Pahit Manis Mencintaimu

Pahit Manis Mencintaimu
Episode 58 Panggilan Telfon


__ADS_3

...💜 Selamat Membaca 💜...


Hampa, ya itu yang dirasakan Davina. Bibirnya tertawa, tubuhnya berkerja sesuai keinginannya, akalnya menolak tapi hatinya mendambakan orang yang sama . Davina merasa bahwa hatinya berhianat, hatinya memilih rasa sendiri.


Hanya butuh dua hari, perasaan yang awalnya mulai bisa dia ajak kompromi akhirnya kembali mengikuti kata hatinya sendiri. Mencari sosok yang telah hilang selama ini.


Bertahun-tahun Davina berusaha melupakan, walaupun pada kenyataannya dia tidak bisa. Bertahun-tahun hidup tanpa sosok itu dia mulai baik-baik saja, tapi mengapa setelah kehadirannya yang hanya sekejap saja membuat dirinya kembali mengharapkan hal yang tidak seharusnya dia harapkan.


Tiga hari Davina tidak bertemu Yeon Jun kembali. Setelah pertengkaran tersebut Yeon Jun benar-benar pergi. Kamarnya sudah tidak ditempati kembali. Yeon Jun check out 1 jam setelah pertengkaran mereka.


Davina tidak tahu kemana Yeon Jun pergi. Apakah dia kembali ke Korea atau dia hanya menghindarinya. Entahlah Davina tidak tahu dan dia takut untuk mencari tahu.


📱"Halo...." Sapa Davina


📱 "Apa kabarmu sayang...?" Suara mama Asila terdengar dari sebrang.


📱"Baik ma... Davina baik-baik saja... Aku rindu mama..."


📱"Mama juga..." Suara yang biasa itu jelas akan terdengar berbeda di telinga sang mama. "Kamu tidak ingin cerita..?" Tanya mama Asila.


📱 "Apa yang harus aku ceritakan ma...? Ya pembukaannya lancar, semua tamu undangan menikmati. Mungkin aku akan menetap disini selama seminggu ke depan." Jawab Davina.


📱 "Apa ada tamu spesial....?"


📱 "Spesial...?" Tanya Davina. "Maksudnya tamu VVIP ma...?"


📱 "Bukan tamu VVIP sayang, tapi tamu Spesial di hatimu....!"


📱 "Gak lah ma. Gak ada yang seperti itu."


📱 "Lalu apa yang membuat mu sedih sayang..?" Tanya mama Asila.


📱 "Aku tidak sedih ma...." Jawab Davina.


📱 "Hei memangnya kau berbicara dengan siapa...? Kau berbicara dengan mama. Mama ini mama mu. Walaupun mama tidak tahu jelas tapi mama slalu merasa jika ada sesuatu yang anak-anak mama sembunyikan." Tutur Mama Asila.


📱 "Aku belum bisa cerita mama...?"


📱 "Apa kau ketemu dengannya...?" Tanya mama.


📱 "Siapa Ma...?"

__ADS_1


📱 "Siapa lagi kalau bukan si brengsek yang menyakiti hati putri mama...!"


📱 "Ma.... Kan aku sudah bilang kalau dia bukan laki-laki seperti itu."


📱 "Hih apanya yang bukan. Dia meninggalkan putri mama begitu saja, lari dari tanggung jawab dan menikah dengan wanita lain. Bukankah itu brengsek namanya....?"


📱 "Bukan seperti itu mama... Dia juga terpaksa ma.."


📱 "Terpaksa terpaksa terpaksa, tapi dia mengorbankan nyawa lain nak..." Kesel mama.


📱 "Dia tidak tahu keberadaan anak ini ma... Aku gak menceritakan kepadanya jadi aku yang salah bukan dia." Davina menjelaskan dengan sabar.


📱 "Slalu saja kau membelanya. Seharusnya kau itu membencinya.."


📱 "Sudah ma... Semua sudah berlalu. Dia sudah bahagia dengan keluarganya. Aku juga sudah bahagia dengan kehidupanku." Jelas Davina untuk menenangkan mamanya.


📱 "Kau yakin kau sudah bahagia...?" Tanya mama.


📱 "Ya ma... Aku bahagia ada mama, papa dan kakak yang slalu menyayangi ku."


📱 "Kami akan slalu menyayangi mu Sayang." Mama menghela nafas. "Sayang, sekarang dengarkan mama baik-baik. Mama dan papa sayang sekali sama Davina. Mama dan papa ingin Davina bahagia. Mama tahu kalau Davina bahagia tapi mama juga merasa bahwa ada kesedihan yang terselip di sana."


📱 "Mama... Davina bahagia kok. Mama tidak usah khawatir."


📱 "Aku tidak menginginkan apapun ma...!"


📱 "Apa kau tidak ingin mengisi hatimu dengan nama seseorang sayang..? Bukankah hatimu masih kosong...?"


📱"Dav tidak tahu ma."


📱 "Kau tahu sayang dan kau pura-pura tidak tahu. Mama rasa hatimu masih terisi dengan luka dan nama yang sama. Apa mama salah...?"


Davina hanya diam, dirinya menyadari itu dan benar kata mamanya. Dia hanya berusaha menutupi itu.


📱 "Sayang, Kau tidak akan bahagia jika kau menyimpan keduanya. Hapus salah satunya, Cinta atau luka yang akan kau hapus. Kalau mama boleh saran, jangan simpan luka terlalu lama. Kau harus hapus luka itu sayang agar suatu saat nanti kau bisa bahagia dengan orang yang namanya terpatri di hatimu. Bukankah kau slalu membelanya dan slalu bilang semua sudah menjadi takdir Tuhan...?"


📱"Aku ingin memilikinya ma. Tapi bagaimana bisa aku memiliki dia lagi ma. Jika di sudah dimiliki Min Ra sebagai istrinya. Mama kan bilang, berbagai suami sangatlah menyakitkan dan aku tidak mau melakukan itu."


📱 "Sangat sayang. Makanya mama tidak ingin kau berbagai suami."


📱"Lalu bagaimana aku bisa menghapus luka dan menyimpan cintaku ma. Aku takut karena cintaku dan karena pilihan ku yang salah akan menjadi bumerang untukku lagi. Aku akan mengecewakan mama dan papa lagi."

__ADS_1


📱"Apapun pilihanmu. Mama dan papa akan tetap mendukung mu dan sekalipun kami tidak pernah kecewa kepada mu sayang. Apa mama boleh tanya sesuatu..?


📱"apa ma...?"


📱"Walaupun mama tahu tapi mama ingin kau mengatakannya sendiri. Apa kau masih mencintai laki-laki itu...? Apa kau masih menginginkannya...?"


📱 "Masih ma... Aku masih mencintainya dan aku masih menginginkannya. Tapi aku tidak mau berbagi suami ma. Walaupun aku menginginkannya tapi aku tidak akan bisa memilikinya sendiri. Aku tidak mau menjadi istri pertama atau pun istri kedua. Aku ingin menjadi istrinya satu-satunya. Apa itu bisa ma..?"


📱 "Entahlah. Bukankah kau sudah bertemu dengannya...? Jika kau ingin tahu jawabnya maka Kau tanyakan pada orangnya..!"


📱"Mama tahu...?"


📱 "Zizi sempat memberitahu mama."


📱 "Zizi memang tidak pernah bisa berbohong pada mama, sama sepertiku. Apa papa dan kakak sudah tahu..?"


📱 "Mungkin nanti mereka akan tahu. Tapi bukan saat ini. Kau temui dia nak, tanyakan semua yang mengganjal di hatimu lalu tentukan yang terbaik. Mama yakin kau bisa memilih yang terbaik untuk hidupmu."


📱 "Dia sudah pergi ma. Aku mengusirnya. Aku tidak tahu dia kemana dan aku takut untuk mencari tahu dia dimana."


📱 "Percayalah. Jika dia mencintai mu maka dia akan kembali. Jika kau ingin kembali dengannya maka mama akan slalu mendukung itu dan begitu juga papa ataupun kakakmu. Maka jangan takut dengan pilihanmu."


📱 "Makasih ma... Dev sayang mama."


📱 "Mama juga sangat sangat menyayangi putri mama"


Panggilan telfon itu menghangatkan Davina. Ya mamanya memang slalu menjadi pendengar yang baik untuknya. Entah saat mereka dekat ataupun jauh seperti ini.


"Aku tahu sekarang aku harus mengikuti yang mana ma." Gumam Davina sambil tersenyum.


💜


💜


💜


💜


💜


...Terimakasih Dukungan Dari Readers Semua...

__ADS_1


...Jangan lupa tinggalkan jejak...


...Like, Rate dan Komen...


__ADS_2