Pahit Manis Mencintaimu

Pahit Manis Mencintaimu
Episode 29 Luluh


__ADS_3

...💛 Selamat Membaca 💛...


Masih berada di ruangan yang sama. Ruangan orang nomor satu di kantor ini.


"Nyamannya." Yeon Jun meletakkan kepalanya di pangkuan Davina dan tangannya melingkar di perut Davina.


"Kenapa aku harus tinggal di sini...? Apa yang ingin kau lakukan...?" Tanya Davina sambil mengelus rambut Yeon Jun.


"Tidak ada. Aku hanya ingin memeluk mu." Jawab Davina.


"Apa tidak apa-apa kau langsung bekerja setelah sakit...?"


"Apa kau menghawatirkan aku..?" Yeon Jun mengubah posisinya agar bisa melihat wajah cantik Davina.


"Pastinya." Jawab Davina tanpa ragu.


"Maka berikan aku ciuman jika kau mengkhawatirkan aku." Ucap Yeon Jun sambil menunjuk pipinya.


"Hisss dasar." Davina memukul perut Davina.


Yeon Jun terkekeh melihat kekesalan Davina. "Aku tidak apa-apa Sayang. Jika aku bekerja aku bisa melihat mu. Jika aku tidak bekerja aku tidak akan bisa melihat mu dan pastinya aku akan merindukan kamo. Merindukan mu itu sakit."


Davina mencubit hidung Yeon Jun dengan gemasnya. "Kenapa kau jadi gombal sekali sih...?"


"Siapa yang gombal. Itu yang kurasakan kok...!"


"Masak...? Aku tidak percaya...! Orang selama ini kau juga biasa saja jika tidak ada aku...!"


"Kau yang tidak tahu saja. Karena yang tahu hanya hatiku dan sang pencipta hati..!" Yeon Jun tersenyum. "Terimakasih sudah mau membuka hatimu untukku."


"Terimakasih sudah mau berjuang dan bersabar untuk ku.."


"Jika untukmu apapun akan ku lakukan."


"Sekarang aku mau kau membuktikan cintamu kepadaku...!" Pinta Davina.


"Mau bukti apa lagi sayang...?"


"Belikan makan siang untukku Jun.. Karena aku tidak mungkin kenyang jika cuma makan kata-kata manis darimu.."

__ADS_1


"Kenapa kau merusak suasana Sayang....? Kau memang tidak romantis." Ejek Yeon Jun.


"Terserah. Tapi aku lapar saat ini."


"Jelas kau lapar. Karena kata-kata manis ku bukan untuk makanan perut tapi untuk hatimu. Biar kau slalu dan slalu bertambah cintamu padaku."


"Kenapa kau khawatir dengan hatiku...? Bukankah aku sudah bilang. Alasan aku mencintaimu...? Aku mencintaimu karena kau mencintaiku. Jadi jika ingin cinta ku bertambah untuk mu, maka slalu tambah kadar cintamu untukku...!"


"Tanpa kau minta....!"


...💛💛💛💛💛...


Hari-hari berjalan begitu cepat. Tidak terasa sudah satu bulan Davina dan Yeon Jun jadian. Mereka slalu berangkat dan pulang kantor bersama, walaupun hubungan mereka masih bersifat rahasia dan disembunyikan dari karyawan kantor.


"Jun..." Panggil Davina yang mulai jengkel karena Yeon Jun tidak meresponnya.


"Jun"panggil Davina sambil mencium pipi Yeon Jun.


"Ahhh sayang... Kenapa mencubit ku...?" Yeon Jun menatap lekat manik perempuan yang ada di sampingnya.


"Aku dari tadi ngomong dan kamu tidak mendengarkan aku...? Ckckck" Davina berdecak dan menggelengkan kepalanya. "Bagus sekali ya..!"


"Maaf sayang... Aku hanya sedikit kaget dengan menu makan siang yang kau bawakan...." Ucap Yeon Jun spontan.


"Gak sayang... Bukan seperti itu.." Suara Yeon Jun langsung berubah panik. "Apapun yang kau masak akan aku makan... Aku tidak akan menolaknya... Aku janji... Tapi kau jangan marah padaku.. Okay...!"


"Kalau gitu buktikan" Davina mengambil kotak makan dan sendok. "Aku akan menyuapi mu, kau paling suka aku suapi kan..? Jadi sekarang aaa..." Pinta Davina kepada Yeon Jun untuk membuka mulutnya.


"Apa aku benar-benar harus memakannya...?" Ucap Yeon Jun lirih. Tapi tetap saja ucapannya didengar oleh Davina dan seketika Davina menampilkan wajah marahnya. "Okay-okay Sayang... aku akan memakannya"


Yeon Jun segera menerima suapan dari Davina. Dirinya mengunyah dengan pelan karena keterpaksaan. Tapi teryata Yeon Jun tidak merasakan bahan yang sangat dia takuti.


"Bagaimana enak...?" Tanya Davina sambil tersenyum mengejek. "Aku tidak bodoh Jun. aku tidak akan melakukan hal bodoh dua kali Jun...! Jadi kau tidak perlu terlalu negatif thinking ke aku.."


"Maaf sayang... Aku hanya parno melihat makanan itu... Tapi untuk makanan ini aku suka kok. Enak.." Ucap Yeon Jun jujur.


Ya semakin hari, Yeon Jun semakin dibuat tunduk oleh Davina. Yeon Jun slalu memberikan apapun yang Davina inginkan dan Yeon Jun juga semakin manja pastinya.


"Owh... Jadi kau parno melihat masakan yang aku buat...?" Ucap Davina sambil mengangkat salah satu alisnya.

__ADS_1


"Lha kok...?" Yeon dibuat bingung dengan respon Davina. "Bukan gitu Sayang...!"


"Lha tadi kamu bilang seperti itu...! Kau parno dengan masakan ku ini." Jelas Davina dengan mengangkat kotak bekal yang dia bawa.


"Maaf sayang... Aku percaya padamu dan aku sangat senang kau memasakkan makanan untukku.."


"Bohong..."


"Tidak sayang..." Yeon Jun berusaha membujuk.


"Gak percaya..." Davina melipat bibirnya.


"Baiklah aku akan buktikan...!" Yeon Jun langsung mencium pipi Davina. "Ini bukti untukmu"


"Aku minta bukti Jun bukan ciuman darimu..!" Protes Davina.


"Kan kamu yang minta bukti, jadi aku berikan buktinya padamu. Bukti bahwa aku mencintaimu sangat amat mencintaimu Davina sayang. Ciuman itu tulus dari hati ku"


Davina hanya terpaku mendengarkan ucapan manis dari yeon jun. Entah sejak kapan hati Davina benar-benar luluh. Hati yang dulu dijaga agar tidak sepenuhnya diberikan kepada laki-laki teryata sudah terambil seluruhnya oleh laki-laki yang ada di depannya.


Kini Davina tidak akan ragu memberikan hati dan cintanya untuk yeon jun. Mulai saat ini esok ataupun nanti, Davina janji akan selalu mencintai Yeon Jun seperti Yeon Jun mencintainya.


"Aku mencintaimu Jun" Ucap Davina sambil mengembangkan senyumnya.


"Aku juga sangat mencintai mu Dev"


Perlahan Yeon Jun mendekat menempelkan bibirnya ke bibir ranum Davina. Yeon Jun melu**t bibir Davina. Bibir manis yang semakin menjadi candu untuknya.


💛


💛


💛


💛


💛


...Terimakasih Dukungan Dari Readers Semua...

__ADS_1


...Jangan lupa tinggalkan jejak...


...Like, Rate dan Komen...


__ADS_2