
...💜 Selamat Membaca 💜...
Davina menatap ketiga rekan kerjanya, dengan raut yang tidak bisa di jelaskan. Bibirnya tersenyum tapi ada gemuruh di hati dan ada debaran yang hebat di jantungnya.
Davina yang baru saja keluar dari ruangan Yeon Jun ketika jam sudah menunjukkan sore hari dan sebentar lagi adalah waktunya untuk pulang.
Ingin rasanya Davina mencaci maki Yeon Jun karena Yeon Jun membiarkan dirinya tertidur sangat lama setelan olahraga ranjang selesai. Al hasil ya seperti ini, dirinya hanya bisa memasang senyum konyol dihadapan ketiga rekan kerjanya.
"Un...ni... Maaf.." Ucap Davina tergagap.
"Dev duduk di kursi mu deh ..." Pinta salah satu staf tersebut dan Davina mengikuti perintah tersebut tanpa membantah sedikit pun.
"Dev... Boleh tanya sesuatu...?"
Davina yang tahu akan diintrogasi hanya mengangguk pasrah melihat tiga teman kerjanya mengerubunginya.
"Kamu beneran kenal sama Tuan Yeon Jun dan keluarganya sebelum magang di sini...?" Lagi-lagi Davina hanya mengangguk.
"Kamu beneran pacaran sama Tuan Yeon Jun...?" Davina kembali menjawab dengan anggukan.
"Beneran Tuan Yeon Jun sudah melamar mu untuk manjadi nyonya Yeon Jun."
Kali ini Davina tidak mengangguk, karena dirinya juga shock kenapa para teman kerjanya tahu tentang ini. Padahal dirinya saja belum cerita ke siapa-siapa dan dilamar saja baru tadi kok. Itu yang dipikirkan Davina saat ini.
"Unni tahu dari mana...?"
"MAMPUS..." Ucap ketiga staf tersebut bersamaan.
"Kenapa Unni...?" Davina bingung, kenapa mereka mengumpat bersamaan.
"Dev jujur kepada kami..." Ucap rekan kerjanya dengan wajah yang serius. "Kau dan Tuan Yeon Jun sengaja menyembunyikan status kalian untuk memantau kerja kami kan..?"
__ADS_1
"Ehhh tidak tidak..." Davina mengibaskan kedua tangannya. "Sumpah Unni. alasannya bukan seperti yang kalian pikirkan...."
"Jangan berbohong Dev...!"
"Gak Unni, aku berkata jujur. Aku tidak pernah mengadu apapun."
"Tadi saat Tuan Yeon Jun keluar dari ruangannya, Tuan menemui kami. Tuan mengancam kami, jika kami menyebarkan hubungan kalian maka kami akan dipecat secara tidak hormat. Tuan Yeon Jun bilang, kalau tuan tidak ingin kau tidak merasa nyaman jika semua orang tahu siapa dirimu. Tuan Yeon Jun meminta kepada kami untuk tidak menilai mu seenaknya, karena bukan kamu yang menggoda Tuan Yeon Jun tapi Tuan Yeon Jun lah yang mengejar mu. Bahkan sejak mengenalmu Tuan Yeon Jun sudah jatuh cinta kepada mu dan itu terjadi sekitar satu tahun Lalu."
Davina hanya mendengarkan cerita para rekannya. Sebenarnya dirinya tidak tahu kapan Yeon Jun keluar. Karena dirinya langsung terlelap setelah peperangan di medan ranjang itu selesai. Percayalah, Yeon Jun sangat agresif saat mereka bercinta, hingga membuat Davina slalu kewalahan dan kelelahan.
"Terimakasih Unni kalian bisa menerima ku selama ini dengan baik. Tapi aku harap Unni bisa tetap merahasiakan ini ya. Aku merahasiakan status ku bukan untuk memantau kalian kok."
"Lalu untuk apa Dev...? Atau jangan-jangan kau menceritakan kepada Tuan Yeon Jun jika kita sering menghujatnya..."
"Gak lah.. kalau itu aku juga termasuk dalam tim kalian...!"
"Kau serius Dev..?"
"Iya Unni. Sebenarnya aku menyembunyikan status ku agar tidak ada yang membedakan aku dengan anak magang lainnya. Agar aku dapat perlakuan yang sama dan aku bisa belajar dari sana. Jadi aku mohon Unni jangan berubah sikap ya. Kalian harus seperti biasanya saat belum tahu siapa aku sebenarnya..."
"Tidak akan... Aku janji.." Davina menunjukkan jari tengah dan telunjuknya sebagai tanda janjinya.
...💜💜💜💜💜...
Sesuai dengan saran yang diberikan Davina. Yeon Jun membicarakan niatnya untuk melamar Davina. Saat ini Yeon Jun sudah berhadapan dengan Umma dan Appa.
"Bagaimana menurut Umma dan Appa...?" Tanya Yeon Jun setelah menjelaskan pokok pembahasan. "Kalau Aku sendiri sangat ingin segera mengesahkan Davina sebagai istriku."
"Mama sih sangat setuju. Semakin cepat semakin baik. Coba bayangkan, setelah Yeon Seok dan kamu menikah lalu punya anak. Ahhh pasti cucuku akan secantik ibu-ibu nya." Celetuk Umma yang terlihat tengah membayangkan hal indah tersebut.
"Kenapa Umma sangat yakin kalau cucu Umma perempuan, bagaimana kalau laki-laki....? Memangnya Umma gak mau punya cucu seganteng aku...?"
__ADS_1
"Mau perempuan atau laki-laki itu sama saja. Tapi coba bayangkan jika Yeon Seok dan kamu punya anak perempuan. Uchhh kan personil Umma untuk shoping jadi bertambah banyak. Umma, kedua menantu cantik Umma dan cucu-cucu cantik Umma. Nyonya dan nona-nona Han.... Ahhh indahnya..." Hanum bayangkan saja sudah membuat Umma bersemangat apalagi kalau hal itu menjadi kenyataan.
"Nantinya kalian ke mal bukan untuk shoping tapi memindahkan mal ke rumah kita dan lama-lama rumah ini akan seperti mal" Celetuk Appa.
"Memindahkan mal...?" Umma sedikit berfikir karena di kepalanya terlintas ide yang sangat menarik menurutnya "Bagaimana jika Appa dan anak-anak Umma belikan mal atau buatkan mal untuk Umma dan mantu-mantu Umma. Kelihatannya seru mengelola mal bareng mantu-mantu Umma. Biar mantu-mantu Umma tidak jadi sekertaris anak-anak Umma yang gak ada akhlak."
"Gak ada akhlak giman Umma...?" Tanya Yeon Jun yang sedikit tidak terima.
"Bayangkan coba. Mana ada calon istri dijadikan sekertaris yang harus kerja keras. Seharusnya mereka cukup diam dan duduk manis seperti tuan putri. Seperti Appa yang melakukan Umma."
"Davina itu mandiri dan dia tidak ingin merepotkan orang lain. Ah ya kenapa pembahasan kita semakin jauh dari topik...? Jadi bagaimana menurut Appa dan Umma tentang keinginanku...?" Tanya Yeon Jun mengulang pertanyaannya.
"Kalau Appa setuju. Lebih cepat lebih baik. Kalau usul Appa, nanti kita ke Indonesia bersama-sama saja tapi setelah acara pernikahan dari Yeon Seok. Berhubung 1 bulan lagi Yeon Seok menikah, maka bulan ini kita fokus dulu ke persiapan pernikahan Hyung mu."
"Umma setuju. Nanti kita bisa liburan disana agar bisa lebih kenal dengan keluarga Davina." Tambah Umma.
"Baiklah aku setuju."
Sebenarnya Yeon Jun sangat ingin segera ke Indonesia. Menurut Yeon Jun semakin cepat semakin baik dan juga dirinya merasakan hal yang tidak enak jika tidak segera ke Indonesia. Tapi benar kata Umma dan Appa, sebaiknya dirinya fokus membantu sang Hyung, yang sebentar lagi akan segera menikah.
💜
💜
💜
💜
💜
...Terimakasih Dukungan Dari Readers Semua...
__ADS_1
...Jangan lupa tinggalkan jejak...
...Like, Rate dan Komen...