Pahit Manis Mencintaimu

Pahit Manis Mencintaimu
Episode 47 Mulai Kembali


__ADS_3

...♥️ Selamat Membaca ♥️...


Yeon jun kembali dengan raut wajah yang tidak bisa dijelaskan. Mata merah dan sayu itu menjelaskan bahwa dirinya tidak baik-baik saja.


"Umma...!"


Yeon Jun langsung bersimpuh dan berlutut di kaki Umma yang tengah duduk di ruang keluarga. Umma dan Appa memang tengah menanti kepulangan Yeon Jun. Mereka ingin tahu apa yang terjadi kepada Davina.


"Bagaimana Jun...? Apa yang terjadi...?" Tanya Umma yang sudah tidak sabar lagi. Dirinya sangat khawatir dengan keadaan Davina.


Yeon Jun tidak menjawab, dirinya terisak dan tetap menangis di kaki sang Umma.


"Jun... Kau laki-laki nak. Kenapa kau menangis seperti itu...? Apa yang terjadi...?" Appa ikut angkat bicara karena dirasa Yeon Jun tidak ingin menanggapi pertanyaan Umma.


"Umma... Appa... Aku sudah menjadi pembunuh. Aku sudah membunuh cucu Umma dan Appa... Aku sudah membunuh anakku, darah daging ku... Aku pembunuh Umma... Aku membunuh anakku... Aku sudah membunuh anakku yang ada di kandungan Davina


Huhuhu..." Rancau Yeon Jun sambil menangis.


"A... Apa maksudmu Jun...? Davina...? apa Davina, Davina...?" Ucap Umma terbata-bata


"Davina keguguran Umma. Aku membunuh anakku.."


"Huuuuuu..." Tangis Umma pecah seketika. Dia memukul-mukul dadanya. "Semua ini salahku... Bukan salahmu, Maafkan Umma Jun... Huhuhu..."


"Sayang...." Appa menggenggam tangan Umma yang digunakan untuk memukuli dadanya... "Jangan menyakiti diri sendiri."

__ADS_1


"Maaf.... Maafkan Umma Jun.." Umma ikut duduk di lantai dan memeluk Yeon Jun yang masih bersimpuh. "Maafkan Umma.... Semua ini salah Ua... Maafkan Umma. Umma melakukan kesalahan besar terhadap kalian. Terhadap kamu dan Davina.. Huhuhu,."


Ketika Umma mulai tenang, Appa membimbing Umma untuk menuju ke kamar. Karena sangat tidak baik membiarkan Umma tetap berada di ruang keluarga. Yeon Jun dan Umma sama-sama tengah terpukul jadi mereka tidak akan bisa tenang jika dibiarkan bersama.


...♥️♥️♥️♥️♥️....


"Jun..." Appa kembali ke ruang keluarga setelah menenangkan Umma dan setelah Umma tertidur.


Appa membawa satu botol minuman beralkohol dan dua gelas minum. Appa membuka botol tersebut dan menuangkan ke dalam gelas-gelas.


"Minumlah..." Appa memberikan gelas kepada Yeon Jun.


"Aku tidak minum Appa. Davina tidak suka jika aku minum alkohol." Jawab Yeon Jun dengan suara lemahnya.


Dirinya sangat ingat, Davina marah besar ketika melihat ada minuman alkohol di kamar yang ada ruang kerja kantornya.


"Sedikit saja. Temani Appa... Appa ingin minum.." Appa memaksa Yeon Jun untuk menerima gelas tersebut dan akhirnya Yeon Jun menerima gelas tersebut.


Apa meminta Yeon Jun untuk bersulang lalu mereka menghabiskan minuman dalam sekali tegukan.


"Jangan salahkan diri sendiri." Ucap Appa membuka obrolan. "Juga jangan salahkan siapapun."


"Ini semua salahku." Ucap Yeon Jun.


"Tidak ada yang salah Jun. Ini adalah jalan yang diberikan Tuhan untuk mu dan Davina."

__ADS_1


"Jika aku tidak meninggalkan Davina, Jika aku menanyakan keadaannya, jika aku meminta pendapatnya, jika aku tidak meninggalkannya begitu saja, jika aku tetap disampingnya, semua akan baik-baik saja Appa. Aku tidak akan kehilangan anakku dan Davina." Yeon Jun kembali menangis dan menyalahkan diri sendiri.


Appa menepuk-nepuk punggung Yeon Jun. Selama beberapa menit Yeon Jun berada di posisinya. Yeon Jun menelungkup kan wajahnya ke lutut kakinya yang di tekuk.


"Apa seorang ayah menangis seperti anak kecil seperti ini..?" Tanya Appa menyerahkan satu gelas minuman. "Minumlah."


Appa dan Yeon Jun kembali meneguk alkohol tersebut.


"Tuhan mengambil anakmu bukan karena membencimu. Appa yakin Tuhan ingin kau lebih dewasa lagi. Tuhan ingin lebih dekat denganmu dengan cara seperti ini. Percayalah pada Appa, Tuhan tidak akan salah memberikan jalan untuk hambanya."


Yeon Jun hanya diam dirinya tidak menjawab apapun yang dikatakan sang Appa.


"Appa sudah hubungi Papanya Min Ra. Appa bilang bahwa kau tidak akan datang malam ini karena Appa ingin minum denganmu malam ini. Appa ingin kau melepaskan semua rasa bersalah dan sedih mu malam ini. Besok kau harus memulai hidupmu kembali. Anak Appa adalah anak yang hebat, dia tahu apa yang terbaik dan dia akan lakukan yang terbaik."


♥️


♥️


♥️


♥️


♥️


...Terimakasih Dukungan Dari Readers Semua...

__ADS_1


...Jangan lupa tinggalkan jejak...


...Like, Rate dan Komen...


__ADS_2