Pahit Manis Mencintaimu

Pahit Manis Mencintaimu
Episode 48 Setelah Lima Tahun


__ADS_3

...💜 Selamat Membaca 💜...


Hidup terus berjalan, seperti siang yang berganti malam, seperti bulan yang berganti matahari, dan seperti pelangi yang datang setelah hujan.


Begitu pula kehidupan Yeon Jun, Kehidupannya terus berjalan tanpa bisa menghentikan ataupun memutar waktu untuk kembali di waktu yang dia inginkan.


Sudah lima tahun berlalu, tapi kesedihan dan penyesalan itu masih ada. Masih membekas di hati Yeon Jun, ah bukan membekas lebih tepatnya kesedihan dan penyesalan itu semakin parah.


Andai, ya andai Yeon Jun bisa memutar waktu dirinya tidak akan membiarkan semua ini terjadi. Dirinya akan mencari cara bagaimana menyelamatkan sahabatnya tanpa harus kehilangan wanitanya. Ah bukan hanya wanitanya tapi juga anaknya.


"Baru bangun nak...?" Tanya Umma yang melihat Yeon Jun masuk ke ruang makan.


"Iya Umma." Jawab Yeon Jun sambil tersenyum


"Ada acara weekend ini..?" Tanya Umma.


"Tidak." Jawab Yeon Jun sambil menggelengkan kepalanya


"Kau butuh refreshing nak. Lihatlah wajahmu sudah seperti zombie tau. Zombie yang hanya tinggal di gua." Ejek Umma


"Apa sih ma...." Yeon Jun mengangkat piring berisikan roti, buah dan susu. "Aku akan sarapan di kamar."


"Hiisss... Kamu ini ya." Gerutu Umma. "Ingat jemput cucu Umma. Ajak main ke sini."


"Nanti Min Ra akan membawanya ke sini. Dia tidak mau aku jemput." Jawab Yeon Jun tanpa menghentikan langkahnya.


"Dasar Appa yang tidak perhatian." Omel Umma


Ya, beginilah kehidupan Yeon Jun. Setiap weekend dirinya akan slalu mengurung diri di kamar. Tanpa ingin pergi kemanapun. Jikapun Yeon Jun pergi maka itu adalah permintaan Min Ra ataupun anaknya.


Hanya di kamar ini Yeon Jun bisa merasa dia dekat dengan Davina. Yeon Jun rindu, teramat rindu pada Davina, wanitanya yang telah meninggalkan dirinya.


Ingin sekali ketemu dan membawa wanita itu ke pelukannya. Mengucapkan beribu-ribu maaf dan mengiba. Tapi dirinya tidak bisa, dia terlalu pengecut untuk menghadapi Davina kembali.


Hanya ini yang dia bisa lakukan, berdiam diri di kamar untuk mengobati rindunya kepada Davina. Mengobati luka yang sebenarnya tidak bisa lagi diobati dengan obat yang sama.


...💜💜💜💜💜...

__ADS_1


"Good morning." Suara anak kecil menginstruksi dua insan yang tengah berbincang santai.


"Good morning cantik...? uchhh cucu cantikku, Sini donk minta cium." Pinta Umma yang merentangkan kedua tangannya.


"Hadiah cium untuk semua orang yang sayang sama aku.." Gadis kecil itu mencium Umma dan Appa secara bergantian.


"Umma.. Yeon Jun dimana...?" Tanya Min Ra yang baru saja duduk di hadapan Umma dan Appa.


"Biasa di kamar. Sana kamu panggil ajak kesini."


"Okay deh..." Min Ra kembali beranjak dari kursinya untuk menemui Yeon Jun


"Umma ikut. " Anak perempuan cantik itu berlari mengejar Min Ra. "Aku juga mau ke kamar Appa. Aku kan pengen tahu kamar Appa seperti apa." Celoteh anak perempuan tersebut.


"Sayang. Kamu disini aja ya. Halmeoni masih kangen sama cucu cantiknya." Pinta Umma dari Yeon Jun.


"Bentar aja Halmeoni. Vin cuma sebentar ke kamar Appa kok." Celoteh anak tersebut.


Han Yeon Vin, anak perempuan cantik cucu pertama keluarga Han. Anak perempuan yang sempat viral, karena digadang-gadang menjadi bayi terkaya di Korea. Setelah lahir, bayi itu langsung memilih saham sebesar 25% di perusahaan Han.


Pintar, cantik dan menggemaskan itulah definisi dari anak kecil yang usianya baru menginjak 5 tahun tersebut.


"Vin di sini saja ya. Itu Halmeoni sedih gara-gara Vin." Ucap Min Ra lembut memberikan pengertian kepada Vin agar tidak ikut ke kamar Yeon Jun.


"Ya udah deh. Vin di sini. Umma cepat ya manggil Appa." Perintah si kecil yang menggemaskan itu.


"Iya sayang."


Vin langsung berlari ke pangkuan sang Halmeoni. Sedangkan Min Ra meninggalkan ruang keluarga untuk menuju ke kamar Yeon Jun.


"Selamat pagi suamiku...." Sapa Min Ra yang baru saja masuk ke kamar Yeon Jun.


"Udah sampai...?" Tanya Yeon Jun ketika melihat Min Ra yang masuk ke kamarnya tanpa permisi.


"Menurut mu kalau aku belum sampai di rumah, emang bisa ada di sini...?" Tanya Min Ra yang langsung duduk di ranjang sebelah Yeon Jun.


"Sama Vin...?" Tanya Yeon Jun.

__ADS_1


"Ya lah. Dia di bawah menunggu APPA NYA." Ucap Min Ra menekan mata Appa Nya


"Baiklah. Aku akan segera turun. Aku mandi dulu." Ucap Yeon Jun yang langsung beranjak dari ranjang dan meninggalkan Min Ra untuk masuk ke kamar mandi.


Tidak butuh waktu lama untuk Yeon Jun mandi dan bersiap. Cukup dengan menggunakan celana jins pendek dan kaos, sudah membuat Yeon Jun tampak sempurna.


"Masih di sini..?" Tanya Yeon Jun yang tidak menyangka Min Ra masih ada di kamarnya.


"Ya lagi pengen tiduran bentar di ranjang." Min Ra menjawab tanpa mengalihkan pandangannya.


Matanya tetap melihat atap dari kamar ini. Senyuman manis slalu terukir saat dirinya menatap langit-langit kamar ini, lebih tepatnya langit dari ranjang ini.


Sebuah foto yang sangat besar terpasang tepat di atas ranjang. Membuat orang yang tidur di ranjang bisa melihat dengan jelas foto tersebut.


"Kalau Vin mencari mu dan masuk gimana...?"


"Ya gak gimana-gimana. Paling dia hanya shock seperti ku." Ucap Min Ra yang tetap tiduran di ranjang.


"Udahlah. Yuk turun.." ajak Yeon Jun yang langsung berjalan menuju pintu.


"Mau sampai kapan Jun...?" Tanya Min Ra.


Pertanyaan itu menghentikan langkah Yeon Jun. Sebuah pertanyaan yang tidak pernah bisa Yeon Jun Jawab. "Apanya...?"


"Mau sampai kapan...?" Min Ra kembali mengulang pertanyaan tersebut dengan air mata yang mulai mengalir.


💜


💜


💜


💜


💜


...Terimakasih Dukungan Dari Readers Semua...

__ADS_1


...Jangan lupa tinggalkan jejak...


...Like, Rate dan Komen...


__ADS_2