
...🤍 Selamat Membaca 🤍...
"Jangan gitu dong sayang. Vin mau Apa...? Nanti Appa belikan." Rayu Jun.
"Gak mau." Ucap Vin sambil menggelengkan kepala.
"Vin mau kamar seperti kamarnya Appa kan..? Besok kita buat kamar buat Vin." Rayu Yeon Jun kembali.
"Gak mau. Gak jadi minta ke Appa" Vin mendekat ke Harabeojinya "Harabeoji aja yang buatkan Vin kamar seperti kamar Appa ya. Vin gak mau dibuatkan sama Appa. Appa jahat sih sa Vin." Rengek Vin pada Appanya Yeon Jun.
"Kok Vin bilang Appa jahat sih. Gak boleh gitu sayang. " Nasihat dari Halmeoni.
"Habisnya Appa gak mau ajak Vin ketemu Umma Davina sih. Pokoknya Vin akan mogok bicara sama Appa, sampai Appa mau ngajak Vin ketemu dengan Umma."
"Vin kok gitu sih. Gak boleh gitu sayang kepada Appa." Kali ini Harabeoji yang menasehati Vin
"Yuk Umma, kita pulang." Ajak Vin menarik tangan Min Ra. "Harabeoji dan Halmeoni mendukung Appa. Gak mendukung Vin."
"Kok pulang...? Vin gak jadi ke taman sama Appa...?" Tanya Yeon Jun.
"Umma katakan kepada Appa. Vin gak mau ke taman sama Appa jahat."
"Kok Appa jahat sih..?" Tanya Yeon Jun.
"Umma katakkan ke Appa, kalau Appa itu jahat karena tidak ajak Vin ketemu Umma Vin."
"Appa kan sudah bilang, Vin itu tidak bisa ketemu sama Davina."
"Umma tanyakan ke Appa. Kenapa tidak bisa...?"
"Karena Davina tidak tinggal di sini."
"Umma tanyakan ke Appa. Umma Davina Tinggal dimana...?"
Semua orang hanya senyum-senyum menahan kelucuan dari tingkah Vin.
"Di Indonesia."
Beberapa saat Vin terdiam "Indonesia... Indonesia itu mana..?"
"Indonesia itu jauhhh sekali. Vin tidak akan paham dengan bahasa yang digunakan orang Indonesia. Karena bahasanya berbeda dengan bahasa kita Vin."
"Appa bohong ya. Vin kan pintar jadi Vin pasti bisa mereka." Vin bersekolah di sekolah internasional yang mempelajari berbagai bahasa internasional jadi Vin sudah mengenal beberapa bahasa.
__ADS_1
"Percaya sama Appa Vin pasti tidak paham. Umma, Halmeoni, Harabeoji, dan Appa juga tidak bisa."
"Appa bohong lagi ya.... Hihhh gak boleh Appa." Vin menghentakkan kakinya.
"Vin sini deh." Yeon Jun mengeluarkan ponsel dan mencari video Davina yang tengah diwawancarai oleh stasiun televisi. "Sini.. Katanya mau lihat Davina."
Vin mendekat dan duduk dipangkuan Yeon Jun. Vin memperhatikan dan mendengarkan wawancara yang dilakukan Davina. Matanya berkedip kedip yang menandakan dia tengah bingung.
"Appa..." Vin memandang Yeon Jun dengan ekspresi paling lucunya. "Vin gak tau mereka sedang bicara apa."
"Makanya Appa gak bisa ajak Vin ketemu Davina. Karena Vin dan Appa tidak bisa bahasa mereka."
"Huhhh" Vin mengerucutkan bibirnya."Gimana ya caranya...?"
"Appa tahu caranya lho Vin... Appa kenal orang yang pintar bahasa Indonesia." Ucap seseorang yang baru masuk ke ruangan tersebut.
"Hyuk Appa...." Vin berlari ke laki-laki yang baru masuk ke ruang keluarga tersebut.
Soo Hyuk menggendong dan mencium pipi Vin. Lalu berjalan dan duduk di samping Min Ra dan tidak lupa mencium pipi perempuan yang satu bulan lalu sudah sah menjadi istrinya.
Soo Hyuk teman dari Yeon Seok, pemilik restoran yang pernah didatangi Min Ra, Davina, Yeon Jun ataupun almarhum Yeon Seok. Setelah sembuh Min Ra dekat dengan Soo Hyuk dan mereka memutuskan untuk menikah. Pastinya mereka telah mempertimbangkan semua.
"Sudah selesai kerjaannya...?" Tanya Min Ra yang hanya di angguki Soo Hyun.
"Iya sayang. Appa tahu.. Kalau di Indonesia, Umma itu biasa dipanggil mama. Jadi kalau disana Vin bisa memanggilnya mama Davina."
"Mama Davina. Bagus sekali. Ayok Appa bawa Vin ketemu mama Davina." Pinta Vin kepada Soo Hyuk.
"Appa gak bisa sayang. Hanya Yeon Appa yang bisa bawa kita ke Indonesia, karena Mama Davina kenalnya kepada Yeon Appa." Jelas Soo Hyuk
"Yeon Appa gak mau." Vin Kembali cemberut.
"Paksa donk. Harus mau. Vin tahu kan caranya paksa Yeon Appa." Bisik Soo Hyuk mempengaruhi Vin.
Vin mendekat kembali kepada Yeon Jun "Appa ayok ketemu mama Davina." Vin menarik-narik tangan Yeon Jun.
"Gak bisa Vin."
"Baiklah.. Vin marah buesarrr sama Appa kalau gitu."
"Jun... Kita semua ingin ketemu Davina. Termasuk Vin. Umma rasa sudah saatnya kau temui dia. Kita semua temui Davina." Umma Yeon Jun angkat bicara kali ini.
"Iya Jun. Aku rasa juga merasa seperti itu... Beberapa kali aku ketemu Davina di berbagai event atau rapat, dia tetap perempuan yang baik seperti dulu. Setahuku banyak kolega-kolega muda yang tertarik dengannya dan ada juga yang tertarik menjadikan dia menantu. Kau tidak takut dia dimiliki orang lain...?" Imbuh Soo Hyuk
__ADS_1
"Aku juga sudah kasih tahu dia. Rasanya aku ingin doa'in agar Davina dijodohkan. Biar saja Jun menyesali perbuatannya yang mengulur-ulur waktu untuk menemui Davina." Min Ra mulai ikut memprovokasi.
"Kalian berdua apaan sih." Ucap Yeon Jun yang tidak suka.
"Makanya cepat temui mantu Umma."
"Umma..." Ucap Yeon Jun menolak halus.
"Kali ini Appa juga ingin kau segera temui Davina. Jangan menunda-nunda lagi Jun. Percayalah, jika kau menunda terus kau akan kehilangan Davina." Kini Appa juga ikut berbicara.
Jun diam, hal ini slalu difikirkan Yeon Jun juga. Takut jelas, Yeon Jun tidak suka jika Davina dimiliki orang lain. Tapi Yeon Jun juga belum punya keberanian untuk bertemu dengan Davina. Dirinya sangat merasa bersalah. Tapi mungkin benar kata semua orang, saatnya Yeon Jun menemui Davina.
"Baiklah. Kita temui Davina."
"Serius Jun...?" Min Ra langsung berteriak senang. "Besok kita berangkat...?"
"Tidak. Minggu depan saja. Saat itu Vin juga libur panjang."
"Kau janji...?" Tanya Min Ra
"Appa Janji kan...?" Tambah Vin
"Iya sayangku Vin." Jawab Yeon Jun tersenyum.
"Yeeee kita ketemu mama...." Teriak Vin girang.
"Kau suka sayang...?" Tanya Umma Yeon Jun.
"Suka sekali Halmeoni." Jawab Vin penuh semangat.
"Semoga kau mau memberikan aku kesempatan kedua Dev. Aku akan lakukan apapun untuk kembali memiliki dan membahagiakan kamu" Batin Yeon Jun
🤍
🤍
🤍
🤍
🤍
...Terimakasih Dukungan Dari Reader Semua...
__ADS_1
...Setelah sekian lama tidak up to date akhirnya bisa update lagi. Semoga kedepannya bisa slalu update setiap hari. Mohon dukungannya ya kakak-kakak semua 😍...