
...🇮🇩 Selamat Hari Kemerdekaan Indonesia 🇮🇩...
...🇮🇩 Selamat Membaca 🇮🇩...
"Baiklah saya pamit dahulu." Pamit Davina.
"Sekali lagi, terimakasih nona."
Davina tersenyum dan langsung pergi meninggalkan kedua office boy tersebut. Davina memencet lift dengan tidak sabar agar segera terbuka. Ya Davina ingin menghindari orang yang berjalan ke arahnya.
Tapi Nasib berkata lain. Orang itu sampai di dekatnya sebelum lift terbuka sempurna "Ikut aku"
"Tidak mau." Davina melepaskan genggaman Yeon Jun dengan kasar.
"IKUT AKU DAVINA." Sentak Yeon Jun.
Mendengar bentakan itu Davina hanya menurut. Yeon Jun tidak pernah menggunakan nada tinggi kepadanya dan ini pertama kali Davina dibentak oleh Yeon Jun.
"Kalian" panggil Yeon Jun kepada dua office boy yang masih berdiri ditempatnya.
Yeon Jun mengeluarkan beberapa lembar uang di dompet miliknya. "Kalian terima ini dan kembalikan tas bekal tersebut." Pinta Yeon Jun kepada kedua office boy tersebut.
"Kenapa kau meminta tas itu...?" Kali ini Davina tidak suka dengan tindakan Yeon Jun yang meminta bekalnya dari kedua office boy tersebut.
"Kau diam." Ucap Yeon Jun kepada Davina.
Yeon Jun segera menarik kotak bekal dari tangan office boy tersebut. "Terima ini." Yeon Jun langsung menyerahkan sejumlah uang. "Dan satu lagi. Jangan sampai kalian menyebarkan apa yang kalian lihat dan dengar saat ini. Jika sampai berita ini menyebar di kantor, Aku tidak akan segan-segan memecat kalian. Mengerti...!"
"Me.... mengerti Tuan." Gagap kedua office boy tersebut yang juga merasa takut.
...🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩...
"Maksudnya apa kau berikan masakan yang kau buat untukku kepada laki-laki lain...?" Sentak Yeon Jun ketika berada di dalam ruangan Yeon Jun.
Yeon Jun memang tidak suka makanan yang dibawa Davina. Tapi dirinya lebih tidak suka melihat bekal yang seharusnya untuknya diberikan kepada laki-laki lain.
__ADS_1
Apalagi melihat tadi saat Davina tersenyum manis menanggapi pujian dari laki-laki tersebut. Walaupun laki-laki tersebut hanya seorang office boy, tapi tetap saja. Cemburu tidak memandang status.
"Memangnya kenapa hah...? Toh kamu tidak suka masakan aku dan lebih suka masakan Soo Wol kan...?" Sentak Davina yang tidak mau kalah.
Jika Yeon Jun bisa mengungkapkan ketidaksukaannya, maka Davina juga bisa melakukan itu. Jadi jangan salahkan Davina yang membantah dengan lantang kali ini.
"Tapi tetap saja, aku tidak suka kau memberikan makanan itu kepada laki-laki lain." Ucap Yeon Jun yang semakin tidak bisa mengendalikan emosinya. "Lebih baik makanan itu kau buang ataupun kau berikan kepada hewan daripada kau berikan kepada laki-laki"
Cetar
Davina menampar pipi Yeon Jun dengan kasar. Mungkin Davina terlihat kasar, tapi kali ini ucapan Yeon Jun lebih kasar daripada tamparan Davina.
"Cukup Jun. Aku benar-benar kecewa kepadamu." Davina menarik bekal yang di pegang oleh Yeon Jun "Aku membuat makanan ini, tidak untuk dibuang atau ku berikan kepada hewan. Makanan ini ku buat untukmu, kau harus sadar itu. Aku tahu kau tidak suka tapi kau tidak pantas untuk menghina makanan yang aku buat dengan susah payah."
Yeon Jun mengusap rambutnya kasar, lagi-lagi dia mengulangi kesalahannya. Kesalahannya yang membuat Davina kembali menangis dan Yeon Jun tidak suka melihat Davina menangis.
Yeon Jun sadar akan kesalahannya tadi siang dan dirinya ingin memperbaiki hal tersebut. Tapi niat awalnya Yeon Jun yang ingin meminta maaf hancur karena rasa cemburunya yang muncul tiba-tiba. Bekal makan siang kali ini membuat pertengkaran Yeon Jun dan Davina seperti tidak ada akhirnya.
"Aku tidak bermaksud seperti itu Dev. Sungguh." Yeon Jun menarik tubuh Davina dan memeluknya, berharap itu bisa menenangkan hati serta tangisan Davina. "Tolong jangan menangis Dev. Maafkan aku."
Yeon Jun melepaskan pelukannya ketika mendengar suara kotak bekal yang dibawa Davina terjatuh.
"Sekarang kau puas hah...?" Tanya Davina dengan nada sinis. "Aku yakin masakan ku sudah seperti makanan hewan. Seperti yang kau inginkan bukan...?"
"Aku tidak bermaksud seperti itu Dev. Sungguh." Yeon jun berusaha menjelaskan kepada Davina yang tengah emosi.
"Cukup Jun. cukup kau menghina masakan ku tadi siang...? Apa sekarang kau masih ingin menghina masakan ku lagi...?" Davina tersenyum sinis di sela-sela air matanya yang mengalir. "Aku tahu Jun. Masakan yang aku bawa, membuat kau tidak berselera makan siang. Sama dengan hinaan mu, membuat aku tidak berselera makan. Hingga melewatkan makan siang yang ku nanti sedari pagi."
"Kau tidak makan siang tadi...? Kau tidak makan karena ku..?" Panik Yeon Jun.
"Bukan urusan mu." Davina menarik tas bekal yang dipegang oleh Yeon Jun.
"Maafkan aku Dev..." Sesal Yeon Jun. "Kita makan malam ya...."
"Tidak perlu...." Tolak Davina mentah-mentah.
__ADS_1
"Aku akan memakannya." Yeon Jun menarik tas bekal yang dipegang Davina. "Setelah itu Kau harus makan malam dihadapan ku. Aku akan memesan makanan untukmu."
Yeon Jun langsung membawa tas bekal tersebut ke meja dan membuka satu kotak makanan. Walaupun sedikit ragu Yeon Jun tetap menyuapkan makanan tersebut.
Davina hanya memandang Yeon Jun dengan tatapan tidak suka. Ya Davina bisa melihat keraguan Yeon Jun saat akan memakannya.
Hal tersebut semakin membuat Davina marah. Tanpa ucapan permisi, Davina langsung berjalan untuk meninggikan Yeon Jun di ruangannya.
Uhuk uhuk uhuk
Uhuk uhuk uhuk
Davina memutar kepalanya hanya kepalanya untuk melihat alasan Yeon Jun ter batuk-batuk.
"Air.... Uhukk... Uhukkk Air" Yeon jun meminta air di sela-sela batuknya.
Uhuk uhuk uhuk
Uhuk uhuk uhuk
🇮🇩
🇮🇩
🇮🇩
🇮🇩
🇮🇩
...🇮🇩 Terimakasih 🇮🇩...
Kali ini aku up to date spesial buat merayakan hari kemerdekaan Indonesia.
Semoga kemeriahan kemerdekaan Indonesia Tahun depan sudah normal, agar bisa merayakan upacara dan lomba-lomba 17an. 🤲
__ADS_1