernah mau berhenti berdetik apalagi kembali ke masa lalu.
💛
💛
💛
💛
💛
...Terimakasih Dukungan Dari Readers Semua...
...Jangan lupa tinggalkan jejak...
...Like, Rate dan Komen...
__ADS_1