
...💙 Selamat Membaca 💙...
Di salah satu sudut kantin, terdapat dua perempuan yang tengah berhadapan. Mereka memilih tempat yang sedikit menjauh dari banyak orang agar lebih leluasa saat mengobrol.
"Kamu pasti mengira aku cengeng banget, overprotektif, pencemburu, dan tidak bisa memberikan kebebasan pada Yeon Jun." Ucap Davina yang kini sudah cukup tenang.
"Wajar perempuan seperti itu. Aku juga kadang seperti itu...." Jawab Soo Wol jujur.
Pasalnya, semua wanita yang melihat pasangannya memeluk wanita lain pasti akan cemburu dan salah faham pastinya.
"Gak lah. Dulu aku cemburu padamu dan sekarang pada Clarissa juga.. Bukankah itu berlebihan...?"
"Kenapa kau cemburu...?"
"Ya dulu kau dengan lantangnya mengucapkan bahwa kau akan mengejar Yeon Jun dan dengan santainya kalian berciuman di depan ku. Sekarang Clarissa juga dan mereka berpelukan di tempat yang tertutup. Jelas kan, kenapa aku cemburu...? Aku takut Yeon Jun berpaling dariku..."
"Di mata Yeon Jun itu hanya ada kamu. Apalagi di hati dan jiwanya, semua hanya ada kamu. Kamu Davina." Jelas Soo Wol.
"Walaupun begitu, Aku masih saja takut.. Aku gak melarang Yeon Jun dekat dengan teman wanitanya. Tapi aku ingin dia memiliki batas. Kau tahu kan, rasa nyaman itu bisa menumbuhkan rasa cinta dan aku tidak suka kalau Yeon Jun memberikan rasa nyaman lebih ke wanita lain. Bisa-bisa wanita itu nyaman kepada Yeon Jun dan yang lebih menakutkan Yeon Jun nyaman dengan wanita itu juga."
"Perasaan takut itu wajar Dev,. namanya juga pasangan. Aku juga seperti itu kok dan ya Aku ada rencana untuk balas dendam. Mau ngikutin rencana ku...?"
"Rencana apa..?"
"Kita sebagai perempuan tidak boleh lemah dan menerima semua apa adanya, kau tahu itu kan..! Kau harus bisa melakukan hal yang sama, lakukan balas dendam ke Yeon Jun. Bukan balas dendam sih, sedikit memberikan pelajaran, tidak apa-apa lah."
"Caranya...?" Tanya Davina yang tertarik dengan tawaran Soo Wol.
"Simpel saja, jika Yeon Jun membuatmu cemburu, maka kau buat Yeon Jun juga cemburu lah. Aku yakin, dia sebenarnya lebih pencemburu dibanding kamu. Hanya saja belum terlihat..."
"Apa tidak apa-apa melakukan hal seperti itu...? Aku takut itu akan menyebabkan pertengkaran."
"Tidak apa-apa. Jika dia cemburu juga, kau tidak perlu menjelaskan perasaanmu panjang lebar, karena Yeon Jun pasti mengerti bagaimana rasanya."
"Baiklah.. aku akan coba. Tapi aku harus melakukan dengan siapa...?"
"Siapapun Davina. Aku yakin kau punya banyak fans disini. Kau gunakan saja salah satu dari mereka. Ah ya, kamu tidak perlu mendiamkan Yeon Jun, cukup biasa saja seperti tidak ada apa-apa. Kau harus tetap terlihat cool."
"Hai bagaimana bisa aku lakukan itu..?"
__ADS_1
"Coba Davina, belum mencoba sudah bilang tidak bisa. Dasar kau ini...!" Hardik Soo Wol dengan santainya.
"Kau sudah lihat kan tadi, untuk menerima telepon dari Yeon Jun saja aku malas apabila harus bersikap biasa...?
"Ayolah... di coba dulu. Jangan langsung pesimis gitu ah."
"Baiklah... Aku akan coba untuk..." Ucap Davina yang terpotong melihat Yeon Jun berjalan kearah dirinya.
"Mom" teriak anak perempuan cantik yang mendekati tempat duduk mereka.
"Hai honey. Kau dengan siapa...?"
"Dengan Ahjussi" anak cantik tersebut menunjuk laki-laki yang mengikutinya. "Itu Ahjussi"
"Hai..." Yeon Jun datang dengan senyuman yang sangat manis, langsung duduk di samping Davina dan berhadapan dengan si kecil. "Sekertaris Song sedang sibuk dan gadis kecilku yang cantik ini merengek mengajak kesini. jadi aku yang mengantar dia kemari."
"Kok Ahjussi bohong sih. Bohong itu dosa tau. Aku tidak nangis kok mom. Ahjussi bilang, dia mau membelikan aku dan mom es krim. Makanya kita kesini." Ucap anak tersebut dengan suara khan anak-anaknya.
"Jun. Jangan mengajari anakku yang jelek-jelek ya...!" Tatap Soo Wol tajam.
"Ya ya ya... Kalian sih tidak pada angkat telfon ku. Maaf ya cantik Ahjussi janji tidak akan bohong lagi." Ucap Yeon Jun dengan wajah yang dibuat pura-pura menyesal.
"Janji.." Yeon Jun menautkan kelingking kecil itu dengan kelingking miliknya.
"Soo Wol aku sudah selesai makannya. Aku balik dulu ya. Gak enak Sama yang lain." Davina menarik tangannya yang sedari tadi di genggaman Yeon Jun dari bawah meja.
"Sayang..." Bisik Yeon Jun. "Aku kan baru sampai, kenapa kau mau pergi...?"
"Kau bisa lihat jam kan...? Jam istirahat sudah habis." Jelas Davina dengan nada yang berbeda.
"Memangnya kenapa...? Aku kan bosnya. Jadi tidak masalah kan...? Disini dulu ya..." Rengek Yeon Jun dan pastinya dia tetap menggenggam tangan Davina. Tanpa mau melepaskan.
"Yang bosnya kan kau bukan aku. Jadi lepaskan tanganku."
"Tapi kau kan calon nyonya Yeon Jun. Jadi slalu ada pengecualian untukmu sayang."
"Masih calon kan dan belum sah menjadi nyonya Yeon Jun... Jadi lepaskan tanganku..."
"Gak mau..." Jawab Yeon Jun sambil menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Kau lepaskan, atau mau aku lebih marah lagi."
"Baiklah baiklah... Jangan marah sayang." Yeon Jun terpaksa melepaskan tangannya Davina dan Davina langsung berdiri dari duduknya.
"Takutnya calon nyonya Yeon Jun berubah. Bukan lagi Davina tapi Clarissa. Jadi sebagai pegawai magang aku harus jaga sikap bukan...?" Ucap Davina pelan sebelum dirinya pergi meninggalkan Yeon Jun dengan Soo Wol.
Yeon Jun hanya menghela nafas kasar. Bagaimana bisa Davina berbicara seperti itu. Tidak mungkin posisi nyonya Yeon Jun berganti. Posisi itu hanya untuk Davina. Harus Davina.
"Tidak mau mengejarnya...?" Tanya Soo Wol yang hanya dijawab dengan gelengan kepala oleh Yeon Jun.
"Kau tidak mempengaruhinya kan..? Selidik Yeon Jun.
"Tanpa aku pengaruhi, semua wanita akan salah faham jika melihat mu seperti tadi."
"Huhhhh... Kenapa aku bodoh sekali...!" Sesal Yeon Jun.
"Emang... Baru sadar...?"
"Tau ah... Kau tidak akan memberikan aku saran tapi kau hanya akan mengejekku." Yeon Jun ikut berdiri dari duduknya.
"Sayang, Ahjussi pergi dulu ya. Kau makan es krim dengan mom dulu. Okay." Yeon Jun berpamitan dengan si cantik dan melesat pergi.
Yeon Jun harus mencari bagaimana caranya, agar Davina memaafkannya.
💙
💙
💙
💙
💙
...Terimakasih Dukungan Dari Readers Semua...
...Jangan lupa tinggalkan jejak...
...Like, Rate dan Komen...
__ADS_1