
...💛 Selamat Membaca 💛...
"Mau sampai kapan...?"
Salah satu pertanyaan yang tidak pernah bisa Yeon Jun jawab. Ingin, ya ingin sekali Yeon Jun segera berlari menemui Davina. Tapi rasa bersalah slalu membuatnya takut. Hal yang lebih membuatnya takut adalah penolakan, penolakan dari Davina dan keluarganya.
"Bisa gak jangan tanyakan hal ini terus....!" Jawab Yeon Jun yang tidak ingin menjawab pertanyaan yang sama setiap saatnya. "Sudah, ayo keluar...!"
"Aku ingin disini dulu. Aku rindu sahabatku. Kau bisa keluar jika ingin keluar." Ucap Min Ra yang masih dalam posisinya.
Setelah menjalani pengobatan dengan dukungan keluarga, akhirnya Min Ra bisa sembuh. Ingatannya mulai kembali dan emosinya mulai terkontrol. Butuh waktu dua tahun untuk dirinya mengingat dan menerima semua yang terjadi.
Sedih dirasakan Min Ra karena kehilangan Yeon Seok. Tapi kehadiran Han Yeon Vin membuat Min Ra menjadi lebih kuat. Dirinya ingin menjadi Umma yang baik untuk anak perempuannya yang cantik.
Selain sedih karena kehilangan Yeon Seok. Min Ra juga sedih atau lebih tepatnya merasa bersalah kepada kedua sahabatnya. Ya Min Ra merasa bersalah pada Yeon Jun dan Davina.
Agar bisa menyelamatkan dirinya, sahabatnya Yeon Jun rela melepaskan satu-satunya wanita yang bisa meluluhkan hatinya selama ini. Tidak hanya itu, Yeon Jun juga kehilangan anaknya, darah dagingnya
"Ra... Ayok." Yeon Jun menarik min Ra untuk bangun. "Akan bahaya jika Vin mencoba masuk kamarku lagi.."
"Ya mungkin Vin akan shock melihat kamar Appa nya. Appa yang dia anggap sebagai orang yang palinggggg hebat." Jawab Min Ra yang mendramatis kata paling.
"Maka dari itu, ayok kita keluar."
"Tolonglah Jun, jangan bersembunyi terus. Kau tidak capek apa menyiksa diri dengan rasa bersalah..?" Tanya Min Ra. "Aku sudah capek Jun. Aku capek merasa bersalah padamu dan Davina."
"Aku sudah berapa kali bilang. Ini bukan salahmu ra. Kau tidak mengambil adil dalam hal ini. Semua ini kesalahan ku."
"Tidak Jun... Aku..."
"Ra...!" Yeon Jun menyela ucapan Min Ra.
"Jun. Mau sampai kapan...?" Lagi-lagi Min Ra menanyakan hal ini. ,"Kapan kamu siap untuk keluar dari tempat persembunyian ini...? Mau sampai kapan...?"
__ADS_1
"Sampai waktu yang tepat.." Waktu yang tepat, adalah jawaban yang paling bisa Yeon Jun berikan.
"Kapan...? Kapan waktu yang tepat...? Butuh berapa tahun lagi...? Sudah 3 tahun Jun. Sudah 3 tahun aku sembuh dan sudah 5 tahun berlalu. Apa itu masih kurang...? Butuh waktu berapa lama lagi..?" Tanya Min Ra yang sudah mulai berlinang air mata.
"Sebentar lagi.."
"Sebentar sebentar sebentar..." Teriak Min Ra "Itu yang slalu kau ucapkan."
Min Ra berdiri dari ranjang, mendekat pada sebuah foto yang terpasang di dinding kamar ini.
" Coba kau lihat foto ini. Apa dengan memasang foto Davina di atap dan dinding kamar mu dapat menyembuhkan rasa rindu mu...? Apa bisa menghilangkan rasa bersalah mu...? Apa bisa membuatmu bahagia...? Tidak kan...? Tidak bisa kan...? Yang ada, Kau semakin terluka." Min Ra mengucapkan dengan nada yang sangat lemah.
"Ra...."
"Kau slalu bilang aku tidak salah." Min Ra menyela Yeon Jun kembali, dirinya tidak membiarkan Yeon Jun mengeluarkan suara. "Tapi disini aku yang menjadi alasan kalian berpisah. Aku yang membuat kalian kehilangan anak kalian. Aku Jun, aku. Lalu bagaimana kau bilang aku tidak salah...?"
Min Ra mulai terisak hebat, dirinya tidak bisa mengontrol emosinya. Dirinya sangat ingin berjumpa dengan sahabatnya Davina, tapi Yeon Jun melarangnya. Yeon Jun meminta agar dirinya bisa bersabar. Jika waktunya tepat, Yeon Jun akan mengajak Min Ra untuk bertemu Davina. Tapi kapan...? Min Ra sudah tidak bisa bersabar.
"Jun, kamu slalu membantu Davina secara diam-diam. Bersembunyi agar Davina tidak tahu bahwa kau adalah penyokong utama dari hotel-hotel miliknya. Mengikuti dan menjadi penggemar rahasianya selama bertahun-tahun. Jun sudah saatnya kamu keluar Jun, keluar dari persembunyian. Datang ke Davina, minta maaf kepadanya dan kejar dia kembali. Aku tahu cintamu sangat besar ke Davina dan begitu juga Davina jun. Percaya padaku, Davina akan menerima mu kembali. Kau hanya perlu bersabar untuk mengejarnya kembali..."
"Tapi Ra..!"
"Sudah Jun, tidak ada kata-kata tapi lagi." Sela Min Ra yang sudah tenang "Kau akan ke Bali besok kan..?" Tanya Min Ra.
"Hemmm..." Ucap Yeon Jun mengangguk.
"Aku ikut."
"Untuk apa....?"
"Untuk menemui sahabatku." Jawab Min Ra tegas.
"Ra..." Suara Yeon Jun memelas.
__ADS_1
"Kau akan melihatnya di seminar dan kau dijadwalkan akan bertemu dengannya sebagai rekan bisnis. Temui dia, jangan kau slalu bersembunyi dibalik orang kepercayaan mu terus. Apa kau tidak takut dia direbut orang...,?"
"Takut lah. Sangat takut."
Tidak dipungkiri, Yeon Jun sangat takut jika Davina di rebut orang. Tapi untungnya, Davina tidak pernah dekat dengan laki-laki lain. Hanya beberapa kali orang tua dan keluarganya mengenalkan Davina dengan laki-laki untuk dijodohkan. Syukurnya, Davina slalu menolak perjodohan tersebut.
"Maka kejar dia kembali Jun."
"Kasih waktu aku sebentar lagi..." Jawaban ambigu yang slalu digunakan Yeon Jun saat dirinya tidak tahu harus jawab apa.
"Kapan....?"
"Kita keluar" Yeon Jun berjalan ke pintu tanpa menjawab pertanyaan Min Ra.
"Appa...!" Anak perempuan tersebut, tiba-tiba nyelonong masuk ketika pintu dibuka Yeon Jun. Hal itu membuat Yeon Jun dan Min Ra panik seketika.
"Kamar Appa seperti...."
💛
💛
💛
💛
💛
...Terimakasih Dukungan Dari Readers Semua...
...Jangan lupa tinggalkan jejak...
...Like, Rate dan Komen...
__ADS_1