
...♥️ Selamat Membaca ♥️...
Seorang pria tengah duduk sendiri, pandangannya terpaku pada pria yang tengah terbaring di hadapannya. Ya Yeon Jun tengah memperhatikan koan sang Hyung yang tengah terbaring lemah dengan banyaknya alat medis yang menempel di tubuhnya.
"Kapan Hyung akan sadar...? Hyung harus segera sadar dan pulih... Aku sangat merindukan wanitaku Hyung dan aku tidak bisa terlalu lama jauh dari Davina... Tapi aku juga tidak bisa meninggalkan Hyung dalam keadaan seperti ini, hyung adalah satu-satunya saudara ku."
Ya sudah dua pekan Yeon Seok tertidur dan entah sampai kapan mata itu akan terbuka kembali. Padahal dokter sudah melakukan berbagai cara dan berbagai operasi kepada Yeon Seok tapi hasilnya masih nihil.
Dokter tersebut slalu meminta untuk tabah dan sabar. Bagaimanapun saat ini Yeon Seok bisa bertahan karena alat-alat medis yang terpasang di tubuhnya. Jika alat tersebut dilepas maka jiwa Yeon Seok juga ikut terlepas dari raganya.
Yeon Jun dan keluarganya slalu mengusahakan yang terbaik untuk Yeon Seok. Karena saat ini Yeon Seok akan segera menjadi seorang Appa. Ada makhluk kecil yang tinggal di rahim Min Ra dan dia membutuhkan Appanya.
Berbicara tentang Min Ra, keadaan Min Ra secara fisik dia sudah mulai membaik. Sebuah keajaiban dari Tuhan anak yang dikandungnya masih bisa diselamatkan. Sekarang Min Ra tengah menjalani pemulihan secara fisik.
Jika fisik Min Ra sudah mulai proses pemulihan maka berbeda dengan non fisiknya. Karena diduga mengalami benturan di kepala dan juga trauma yang dialaminya, secara tidak sadar membuat Min Ra menghapus memorinya. Ya Min Ra mengalami amnesia.
Hyung dan sahabatnya telah menjadi korban, jelas Yeon Jun tidak tinggal diam. Yeon Jun melakukan segala proses hukum sendiri, dirinya ingin memberikan imbalan kepada orang tersebut semaksimal mungkin.
Pada saat itu, pengemudi yang menabrak Yeon Seok dan Min Ra dalam keadaan mabuk dan membuat orang Terkasih Yeon Jun terbaring seperti saat ini.
"Kau jadi lebih suka melamun nak.." Sapa Appa yang baru masuk kepada Yeon Jun.
"Ehh Appa. Dimana Umma...?" Yeon Jun tersadar dari lamunannya.
Entah sejak kapan, Yeon Jun memiliki kebiasaan duduk memandangi sang hyung. Duduk dengan termenung dan berbagai pikiran menumpuk. Terkadang pikiran aneh tentang Yeon Seok yang pergi meninggalkan Yeon Jun membuat Yeon Yeon semakin takut.
"Dia sedang di kamar Min Ra. Umma mu tengah menemani Min Ra dan calon cucunya..." Jawab Appa tersenyum getir.
"Owhhh..."
"Kau tidak ingin cerita kepada Appa..?" tanya Appa yang mungkin melihat kegelisahan di wajah Yeon Jun
__ADS_1
"Apa yang harus aku ceritakan Appa..?" Jawab Yeon Jun dengan tersenyum.
"Bagaimana kabar Davina...?"
"Baik."
"Kau merindukan dirinya...?"
"Sangat.. sangat merindukannya."
Ya Yeon Jun hanya bisa menahan rindunya yang terdalam. Dengan harapan sang Hyung segera terbangun dan pulih. Sehingga dirinya bisa segera bersua dengan Davina.
...♥️♥️♥️♥️♥️...
Sudah sebulan Yeon Jun berada di Amerika. Sebulan adalah waktu yang sangat lama. Usaha terbaik agar Yeon Jun tersadar masih dilakukan. Sayangnya, Yeon Jun mulai menolak terapi dan perawatan dokter tersebut.Keadaan Yeon Jun benar-benar semakin memburuk.
Sang Umma slalu histeris ketika melihat Yeon Seok dalam keadaan kritis. Dirinya tidak siap kehilangan anak pertamanya apalagi anaknya telah menghamili anak orang. Walaupun seharusnya mereka akan menikah, tapi tetap saja status mereka belum sah dan lagi desakan dari keluarga Min Ra membuat beban keluarga Yeon Jun bertambah.
Appa dan Umma tampak terdiam, mereka tidak tau harus memberikan jawaban apa. Sedangkan aku, aku juga tidak tahu. Aku juga hanya bisa terdiam sambil bersandar di dinding putih sini.
"Tolong berikan kejelasan untuk anak kami. Tolong kau sahabatku kan...? Kau juga sudah menganggap Min Ra sebagai putri mu. Kau pasti tidak ingin putri mu hamil tanpa seorang suami kan...? Bagaimana nanti pandangan publik juga terhadap keluarga kami ...?" Umma Min Ra menangis dengan memegang tangannya. Sedangkan Appa dan Appa Min Ra hanya diam karena mereka juga bingung harus bagaimana.
"Junnn" Panggil Umma Min Ra tiba-tiba.
"Kau menyayangiku seperti kau menyayangi Umma kui kan..?" Yeon Jun mengangguk..
"Aku juga akan melakukan apapun yang umma inginkan
"Umma akan minta satu permintaan untukmu." Ucap Umma Min Ra sambil menggenggam tangan Yeon seok.
"Iya Umma, jika aku bisa maka akan aku lakukan." Jawab Yeon Jun sambil memperlihatkan senyuman yang tipis.
__ADS_1
"Nikahi Min Ra Jun. Kau gantikan Yeon Seok untuk bertanggung jawab. Kau mau kan..?"
Yeon Jun terperangah mendengar permintaan itu. Sungguh permintaan itu tidak pernah Yeon Jun bayangkan. Bagaimana mungkin dirinya harus menikahi min Ra.? Wanita yang sudah menjadi sahabatnya sejak kecil.
"Min Hae" panggil Umma halus. "Tenangkan dirimu terlebih dahulu. Jangan buat keputusan yang terburu-buru..."
"Mau sampai kapan aku harus tenang...? Menunggu anakku hamil besar..? Menunggu dia menyadari keadaannya..? Kita bahkan menyembunyikan keadaan Yeon Seok dan keadaannya sendiri. Kau akan membuat anakku mati juga jika dia tau bahwa dia hamil dan ayah dari anaknya terbaring seperti sekarang. Kau tahu kan kita tidak bisa memaksanya untuk mengingat dan juga tidak bisa memberikan di beban berat. Tolong pikirkan itu...!" Teriak Umma Min Ra histeris.
"Kita pulang dulu ya ma. Biarkan Yeon Jun dan keluarganya memikirkan jalan yang terbaik untuk anak kita. Kau percaya sahabatmu kan...?" Appa Min Ra mencoba menenangkan istrinya yang mulai tidak terkontrol. "Aku percaya keluarga Han tidak akan lari dari tanggung jawab. Jadi kita pulang dulu ya kasihan Min Ra."
Jika Umma Min Ra tampak emosional berbeda dengan Appa, beliau tampak lebih tenang. Dia mempercayakan semua kepada keluarga Yeon Jun. beliau hanya meminta solusi yang baik untuk kedua belah pihak dan jika menikahkan anaknya dan Yeon Jun memang solusi yang baik, maka beliau juga sangat setuju. Mengingat kehamilan Min Ra akan semakin besar.
Yeon Jun semakin kalut ketika dua orang itu keluar. Appa dan Umma tampak memandang Yeon Jun dengan tatapan yang tidak bisa diartikan. Mereka hanya terdiam tapi Yeon Jun tahu apa yang mereka pikirkan.
Yeon Jun kini tengah berada di persimpangan. Haruskah Yeon Jun mengorbankan Davina untuk menyelamatkan sahabat dan calon keponakannya..?
Atau tetap memilih wanitanya.
♥️
♥️
♥️
♥️
♥️
...Terimakasih Dukungan Dari Readers Semua...
...Jangan lupa tinggalkan jejak...
__ADS_1
...Like, Rate dan Komen...