Pahit Manis Mencintaimu

Pahit Manis Mencintaimu
Episode 25 Resmi Jadian


__ADS_3

...💙 Selamat Membaca 💙...


"I love you" Davina mengecup kening Yeon Jun. "I love you Han Yeon Jun"


"I love you too" Yeon Jun membuka matanya dan tersenyum secerah rembulan malam.. "I love you so much Davina Putri kristin"


"Yeon Jun.... Kau sudah sadar...?" Davina langsung memeluk tubuh Yeon Jun dan menangis.


"Kenapa menangis...?" Yeon Jun yang kaget melihat respon Davina hanya mengusap lembut punggung Davina.


Davina hanya diam, karena dirinya juga tidak tahu kenapa dia menangis. Davina bahagia melihat Yeon Jun sadar. Melihat Yeon Jun tidak kenapa-napa rasanya melegakan. mungkin itulah alasan kenapa Davina menangis.


"Kenapa menangis...?" Yeon Jun kembali menanyakan pertanyaan tersebut, tapi kali ini posisi mereka telah duduk berhadapan.


Davina menggelengkan kepalanya "Kau tidak apa-apa..?"


"Aku baik-baik saja."


"Kenapa kau melakukan itu...?" Protes Davina.


"Melakukan apa...?"


"Kenapa kau memakan makanan yang seharusnya tidak kau makan...?"


"Hanya ingin memakannya saja."


"Maaf Jun, aku tidak tahu dan seharusnya kau tidak perlu memakannya." Davina sadar disitu ada kesalahan darinya yang membuat Yeon Jun terpaksa memakan makanan yang seharusnya tidak dia makan.


"Kenapa minta maaf...? Ini bukan salahmu Dev. Ini salahku. Jangan menangis, aku tidak suka wanitaku menangis." Yeon Jun mengusap air mata Davina dan menggenggam tangan Davina. "Kau tidak perlu membandingkan dirimu dengan siapapun. Kau tidak perlu membuat dirimu seperti wanita manapun. Karena bagiku hanya satu wanita yang aku puja dan aku cinta yaitu kamu. Hanya kamu Dev.."


Davina hanya menatap wajah Yeon Jun. Tidak memberikan respon apapun. Dia hanya mendengarkan setiap ungkapan dari Yeon Jun.


"Dav. Aku tahu kau ingin sesuatu yang manis dan romantis saat ada laki-laki ingin mengungkapkan perasaannya padamu. Tapi maaf Dev, aku tidak bisa memberikan hal itu saat ini. Aku tidak mau lagi menunda, aku ingin benar-benar memiliki mu Dev..." Yeon Jun sedikit menghela nafas. "Davina Kristina Putri, maukah kau jadi kekasihku...?"


"Maaf Jun. Aku tidak bisa." Jawab Davina yang membuat wajah Yeon Jun berubah seketika.


"Maaf Jun." Davina memeluk Yeon Jun, tapi Yeon Jun hanya diam terpaku.


Yeon Jun sudah berharap tinggi dan dirinya telah yakin akan diterima tapi kali ini teryata masih sama. Dirinya masih ditolak oleh Davina.


Davina melepaskan pelukannya dan berbisik "Maaf Jun. Aku tidak bisa menolak mu kali ini"


"Kau menerimaku Dev...?" Davina hanya tersenyum dan mengangguk.


"Terimakasih Dev. Terimakasih" Yeon Jun kembali memeluk tubuh Davina dan Davina membalas pelukan tersebut.


Di luar kamar terlihat ada seorang yang tersenyum. Dirinya ikut bahagia dengan kejadian yang ada di dalam kamar rumah sakit tersebut.

__ADS_1


"Maaf Dev. Aku tidak bisa kembali ke rumah sakit. Tolong jaga Yeon Jun"


Sebuah pesan berhasil terkirim.


Yeon Seok memilih membiarkan mereka berdua kali ini. Tidak baik baginya mengganggu dua insan yang tengah merajut cinta.


...💙💙💙💙💙...


Pagi menyapa, dua insan yang baru menyandang status baru masih terlelap dalam tidur yang nyenyak.


Davina tidak tidur di sofe melainkan tidur di sebelah Yeon Jun. Ranjang VVIP yang cukup besar ini cukup digunakan tidur mereka berdua.


Davina tidak tidur di ranjang pasien dengan suka rela, melainkan karena paksaan Yeon Jun. Ya semalam terjadi perdebatan kecil yang dimenangkan oleh Yeon Jun.


Pagi ini, Yeon Jun juga yang memenangkan suatu hal. Bukan memenangkan perdebatan tapi Yeon Jun menang bisa bangun lebih pagi. Bukan menang juga sih, karena mereka tidak sedang berlomba.


Bagi Yeon Jun, dirinya menang karena bisa melihat wajah damai Davina yang tertidur nyenyak dihadapannya.


Infus ditangan Yeon Jun juga sudah di lepas semalam. Hal ini membuat Yeon Jun bisa tidur dengan nyaman di dekat Davina.


Tangan Yeon Jun mengelus rambut Davina dengan lembut agar tidak mengganggu tidur Davina. Tapi sayang walaupun Yeon Jun sudah melakukan dengan lembut, tetap saja Davina terbangun dari tidurnya.


"Jun.." Lirih Davina.


Yeon Jun mengecup lembut di kening Davina "Selamat pagi my sweet heart."


"Kenapa...? Bukankah sekarang kau adalah kekasih ku..? Jadi tidak masalah kan aku memanggil seperti itu...?" Davina hanya tersenyum dan mengangguk.


"Mulai sekarang aku akan memberikan banyak sekali cinta untukmu." Ucap Yeon Jun


Davina memeluk Yeon Jun. "Aku akan suka rela menerima cintamu untukku."


...💙💙💙💙💙...


Keadaan Yeon Jun semakin membaik. Hanya saja dia baru boleh keluar dari rumah sakit besok karena dokter masih ingin memeriksanya dengan teliti. Oleh karena itu, hari ini Yeon Jun akan cuti.


"Kau beneran akan masuk kerja...?" Tanya Yeon Jun kepada Davina yang tengah sibuk bersiap untuk bekerja.


"Hari ini aku harus menyerahkan hasil kerjaku kepada sekertaris Song untuk mendapatkan nilai."


"Kenapa harus sekertaris Song, kau bisa mendapatkan dariku. Bukankah akan lebih baik jika kau mendapatkan penilaian dariku langsung selaku CEO daripada sekertaris Song...?"


Davina tersenyum dan mendekat ke Yeon Jun. "Ya aku tahu. Akan lebih hebat jika kau yang menilai ku langsung. Tapi aku tidak mau kau yang menilai ku. Aku yakin kau akan memberikan penilaian yang tidak objektif untukku."


"Tidak objektif bagaimana...? Aku akan memberikan nilai seperti yang kau inginkan."


"Itu maksudku. Aku ingin nilai asli sesuai kemampuan ku, bukan nilai yang baik tapi tidak sesuai dengan kemampuan ku." Jelas Davina.

__ADS_1


"Apa kau tidak bisa meminta nilai besok saja...?"


"Tidak bisa."


"Kita baru jadian, Masak sudah mau kau tinggal...? Kalau aku rindu bagaimana...?" Yeon Jun tetap membujuk Davina agar tidak berangkat.


"Aku akan segera menyelesaikan pekerjaan ku. Setelah pulang kerja aku akan langsung kesini. Okay...?" Yeon Jun tetap menggelengkan kepalanya.


"Ayolah Jun..." Bujuk Davina


"Huffff baiklah." Yeon Jun mengalah "Tapi kau janji langsung kesini nanti."


"Iya-iya janji. Aku akan kesini."Davina mengacungkan jari kelingkingnya di depan Yeon Jun. Sontak hal itu membuat Yeon Jun melihat jari Davina yang terbalut perban.


"Ini kenapa...?" Yeon Jun menarik tangan Davina.


"Gak kenapa-kenapa. Itu hanya luka kecil saat aku memasak kemarin."


"Kau terkena pisau...?" Davina mengangguk dan tersenyum "Bagaimana bisa ceroboh seperti itu sih."


"Ini hanya luka kecil Jun. Tidak perlu marah seperti itu."


"Jelas aku marah Dev. Aku mencintaimu dan aku tidak suka kau terluka."


"Ini hanya luka kecil Jun."


"Apapun itu dev. Mau kecil atau besar itu tetap luka dan aku tidak ingin kau terluka."


"Baiklah. Aku akan slalu hati-hati kedepannya."


"Bagus." Yeon Jun mencium jari Davina. "Kau tidak perlu seperti perempuan lain dev, apalagi seperti Soo Wol. Karena bagiku hanya kau wanita yang aku cintai. Tetaplah jadi Davina yang apa adanya."


Davina hanya tersenyum. Walaupun dia slalu mendapatkan perlakuan manis dari Yeon Jun. Tapi ketika perlakuan manis itu dilakukan saat ini, rasanya jadi berbeda, sangat membahagiakan.


💙


💙


💙


💙


💙


...Terimakasih Dukungan Dari Readers Semua...


...Jangan lupa tinggalkan jejak...

__ADS_1


...Like, Rate dan Komen ...


__ADS_2