Pahit Manis Mencintaimu

Pahit Manis Mencintaimu
Episode 34 Salah Faham


__ADS_3

...🖤 Selamat Membaca 🖤...


Di siang hari yang cerah, Yeon Jun mendapatkan tamu yang tidak terduga. Dia adalah Clarissa. Perempuan cantik tersebut datang dengan tampilan yang sangat menawan.


Clarissa datang untuk mengunjungi sang CEO Gold Entertainment,Yeon Jun. Clarissa datang bersama asistennya tetapi setelah beberapa waktu sang asisten tersebut keluar.


Davina yang melihat Clarissa datang sudah menunjukkan wajah masam. Apalagi saat sang asisten keluar sendiri, yang berarti saat ini Yeon Jun dan Clarissa berduaan di dalam ruangan tersebut.


Dengan sabar Davina menunggu waktu istirahat, hingga waktu menunjukkan saatnya istirahat. Sayang seribu kali sayang, Yeon Jun tidak membalas pesan dari Davina dan Clarissa juga tidak kunjung keluar.


Bermodalkan nekat dan bermodalkan rasa cemburunya, Davina berdiri dan membawa sebuah map kosong. Berjalan mantap dan mengetuk pintu yang tertutup rapat lalu membuka pintu dengan sangat pelan.


"Tuan..." Ucap Davina lirih.


Adegan yang cukup membuat Davina tercengang. Clarissa tengah menangis di pelukan Yeon Jun. Terlihat jelas juga Yeon Jun membalas pelukan tersebut dan mengelus punggung Clarissa.


Davina menutup kembali pintu tersebut dan menatap nanar pintu yang tertutup tersebut. Segala pikiran negatif dan positif memenuhi pikiran Davina.


"Dev..." Panggil Soo Wol sambil menepuk pundak Davina.


"Hai kau kenapa...?" Soo Wol tampak kaget melihat mata Davina yang memerah dan berair.


Davina mengusap kasar matanya. "Aku permisi dulu.."


"Kau mau kemana Dev...?" Soo Wol menarik tangan Davina yang hendak meninggalkan dirinya.


"Aku hanya ingin ke toilet." Jawab Davina lesu dan langsung meninggalkan Soo Wol dengan sejuta pertanyaan.


"Junnn" Soo Wol membuka pintu ruangan Yeon Jun tanpa aba-aba.


"Astaga" teriak Soo Wol yang kaget melihat adegan di depan matanya. Jelas itu juga mengagetkan dua insan yang tengah berada di ruangan tersebut.


Adegan tersebut sama seperti yang dilihat Davina. Hanya saja Clarissa sudah tidak menangis lagi. Sekarang Soo Wol tahu apa yang membuat Davina seperti tadi.


"Sayang..." Soo Wol membungkukkan tubuhnya untuk mensejajarkan dengan tinggi anaknya. "Kau keruangan Appa dulu ya. Mom ingin bicara sama Ahjussi sebentar."


"Iya mom.."


Anak perempuan cantik tersebut langsung melesat ke ruangan Sekertaris Song. Sedangkan Soo Wol berjalan dengan angkuh dan duduk di hadapan Yeon Jun dan Clarissa.


"Apa saya mengganggu acara bermesraan antara Tuan Yeon Jun dan nona ular...? Upsss" Soo Wol membekap mulutnyan dengan gaya centilnya "Maaf maksud saya nona Clarissa."


Soo Wol memang memiliki dendam yang mendalam terhadap perempuan yang ada di depannya.


Dulu Soo Wol dan Clarissa adalah teman saat sekolah. Tapi hubungan mereka rusak karena Soo Wol melihat Clarissa menggoda sekertaris Song.


Tanpa malu, Clarissa meminta sekertaris Song untuk menjadikannya kekasihnya dan memutuskan Soo Wol. Bahkan jika memang tidak memungkinkan untuk memutuskan Soo Wol, maka Clarisss tidak masalah untuk jadi yang kedua.

__ADS_1


Jelas hal itu membuat Soo Wol murka, karena temannya sendirilah yang menusuknya dari belakang. Sejak dari situ hubungan persahabatan mereka benar-benar hancur.


"Lama tidak berjumpa sahabat ular...!" Sapa Soo Wol dengan senyuman mengejek.


"Kelihatannya kita tidak sedekat itu untuk menanyakan kabar satu sama lain" Jawab Clarissa tak kalah sinis.


"Ah ya.. saya lupa. Persahabatan kita rusak gara-gara ada wanita ular yang mencoba untuk merebut kekasih sahabatnya..." Sindir Soo Wol yang tepat sasaran, karena wajah Clarissa langsung berubah drastis.


"Jun.. kelihatannya aku harus pamit dulu." Clarissa berdiri dari duduknya. "Aku bisa menemui mu lain kali kan...?"


"Iya..." Jawab Yeon Jun singkat.


"Aku permisi Yeon Jun" Pamit Clarissa dengan senyuman manisnya.


"Hati-hati nona ular dan semangat mencari mangsa ya. Tapi ingat, saudara saya tidak akan tergoda denganmu karena saudara saya sudah punya wanita yang sangat cantik dan baik. Jelas tidak sebanding denganmu." Ucap Soo Wol dengan santainya.


Clarissa tampak menatap Soo Wol dengan tatapan tidak suka tapi Soo membalas tatapan tersebut dengan tatapan mengejek.


"Huhhh"


Soo Wol mendengus ketika Clarissa sudah keluar dari ruangan Yeon Jun.


"Sudah...?" Tanya Yeon Jun.


"Apanya yang sudah...?" Tanya Soo Wol bingung.


"Haii kenapa kau marah padaku...?" Tanya Soo Wol yang tidak terima.


"Bukannya marah, aku hanya menginginkan kamu. Sikapmu yang seperti tadi itu tidak sopan..." Jelas Yeon Jun.


"Lalu apa sikap kalian yang berpelukan mesra itu sopan...?" Tanya Soo Wol tidak mau kalah.


"Aku hanya ingin memenangkannya... Aku tidak tahu harus bagaimana... Dia bercerita dan memelukku sambil menangis. Jadi aku mencoba menenangkannya.." jelas Yeon Jun.


"Memangnya tidak bisa dengan cara lain...? Apa hanya bisa dengan berpelukan mesra seperti itu...?"


"Siapa yang berpelukan mesra...?"


"Jun, mata itu hanya bisa digunakan untuk melihat dan tidak bisa mendengar apa yang kalian bicarakan. Jadi apa salah jika aku menilai kalian tengah berpelukan mesra..?"


"Aku hanya menenangkan Clarissa, Kau salah faham dan menilainya berlebihan." Kekeh Yeon Jun.


"Ya terserah..." Soo Wol berdiri. "Kau hanya menenangkannya atau benar-benar memeluknya aku tidak perduli. Aku pergi dulu...!"


"Hemmm... Jangan lupa ajak putrimu kesini.." Perintah Yeon Jun saat Soo Wol ingin keluar.


"Kau bisa melihatnya di ruangan Mo Young (Sekertaris Song). Aku ingin menemui seseorang yang juga salah faham seperti ku. Kelihatannya dia juga butuh pelukan untuk menenangkannya."

__ADS_1


"Maksudnya...?"


"Tidak ada maksudnya. Jangan lupa tenangkan Clarissa lagi biar aku yang menenangkan Davina" Ucap Soo Wol langsung keluar ruangan.


"Hai apa maksud mu...?" Teriak Yeon Jun ketika mendengar nama Davina.


Untuk beberapa saat Yeon Jun termenung sebelum dirinya beranjak dan berjalan keluar. Tempat yang dituju adalah ruangan sekertaris Song. Karena Yeon Jun tidak melihat Davina di ruangannya.


"Dimana Soo Wol...?" Tanya Yeon Jun kepada Sekertaris Song.


"Bukankah dia di ruangan mu...?" Bukannya menjawab, sekertaris Song malah kembali bertanya.


Tanpa menjawab, Yeon Jun berjalan keluar.


Disaat itu dia berpapasan dengan para staf sekertaris yang baru saja selesai istirahat.


"Dimana sekertaris Davina...?" Tanya Yeon Jun kepada para staf sekertaris.


"Kami tidak tahu Tuan. Davina tidak ikut istirahat bersama kami." Jawab salah satu staf sekertaris tersebut.


Yeon Jun langsung kembali masuk ke ruangannya. Mengambil ponsel untuk menghubungi Davina. Teryata terdapat 2 panggilan tidak terjawab dan 5 pesan dari Davina.


"****" dirinya lupa mengubah mode ponselnya.


Yeon Jun mencoba menghubungi Davina, tapi sayangnya tidak bisa. Bukan karena ponsel Davina mati ataupun tidak terjawab, tapi karena sengaja dimatikan. Ya Davina menolak panggilan dari Yeon Jun.


Percobaan pertama gagal, lalu percobaan kedua sama hasilnya. Di percobaan ketiga ponsel Davina mati.


Karena tidak bisa menghubungi Davina, Yeon Jun mencoba menghubungi Soo Wol tapi hasilnya sama. Ya seperti halnya Davina.


Yeon Jun memutar otak, bagaimana caranya dia menghubungi Davina. Yeon Jun paham kenapa Davina seperti itu, Davina sedang salah faham. Yeon Jun juga tahu dimana Davina sekarang. Tapi dirinya tidak bisa menemuinya begitu saja.


Yeon Jun hanya bisa mondar mandir di ruangannya untuk mencari cara. Syukurnya berkat otaknya yang cerdas, Yeon Jun bisa menemukan cara yang tepat. Dirinya tahu bagaimana caranya mendekati Davina tanpa menimbulkan kecurigaan para karyawan.


🖤


🖤


🖤


🖤


🖤


...Terimakasih Dukungan Dari Readers Semua...


...Jangan lupa tinggalkan jejak...

__ADS_1


...Like, Rate dan Komen...


__ADS_2