Pahit Manis Mencintaimu

Pahit Manis Mencintaimu
Episode 45 Hari Pernikahan


__ADS_3

...πŸ’™ Selamat MembacaπŸ’™...


Davina sudah mempersiapkan semuanya untuk hadir di tempat ini. Bukan bersiap dengan pakaian yang indah ataupun berdandan menawan tapi menyiapkan mental untuk datang ke pernikahan sang mantan kekasih bersama sahabat terbaiknya. Walaupun dengan keraguan, Davina datang dengan menggandeng sang kakak laki-laki, Kak Dalfa lah yang akhirnya menemaninya.


"Kau tidak apa-apa...?" Tanya Kak Dalfa.


Davina hanya tersenyum untuk menjawab pertanyaan sang kakak. Jujur Davina merasa bahwa dia adalah satu-satunya wanita bodoh, yang memilih hadir di tempat pernikahan sang mantan.


"Princess kecil kakak harus kuat." Dalfa mengelus rambut Davina dengan lembut.


Melihat banyak rangkaian bunga bertuliskan nama Yeon Jun dan Min Ra dengan berbagai doa. Seharusnya nama dirinya yang bersanding dengan nama Yeon Jun dan bukan nama Min Ra.


Hati Davina semakin nyeri saat menyaksikan langsung Yeon Jun dan Min Ra mengucapkan sumpah setia sehidup semati. Mereka tampak tersenyum manis saat bertukar cincin pernikahan dan semua orang bertepuk tangan saat Yeon Jun mengecup kening Min Ra.


Inilah akhir dari kisah cintanya bersama Yeon Jun. Semua berakhir benar-benar berakhir.


Setelah acara sumpah setia, pengantin dipersilahkan untuk menemui para tamu secara langsung. Tanpa Davina duga, orang yang pertama kali dihampiri Yeon Jun dan Min Ra adalah dirinya.


"Selamat." Ucap Davina mengulurkan tangannya ketika Yeon Jun sampai dihadapannya dengan bergandengan tangan dengan min Ra.


Ya acara pernikahan ini memang dibuat lebih kekeluargaan. Mempelai pengantin bisa menemui siapapun dan tidak dipajang di depan.


Yeon Jun menerima jabatan tangan Davina dan menarik perempuan tersebut dalam dekapannya. "Aku sangat merindukanmu. Aku senang bisa melihatmu." Bisik Yeon Jun sebelum melepaskan pelukannya.


Davina membeku. Ucapan dan tindakan Yeon Jun membuat pertahanan Davina runtuh.


"Siapa dia Dev...?" Tanya Yeon Jun.


Tanpa Davina sadari, Yeon Jun slalu memperhatikan Davina. Sejak Davina sampai dengan menggandeng laki-laki lain dan semua interaksi mereka. Yeon Jun tidak suka melihat Davina sangat dekat dengan laki-laki lain. Yeon Jun cemburu, sangat cemburu. Hal itulah yang membuatnya langsung menghampiri Davina.


"Dalfa." Dalfa mengulurkan tangannya dan dengan berat hati Yeon Jun menerima uluran tangan tersebut.


"Davina sayang"


"eh... Iya...?" Davina tersadar dari lamunannya ketika disenggol kak Dalfa.


"Malah bengong." Dalfa mengusap rambut Davina "Katanya kau ingin ketemu Umma kan. Kau temui Umma dulu, nanti aku akan menyusul mu.."

__ADS_1


"Baiklah... Aku permisi." Pamit Davina.


"Aku juga Pamit kebelakang tuan Yeon Jun dan nyonya Han. Mohon maaf aku tidak membawa hadiah apapun untuk pernikahan kalian." Pamit dalfa.


"Kau siapanya Davina....?" Tanya Yeon Jun yang sedari tadi menahan amarahnya melihat sang wanita di sentuh laki-laki lain.


"Kau tanya aku siapa...?" Dalfa mendekat dan berbisik kepada Yeon Jun. "Aku kakak laki-laki Davina, orang yang tidak akan membiarkan Davina menangis demi laki-laki brengsek seperti mu. Jadi jangan sampai kau mendekati Davina lagi setelah ini."


...πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™...


Di sebuah ruangan VVIP Davina menangis di pelukan Umma, dirinya tidak bisa lagi menahan sesak di dadanya. Melihat orang yang dia kasih bersanding dengan wanita lain.


"Kau tidak apa-apa Sayang...? Maafkan Yeon Jun Sayang, maafkan Umma juga, aku harap kau mengerti ya." Ucap Umma sambil memeluk dan juga ikut menangis.


"Iya Umma."


"Kau tetap mau menunggu Yeon Jun kan..? Hanya sampai Min Ra sembuh." Pinta Umma.


"Maaf Umma aku tidak bisa." Davina mengurai pelukannya. "Terlalu sakit berada di sini. Yeon Jun sudah meninggal aku dan semua hal mengingatkan aku kepada Yeon Jun Umma. Bagaimana aku bisa bertahan di tempat seperti ini...?"


"Yeon Jun tidak meninggalkan kamu sayang. Dia tetap milikmu sayang. Dia hanya membantu menyelematkan Min Ra dan cucu Umma. Hanya itu saja...!"


Davina melepaskan cincin yang melingkar di jari manisnya. "Maaf Umma, aku ingin mengembalikan ini... Cincin ini adalah cincin yang digunakan Yeon Jun untuk melamar ku. Aku rasa, aku harus mengembalikan ini karena lamaran tersebut sudah tidak berlaku lagi... Orang yang dilamar dan yang melamar sudah tiada...!"


"Dev.... Yeon Jun akan tetap menikahi mu sayang. Umma tahu, Dia hanya mencintai mu...!"


"Maaf Umma, aku tidak bisa menjadi istri kedua ataupun menjadi istri simpanan. Semua akan sama-sama menyakitkan untukku dan menunggu tanpa kepastian juga menyiksaku perlahan."


"Sayang... Maafkan Umma...!" Umma semakin menangis mendengar penuturan Davina.


"Sudah tidak ada yang perlu dimaafkan Umma. Davina minta maaf jika selama ini Davina ada salah ke Umma ataupun ke lainnya. Davina juga berterima kasih karena Umma dan semuanya mau menerima Davina sebagai keluarga. Jika ada kesempatan lain, Davina akan sangat senang bisa bertemu dengan Umma lagi nanti... Semoga nanti Davina bisa bertemu Umma lagi..." Ucap Davina sambil tersenyum.


"Kita tetap bisa bertemu terus sayang, seperti biasa...!"


"Aku rasa tidak Umma. Karena Davina akan segera meninggalkan Korea."


"Kau mau pergi...?" Tanya seseorang yang baru saja masuk ke ruangan tersebut.

__ADS_1


"Aku akan pulang ke Indonesia.."


"Dev... Aku mohon tetaplah di sini... Jangan tinggalkan aku...!" Pinta Yeon Jun yang langsung berlutut dihadapan Davina.


"Maaf Jun aku tidak bisa lagi tinggal di sini. Terimakasih atas cinta yang kau berikan selama ini untukku. Aku harap kau hidup bahagia. Aku juga akan hidup dengan bahagia di tempat asal ku." Suara Davina bergetar.


"Maafkan aku sayang.... Tolong maafkan aku Please... Tolong kasih tahu bagaimana caranya kau mau memaafkan aku... Aku mohon Jangan menghukumku seperti ini. Pukul aku, tampar aku, maki aku lupakan semua kekesalan mu padaku. Tapi aku mohon jangan pergi, tetaplah disini." Ucap Yeon Jun mengiba.


Davina diam tapi air matanya tidak bisa berbohong. Hatinya sakit dan terluka jika harus tetap disini. Tapi Davina juga tidak bisa melihat Yeon Jun mengiba seperti ini. Apakah salah jika Davina ingin melindungi hatinya dengan pergi...?


"Aku tahu, keputusan ku menyakitimu, tapi aku tidak tahu harus bagaimana lagi Davina sayang. Aku tahu kau marah padaku. Tapi bisakah kamu tetap disini menunggu ku. Hanya sampai Min Ra sembuh atau hanya sampai bayinya lahir. Setelah itu aku akan langsung menikahi mu. Seperti janjiku...Tolong mengertilah sayang..."


Yeon Jun mengiba dengan meneteskan air mata. Dirinya tidak tahu bagaimana harinya jika Davina pergi, setelah sekian lama mengisi kekosongan hidupnya.


"Kau egois Jun...!"


"Iya aku egois. maka Maafkan keegoisan ku Davina. Aku mohon..." Yeon Jun mengecup tangan Davina berulang kali.


"Sakit Jun..." Davina mencoba menarik tangannya tapi Yeon Jun tidak melepaskan tangan Davina. Yeon Jun tetap menggenggam tangan Davina dan tetep meletakkan kepalanya di pangkuan Davina.


"Lepaskan aku Jun... Sakit..." Rintih Davina


"Aku tahu ini menyakitkan,. Tolong tetap bertahan disini..." Yeon Jun masih tetap memohon dan menggenggam tangan Davina. Dirinya tidak ingin Davina pergi setelah genggamannya lepas.


"Kakak... Kak Dalfa..." Davina beralih ke kakaknya yang sedari tadi hanya duduk dihadapannya. "Kakak sakit, perut Davina sakit..."


πŸ’™


πŸ’™


πŸ’™


πŸ’™


πŸ’™


...Terimakasih Dukungan Dari Readers Semua...

__ADS_1


...Jangan lupa tinggalkan jejak...


...Like, Rate dan Komen...


__ADS_2