Pahit Manis Mencintaimu

Pahit Manis Mencintaimu
Episode 60 Undangan Makan Malam


__ADS_3

...❤Selamat Membaca ❤...


Malam yang indah di pulau dewata. Bagi kebanyakan orang akan merindukan suasana malam bersama orang tersayang di pulau nan mengagumkan ini.


Lalu bagi sebagian kecil, mungkin tempat ini menjadi tempat pelipur lara atau tempat untuk mencari sebuah jawaban dari kegelisahan


Masa lalu sering menjadi penghalang untuk seorang melangkah untuk maju. Rasa kecewa yang dirasakan membuat seseorang susah untuk memaafkan atau melepaskan. Karena keduanya sama-sama menguras air mata.


Memaafkan atau melepaskan..?


Ingin sekali Davina melepaskan semua hal tentang Yeon Jun. Melepaskan cintanya, kisahnya, bahkan sakit hatinya. Tapi kata move on benar-benar tidak ada di kamus Davina. Move on hanya ada di bibirnya tapi hati dan pikirannya masih tertanam dengan satu nama.


Memaafkan, bagaimana bisa Davina memaafkan. Memaafkan berarti memberikan kesempatan kedua. Tapi kesempatan kedua akan terasa sia-sia karena sekarang Yeon Jun bukan laki-laki lajang melainkan laki-laki beristri. Sia-sia bukan jika harus memberikan kesempatan kedua..?


Lalu sekarang, bagaimana bisa laki-laki yang slalu memporak-porandakan hatinya hilang begitu saja. Terhitung tiga hari laki-laki itu seakan hilang ditelan bumi.


"Ahhh Yeon Jun brengsek. Kenapa setelah sekian lama dia kembali muncul. Apa dia tidak tahu susah sekali melupakannya." Cerca Davina.


"Ini lagi, apa dia memang hobinya hilang...? Hilang begitu saja setelah membuat masalah. Kenapa pergi dari hotel tanpa pamit ataupun memberikan pesan. Aku harus gimana untuk menghubungi mu....?"


"Gak gak gak... Aku tidak boleh menghubunginya."


"Tapi kenapa aku rindu dengannya...."


"Ahhh keselll" Teriak Davina yang bingung dengan perasaannya sendiri.


Tok tok tok


Ceklek


Suara pintu terbuka setelah ketukan pintu. Tanpa menolehpun Davina tahu siapa yang datang. Karena perempuan tersebut punya akses untuk masuk ke setiap ruangan-rungan Davina.


"Ada apa zi...?"


"Itu nona. Ada undangan makan malam mendadak.. Aku terima atau perlu aku batalkan..?".


"Kapan zi...? Bukankah besok dan lusa kita sudah ada janji makan malam...?"


"Hari ini nona jam 08.00 malam.."


"Hahhh...?" Davina membuka ponselnya. "Ini sudah jam 06.30 malam zi."


"Tidak apa-apa nona. Merema bilang nona tidak dandanpun tidak masalah. Tapi jika nona ingin merias diri mereka telah menyiapkan pakaian dan make up artis sat ini telah menunggu di luar."

__ADS_1


"Kenapa mereka menyiapkan sampai sejauh itu Zi..? Siapa yang menghubungimu...?"


"Sekertaris dari Pak Heru, Sekertari tersebut menyampaikan pesan jika Tuan Besar mereka akan kembali ke Korea besok dan sebelum itu ingin berpamitan dengan nona."


"Yeon Jun akan pulang...?" Gumam Davina.


"Gimana non...?"


"Gak apa-apa Zi, Sampaikan pada mereka Aku akan menemuinya."


"Nona yakin..?"


"Iya zizi. Aku ingin menemuinya. Aku ingin menanyakan sesuatu kepadanya." Jawab Davina dengan senyuman yang terlihat ragu.


"Baiklah nona, saya akan memanggil orang-orang yang akan membantu nona. "


"Terimakasih Zizi"


Zizi hanya tersenyum untuk membalas ucapan terimakasih dari Davina.


Zizi melangkah meninggalkan Davina untuk memanggil orang yang akan membantu Davina bersiap. Sedikit banyak Zizi sudah diberikan bocoran oleh mama Asila tentang makan malam kali ini. Jadi Zizi berharap hasil yang terbaik untuk nonanya tersebut.


Davina telah duduk di meja ruas dan telah di ruas oleh tangan-tangan professional. Davina meminta riasan yang natural dan simpel agar tidak membutuhkan waktu lama untuk bersiap.


"Jika menurutmu ini paling cantik, aku akan memakainya."


"Silahkan Nona berganti baju karena sebentar lagi jam delapan dan sudah ada orang yang menunggu Nona sudah siap di lobi."


"Siapa yang menungguku di lobi Zi..? Apa dia.... "


"Entahlah" Zizi menyela ucapan Davina sambil menghendikkan pundaknya. "Aku gak tau nona. Aku hanya dikasih tahu seperti itu."


Davina segera mengganti pakaian dan merapikan penampilannya dibantu orang-orang yang dikirim Yeon Jun untuk tampil cantik. Walaupun merasa tersanjung tapi Davina tahu batasannya, bagaimanapun Yeon Jun tetap suami orang.


Anehnya walaupun tahu akan sia-sia, tetap saja Davina ingin tampil cantik untuk bertemu Yeon Jun. Setidaknya untuk terakhir kalinya.


Setelah dirasa semua siap, Davina berjalan dengan anggun menuju lobi. Tepat di lobi hotel terdapat mobil yang sudah menunggunya.


"Silahkan nona Davina!" Dengan ramahnya driver tersebut menyapa dan membukakkan pintu mobil untuk Davina.


"Terimakasih Pak" Davina membalas driver tersebut tak kalah ramahnya. Senyuman manis tersungging di bibir seksinya.


Setelah Davina masuk, mobil tersebut melaju meninggalkan hotel menuju pantai untuk makan malam. Tapi sebenarnya Davina sendiri tidak tahu dimana pantai yang akan mereka gunakan untuk makan malam.

__ADS_1


...❤❤❤❤❤...


Tidak butuh waktu lama untuk Davina sampai ke sebuah restoran mewah yang berada di pantai. Dengan anggunnya Davina berjalan masuk dan ternyata Yeon Jun sudah duduk di salah satu meja dengan tuxedo berwarna navy.


Seperti cahaya yang datang di kala gelapnya malam, itulah perumpamaan yang Yeon Jun sematkan kala melihat Davina masuk ke restoran yang telah dia sewa.


"Dia benar-benar cantik. Apa dia benar manusia...? Lihatlah tanpa senyum saja secantik itu, bagaimana kalau dia nanti senyum, hemmm pasti kata cantik tak cukup menggambarkannya" Batin Yeon Jun saat melihat Davina berjalan ke arahnya.


"Bodohnya Aku.... Kenapa juga aku menemuinya... Apa aku benar-benar masih mencintanya... Today tidak tidak, tidak boleh... Ingat Davina dia sudah punya istri dan istrinya sahabatmu... Camkan Davina, kau datang untuk melepaskan semua rasa hatimu, rasa cintamu dulu dan rasa yang kau jaga saat ini... Aku datang untuk melepaskan semua agar aku bise melangkah lagi.. " Batin Davina.


"Selamat malam nona Davina." Yeon Jun menyapa Davina dengan sangat sopan.


"Selamat malam tuan Yeon Jun. Maaf sudah membuat tuan Yeon Jun menunggu." Jawab Davina tak kalah formal.


"Bisa ikut denganku nona Davina." Yeon Jun mengulurkan tangannya di depan Davina.


"Aku sudah menyiapkan tempat untuk kita makan malam." Tanpa mengucapkan kata apapun, Davina menerima uluran tangan dari Yeon Jun.


Yeon Jun mengajak Davina ke sisi lain restoran yang mereka kunjungi. Restoran yang Yeon Jun pilih saat ini berada di pesisir Laut. Lestoran mewah yang menyajikan suasana indoor atau outdoor untuk para tamunya.


"Makan malam di pinggir pantai, wow romantisnya. Dulu aku slalu membayangkan bisa makan malam dengan pria yang aku cintai dibawah bintang, bercahaya lilin dan bermusikan angin serta ombak. Andai kau masih kekasih ku." Batin Davina yang terkagum mendapatkan perlakuan yang romantis seperti ini.


Teryata malam romantis berdua dengan Yeon Jun itu hanya khayalan bagi Davina. Karena malam romantis ini tidak hanya mereka berdua melainkan ada orang lain yang menunggu di meja yang Davina yakini meja yang akan dia gunakan makan malam.


Wanita cantik yang dikenali Davina telah duduk dengan anggun di pinggir pantai. Entah kenapa melihat wanita tersebut hati Davina menjadi kembali sakit. Terlihat jelas dia menggunakan dress berwarna navy, Sangat serasi dengan setelan jas yang digunakan oleh seseorang yang tengah mengandeng dirinya saat ini.


"Hahaha, kau sadar posisi mu sekarang Dev, laki-laki yang menggandeng mu sudah punya orang" Davina hanya bisa mengumpati dalam hati sekarang.


♥️


♥️


♥️


♥️


♥️


...Terimakasih Dukungan Dari Readers Semua...


...Jangan lupa tinggalkan jejak...


...Like, Rate dan Komen...

__ADS_1


__ADS_2