Pahit Manis Mencintaimu

Pahit Manis Mencintaimu
Episode 39 Min Ra Kecelakaan


__ADS_3

...πŸ’› Selamat MembacaπŸ’›...


Waktu berganti dan berlalu begitu cepat. Davina dan Yeon Jun semakin mesra tiap harinya. Walaupun hubungan mereka belum terpublikasi di seluruh kantor, setidaknya para staf sekretaris sudah tahu dan menerima dengan baik. Hal itu, membuat hubungan Yeon Jun dan Davina menjadi lebih terbuka.


Davina slalu membagi waktunya dan tidak pernah melupakan bahwa dia sedang magang. Status hubungannya yang sudah terpublikasi tidak mempengaruhi kinerjanya. Bahkan kinerjanya semakin hari semakin bertambah baik. Hal itu yang membuat para staf sekertaris menyukai Davina.


Yeon Jun yang memiliki kepribadian ramah dan tegas saat bekerja. Dirinya tidak mengenal ada namanya kesalahan saat bekerja, apalagi tidak bisa menyelesaikan pekerjaan yang sudah menjadi tanggung jawabnya. Tapi terkadang namanya karyawan juga ada yang membuat kesalahan termasuk para staf sekertaris.


Berbicara tentang kesalahan karyawan, Staf sekertaris sekarang tahu rahasia agar tidak kena marah besar dihadapan pemimpin mereka yaitu memanfaatkan Davina. Yeon Jun yang sangat sayang kepada Davina tidak akan pernah marah dihadapan Davina. Jadi rahasianya adalah membawa Davina saat dirasakan akan terkena marah oleh Yeon Jun.


Bagaimana mereka bisa tahu, mereka pernah ada staf sekretariat yang membuat kesalahan. Biasanya dia akan dimarahi habis-habisan, tapi karena ada Davina di ruangan tersebut Yeon Jun hanya memberikan nasehat dengan halus. Dirinya terlihat menahan marahnya tapi ketika sang Davina keluar ruangan, Yeon Jun langsung melepaskan kendalinya. Karena hal itu, para staf Sekertaris akan mengajak Davina dengan berbagai cara saat mereka merasa akan kena marah. Agar Yeon Jun tidak marah besar kepada mereka.


Ya seperti itulah pekerjaan tambahan Davina setelah hubungan mereka terpublikasi. Menenangkan Yeon Jun, mengembalikan mood Yeon Jun, menjaga mood Yeon Jun dan intinya menjadi pawang Yeon Jun. Semua itu dilakukan untuk kebaikan kelangsungan para staf sekretaris termasuk Sekertaris Song


"Huhhhh... Setelah ini kita akan kehilangan pawang singa saat marah." Ucap salah satu staf sekertaris.


"Memangnya kau tidak bisa tetap di sini Dev...?" Tambah satunya.


"Ingin sih. Tapi mau bagaimana lagi Unni...? Kan masa magangku kan sudah selesai."


"Tapi kau kan bisa bekerja di sini. Aku yakin, Tuan Yeon Jun pasti akan setuju jika kau tetap disini." Usul mereka.


"Aku harus menyelesaikan tesis ku dulu Unni, biar aku bisa segera lulus."


"Huhh kau harus tetap bantu kami jika kami ada masalah lho."


"Suap kalau itu. Aku akan berusaha kesini jika Unni menelfon ku."


Mereka kembali melanjutkan obrolan mereka, sebuah permintaan, harapan dan membicarakan semua hal yang terjadi akhir-akhir ini. Sesekali mereka tertawa ketika mengingat hal-hal lucu yang terjadi selama Davina disini.


"Sayang..."


Yeon Jun datang menemui Davina dengan wajah paniknya. Membuyarkan obrolan Davina dan rekan-rekannya.


"Aku harus pergi ke Amerika untuk menyusul Hyung sekarang. Kau tidak apa-apa kan aku tinggal beberapa beberapa hari..?"


"Kenapa mendadak...? Apa ada masalah dengan Seok Oppa" Tanya Davina yang ikut khawatir karena melihat kepanikan di wajah Yeon Jun.


"Tidak ada masalah... Hyung dan Min Ra, hanya mengalami kecelakaan kecil jadi aku harus menyusul ke sana."

__ADS_1


"Astaga... Apa mereka baik-baik saja...? aku boleh ikut...? Aku ingin melihat keadaan Min Ra..." Mendengar sahabat baiknya kecelakaan membuat Davina menjadi ikut panik.


"Kau di sini saja ya, aku akan slalu mengabari mu keadaan disana. Tentang keadaanku ataupun keadaan Hyung dan Min Ra. Selama aku di sana kau harus janji hati-hati, jaga diri dan jaga kesehatan... Ingat slalu angkat telfon dariku, balas pesanku dan jangan buat aku khawatir. Mengerti...?"


Davina mengangguk. "Kau juga hati-hati ya."


"Aku akan hati-hati dan akan segera pulang." Yeon Jun mengecup kening Davina sekilas. "Aku pamit ya."


"Boleh aku memelukmu sebentar..?" Tanya Davina.


Yeon Jun langsung menarik Davina dalam dekapannya. "Kenapa harus minta ijin... Aku milikmu, jadi kau bebas memeluk ku... Tunggu aku pulang"


Yeon Jun segera berlalu diikuti oleh Sekertaris song yang juga menampilkan wajah yang panik. Melihat kepanikan kedua orang tersebut membuat Davina merasakan bahwa Yeon Jun tengah membohongi dirinya tentang keadaan Hyung dan Min Ra. Tapi Davina berharap semoga dugaannya salah dan Yeon Jun mengatakan yang sebenarnya.


...πŸ’›πŸ’›πŸ’›πŸ’›πŸ’›...


Sudah dua pekan Yeon Jun berada di Amerika. Komunikasi Yeon Jun dan Davina sangat baik di sepekan pertama tapi dipekan ini komunikasi mereka mulai memburuk.


Yeon Jun slalu bercerita tentang kesibukannya yang tengah mengurus cabang disana menggantikan sang hyung. Selain perusahaan disana, Yeon Jun juga tetap harus memantau gold Entertainment maupun perusahaan keluarganya. Hal ini membuat Yeon Jun semakin sibuk.


Sebagai seorang kekasih, Davina bisa memahami hal tersebut. Dirinya slalu mengabari Yeon Jun terlebih dahulu, menceritakan apa yang terjadi tentangnya, walaupun Yeon Jun hanya membalas pesan tersebut sekali ataupun dua kali dalam sehari.


Sapa Davina langsung ketika dirinya menerima panggilan dari Yeon Jun. Davina slalu bersemangat ketika Yeon Jun menghubunginya. Karena Yeon Jun sangat jarang menghubungi dirinya.


πŸ“±"Hai sayang... Bagaimana kabarmu...?"


Tanya Yeon Jun.


πŸ“±"Kabarku baik hanya saja aku lagi sedikit sakit..."


πŸ“±"Kau sakit...? Kau sakit apa..? Apa sudah ke dokter atau beli obat...? Aku telfonkan dokter pribadi keluargaku ya.. Kau tunggu sebentar, aku akan menelfon mu lagi setelah menelfon dokter ku."


πŸ“±"Hai hai... Kenapa cerewet sekali sih, tapi aku suka kau perhatian seperti itu cinta... Sweet banget deh....


πŸ“±Kau mengerjai ku..? Awas kalau aku pulang...


πŸ“±Aku beneran sakit kok. Tapi Aku tidak butuh dokter, sakit ku juga tidak bisa disembuhkan oleh dokter."


πŸ“±"Jangan suka bercanda dengan mengatakan kamu sakit sayang... Aku tidak suka melihat kau sakit.."

__ADS_1


πŸ“±Tapi aku sekarang lagi sakit... Aku sakit rindu. Rindu kepada cintaku yang ada disana...!"


πŸ“±"Kau merindukan aku..?"


πŸ“±"Ya cinta. Aku sangat merindukan kamu. Kau tidak merindukan aku...?"


πŸ“±"Sangat dan sangat merindukan kamu. Tapi saat ini aku tidak bisa kembali."


πŸ“±"Apa keadaan Yeon Seok Oppa parah dan bagaimana keadaan Min Ra...?"


πŸ“±"Mereka baik-baik saja. Sudah ya aku harus kembali bekerja."


πŸ“±"Aku masih ingin mendengar suaramu.."


Rengek Davina ketika Yeon Jun ingin mengakhiri panggilan darinya.


πŸ“±"Maaf sayang, aku harus melakukan kegiatan lain. Jaga kesehatan ya. Maaf."


Panggilan telepon berakhir begitu saja.


Davina hanya menatap nanar telfon miliknya. Yeon Jun slalu tidak mau menceritakan keadaan Yeon Seok dan Min Ra. Jika Davina bertanya Yeon Jun akan mengalihkan pembicaraan ataupun mematikan telfonnya seperti sekarang.


Semua orang diam dengan keadaan disana. Begitu juga dengan sekertaris Song dan Soo Wol. Sedangkan Appa dan Umma, sama sekali tidak menjawab pesan ataupun panggilan dari Davina.


Sebenarnya apa yang terjadi...? Entahlah Davina tidak tahu, Davina hanya bisa berharap semua baik-baik saja.


πŸ’›


πŸ’›


πŸ’›


πŸ’›


πŸ’›


...Terimakasih Dukungan Dari Readers Semua...


...Jangan lupa tinggalkan jejak...

__ADS_1


...Like, Rate dan Komen...


__ADS_2