Pahit Manis Mencintaimu

Pahit Manis Mencintaimu
Episode 43 Rahasia Davina


__ADS_3

Hello SemuaπŸ‘‹πŸ‘‹


Masih ingat dengan kisah Davina dan Yeon Jun kan....?πŸ™ƒ


Maaf ya jika up to date tidak menentu. πŸ™‡β€β™‚οΈπŸ™‡β€β™€οΈ


Pengen up to date setiap hari tapi sering sekali terkendala dengan tugas-tugas dadakan.πŸ˜ͺ


Doakan ya, semoga kedepannya bisa up to date setiap hari ☺️


...πŸ’š Selamat Membaca πŸ’š...


Davina menghirup nafas panjang, entah kenapa rasanya pasokan udara untuknya menipis seketika. Apa yang di dengar salah kan, Yeon Jun hanya sedang mengerjai dirinya saja, seperti sebelum-sebelumnya. Ya pasti seperti itu.


"Kau pasti lagi bercanda kan..?" Davina tertawa getir, menertawakan ucapan Yeon Jun yang akan menikah dengan sahabatnya sendiri. "Kau itu tidak pintar bercanda, bercandaan mu tidak lucu."


"Maafkan aku Dev. Tunggu..."


"Jangan meminta maaf Jun." Sela Davina "Aku mohon katakan kau sedang bercanda."


"Maaf...."


"Jangan meminta maaf Jun.... Cukup katakan kau sedang bercanda..." Teriak Davina.


Yeon Jun bungkam, dirinya tidak tahu harus mengatakan atau menjelaskan apa kepada Davina.


"Tolong jelaskan apa alasanmu...?"


"Saat ini Min Ra lebih membutuhkan aku dibandingkan dirimu." Hanya itu yang bisa diungkapkan Yeon Jun.


"Ini bukan tentang siapa yang membutuhkan siapa jun. Ini tentang kita...? Kau sudah berjanji akan segera ke Indonesia melamar ku.. Kau bilang aku wanita pertama dan terakhir mu, tapi kau... Kau...?" Davina tidak sanggup melanjutkan kata-katanya. Hanya Air mata yang bisa menjelaskan bagaimana hancurnya Davina saat ini.


Yeon Jun mendekat, menghilangkan jarak antara dirinya dengan Davina. Berusaha memberikan ketenangan kepada wanitanya, walaupun dirinya sadar itu sangat tidak mungkin.


Memeluk dan menjadi sandaran bagi Davina itulah harapan Yeon Jun. Ketika Davina sedih dan kecewa dirinyalah yang akan memeluk dan menenangkan seperti saat ini. Tapi saat ini dia bukan menenangkan tapi yang memberikan luka dan Yeon Jun sadar hal itu.


"Kamu jahat."


"Kau pembohong."

__ADS_1


"Kau tidak pernah benar-benar mencintai ku bukan...?"


"Kau hanya mempermainkan aku..."


"Aku benci padamu..."


Yeon Jun hanya bisa diam membisu menerima pukulan Davina. Pedih dan perih yang dirasakan Davina juga dirasakan Yeon Jun. Demi apapun, Yeon Jun ingin menjerit dan menyalahkan keadaan yang membuatnya terhimpit dan akhirnya menyakiti orang yang dia cintai.


"Aku mau pulang" Davina melepaskan pelukan Yeon.


"Baiklah. Aku akan mengantarmu."


"Tidak perlu. Aku pulang sendiri." Tolak Davina dengan tegas.


"Kau tidak membawa bodyguard. Biarkan aku mengantar mu." Pinta Yeon Jun yang mengkhawatirkan Davina.


"Gak perlu Jun..."


"Dev... Ini sudah malam.." Bujuk Yeon Jun


"Tolong Jun, aku ingin sendiri." Bentak Davina.


"Sayang.. Tolong jangan buat aku khawatir... Pulang bersamaku ya."


Davina tersenyum sinis. "SAYANG." Ucap Davina dengan sedikit menekan kata tersebut. "Kau bilang SAYANG...?"


"Hubungan kita sudah selesai ketika kau memilih untuk menikahi wanita lain.. Aku tidak membutuhkan kamu, Min Ra yang lebih membutuhkan kamu, seperti yang kau katakan bukan."Davina melepaskan tangan Yeon Jun dengan kasar.


"Terimakasih sudah membawaku ke awan dan menghempaskan ku seketika. Memberikan keindahan di kala siang dan memberikan duka di kala malam. Darimu aku belajar, bulan dan bintang tidak hanya sebagai teman keromantisan tapi juga kepedihan" kesal Davina yang langsung pergi begitu saja.


Yeon Jun terpaku, kata-kata Davina benar adanya. Bibir Yeon Jun tersenyum sinis dan matanya terpejam dengan segala rasa frustasi serta sesalnya.


Harapan agar Davina mau menunggunya atau meminta Davina menjadi istri keduanya tidak mungkin adanya. Menjelaskan saja Yeon Jun tidak bisa apalagi meminta keegoisan seperti itu.


Yeon Jun sadar inilah akhir dari segalanya. Akhir dari kisah cintanya. Akhir dari kebersamaannya dengan wanitanya. Namun satu harapan Yeon Jun, ini bukan akhir dirinya melihat Davina. Semoga Davina tetap ada dalam jangkauan matanya. Karena jika tidak, Yeon Jun tidak tahu bagaimana rasa rindu menyiksanya.


...πŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’š...


Umma sadar betul, bahwa permintaannya kepada Yeon Jun akan membawa kesedihan bagi wanita yang ada dihadapannya saat ini.

__ADS_1


"Maaf Umma, jika tidak ada yang ingin Umma bicarakan. Saya ijin untuk bersiap, Karena saya harus ke kampus." Ucap Davina dengan sangat sopan.


Umma masih diam tanpa berucap apapun. Dihadapannya tengah duduk wanita yang sebelumnya ingin dia jadikan menantunya. Tapi takdir mengatakan lain, dirinya harus memilih dan pilihannya bukan wanita yang ada di hadapannya.


"Dev... Maafin Umma ya...!" Satu kata itu akhirnya lolos.


"Emangnya Umma punya salah apa sama Davina...?"


"Umma yang salah Dev..." Umma menarik tangan Davina.


"Umma yang memaksa Yeon Jun untuk menikahi Min Ra, Umma yang memohon padanya agar mengutamakan Min Ra dibandingkan kamu. Umma merasa bersalah banget sama kamu sayang... Maaf, Umma..." Umma mencium tangan Davina sebagai permintaan maafnya.


"Ini bukan kesalahan Umma dan bukan kesalahan siapapun. Keadaan yang membuat ku dan Yeon Jun berpisah. Mungkin memang kita tidak jodoh. Aku juga berterima kasih kepada Umma, karena Umma sudah mengganggap ki sebagai putri Umma sendiri. Aku sedih karena kehilangan Yeon Jun, aku terluka mendengar dia akan menikah dengan wanita lain walaupun itu sahabat ku. Tapi bagaimana lagi, seperti yang Umma ceritakan dan seperti yang Yeon Jun katakan. Min Ra dan anaknya lebih butuh Yeon Jun dari pada aku. Aku tidak apa-apa Umma, aku akan merelakan Yeon Jun." Ucap Davina yang berlagak kuat tapi tetap saja air matanya tidak bisa bohong.


"Maafin Umma ya sayang. Karena Umma lebih mementingkan diri sendiri." Ucap Umma semakin menangis.


Umma benar-benar semakin bersalah ketika melihat Davina menangis. Permintaannya kepada Yeon Jun benar-benar melukai Davina sangat dalam. Tapi bagaimana lagi, salah satu anaknya sudah pergi, dia tidak ingin kehilangan cucu dan menantunya juga. Hanya cara ini yang bisa mereka lakukan agar jiwa Min Ra tidak semakin terguncang.


"Hanya sampai Min Ra sembuh Dev. Kau bisa menunggu kan...? Jika pun tidak, umma merestui jika kalian ingin menikah dibelakang Min Ra. Tolong Dev, tetap berada di samping Yeon Jun. Kasihanilah Min Ra dan kasihanilah Yeon Jun yang harus mengorbankan dirinya demi keluarganya. Kau mau kan Dev..?"


Davina berdiri dari kursinya dan memeluk Umma yang mulai menangis semakin tak terkendali. Entahlah dirinya tidak tahu harus berkata apa untuk menenangkan Umma. Karena sebenarnya dirinya juga berada di situasi yang tidak bisa membuatnya tenang.


"Andai kau tahu Umma, aku juga mengandung calon cucumu. Aku ingin mengabarkan ini Umma, tapi kalian membuatku bungkam dan kalian meminta belas kasihan dariku. Lalu siapa yang akan mengasihani ku dan anakku...?"


Davina hanya ingin memberikan kabar gembira di waktu yang tepat, tapi teryata waktu itu tidak pernah ada. Rahasia itu akan tetap menjadi rahasia hingga waktu yang mengungkapkan segalanya.


πŸ’š


πŸ’š


πŸ’š


πŸ’š


πŸ’š


...Terimakasih Dukungan Dari Readers Semua...


...Jangan lupa tinggalkan jejak...

__ADS_1


...Like, Rate dan Komen...


__ADS_2