Pahit Manis Mencintaimu

Pahit Manis Mencintaimu
Episode 44 Kehamilan Davina


__ADS_3

...🖤 Selamat Membaca 🖤...


"Umma meminta ku untuk mengasihi Min Ra yang mengandung calon cucunya... Lalu siapa yang akan mengasihani ku dan calon anakku mbak...? Bukankah Anakku juga calon cucunya...?"


Ya hanya Mbak Ida, asisten rumah tangganya yang tahu tentang kehamilannya. Davina sangat shock saat itu, tapi mbak Ida bisa menenangkannya karena mereka yakin bahwa Yeon Jun akan bertanggung jawab dan tidak akan meninggalkan Davina begitu saja. Lalu bagaimana jika sekarang...?


"Sabar nona. Nona jangan menangis terus. Kasihan dedek bayinya. Dia akan takut di dalam sana..!" Ucap mbak Ida sambil memeluk dan membelai rambut Davina.


"Bagaimana jika mama, papa dan kakak tahu mbak...? Bagaimana jika mereka tahu aku hamil di luar nikah...? Bagaimana jika mereka tahu, kalau anaknya akan melahirkan tanpa suami, jika cucu mereka lahir tanpa ayah...? Aku sudah membuat aib keluarga mbak. Aku sudah mencoreng nama baik mereka. Aku sudah membuat mereka malu mbak...!"


"Saya yakin, nyonya dan Tuan tidak akan marah sama nona. Mereka sayang sama nona. Mereka pasti akan tetap memberikan yang terbaik untuk nona...!"


"Tapi mbak, aku sudah mengecewakan mereka lalu bagaimana bisa Aku jujur kepada mereka jika Ayah dari anakku tidak bisa bertanggung jawab kepadaku. Kenapa Yeon Jun tidak menanyakan keadaanku dahulu sebelum mengatakan hal itu mbak...? Lalu Umma meminta belas kasihan dariku lalu Siapa yang akan mengasihi ku...? Mengapa mereka tidak berbelas kasihan sedikit padaku...?"


"Mereka seperti itu karena tidak tahu Nona. Nona harus jujur kepada keluarga Nona ataupun Tuan Yeon Jun. Nona tidak bisa menyembunyikan semuanya sendirian. Jika Nona tidak bisa mengatakannya, mbak yang akan mengatakannya nona. Mbak yang akan bantu nona meminta tanggung jawab dari Tuan Yeon Jun."


Davina melepaskan pelukannya. "Tidak mbak. Aku tidak ingin Yeon Jun atau keluarganya tahu. Undangan sudah tersebar mbak dan semua orang sudah tahu jika Yeon Jun akan menikah dengan Min Ra. Lalu jika aku datang, maka semua orang akan menganggap ku sebagai perusak hubungan mereka. Aku juga tidak mau menjadi istri kedua atau istri simpanan seperti yang Umma minta, itu sangat menyakitkan." Davina langsung berdiri dan berjalan meninggalkan ruang tamu.


"Nona mau kemana...?"


"Ke kamar mbak."


"Nona harus ingat ada nyawa lain yang ada di tubuh nona." Davina tetap berjalan tanpa menjawab perkataan mbak Ida.


Kepergian Yeon Seok Oppa membuat Davina tetap merahasiakan hal ini sampai waktu yang dia rasa tepat. Tapi teryata waktu itu tidak pernah tiba.


Harapannya mendapatkan pertanggungjawaban pupus seketika dan sekaligus hatinya di diremukkan oleh keadaan. Kabar yang ingin dia berikan, tetap menjadi kabar yang tidak pernah tersampaikan hingga saat ini. Keberadaan anaknya tetap menjadi rahasia antara dirinya, mbak Ida dan calon anaknya.


"Maaf nona. Saya tidak bisa merahasiakan ini lagi. Jika nona tidak ingin memberitahu Tuan Yeon Jun, maka saya harus memberi tahu keluarga nona. Jika nona menangis terus dan seperti ini setiap hari, saya takut nona yang akan kehilangan bayi tersebut." Lirih mbak Ida yang merasa iba pada Davina yang baik dan ceria selama ini. Tapi keadaan membuatnya menjadi gadis yang pendiam dan murung setiap hari.


...🖤🖤🖤🖤🖤...

__ADS_1


Kenyataan bisa lebih indah dari yang kita bayangkan. Tapi tak sering kali kenyataan menghempaskan kita pada takdir yang memilukan. Itulah yang dirasakan Davina selama ini, dirinya hanya bisa merasa bersalah kepada orang-orang yang ada dihadapannya saat ini.


"Sayang... Makan dulu... Kasian calon cucu mama..."


Davina hanya menggelengkan kepalanya, dia tidak nafsu makan. Rasa bersalahnya kepada kedua orang tuanya benar-benar membuatnya tersiksa.


"Ayolah sayang... Kalau kamu gak makan bagaimana cucu papa tumbuh...?" Galang mengelus-elus rambut anak perempuan semata wayangnya.


Ya mbak Ida meminta mama dan papa datang ke Korea. Mbak Ida tidak menceritakan keadaan Davina di telepon, tapi menceritakan langsung keadaan Davina setelah kedua orang tuanya dan kedua kakak kembarnya datang ke Korea.


Mereka sangat sedih ketika tahu Davina hamil di luar nikah. Apalagi mama Asila dia merasa sedih gagal menggantikan almarhum orang tua Davina.


Kecewa dan marah juga mereka rasakan kepada Davina. Tapi ketika mereka tahu keadaan Davina, rasa marah tersebut lenyap berganti rasa sedih melihat keadaan putri semata wayangnya.


Putrinya yang cantik dan ceria sirna. Mata cekung, pipi tirus, dan tatapan sayu. Itulah definisi ketika mereka pertama kali ketemu Davina.


Papa Galang, kak Dalfa dan kak Dalfi murka ketika mendengar cerita Davina. Cerita yang tidak Davina tutupi apapun, ya Davina menceritakan apa adanya tanpa mengurangi ataupun menambahi apapun.


"Mama suapi ya..." Mama asila meraih makanan yang ada di depan putrinya. "Kau paling suka masakan mama dan apalagi mama langsung yang suapi makannya. Sekarang buka dan aaa...?"


Davina menatap malaikat yang ada di hadapannya. Dia tidak tahu, terbuat dari apa hati mamanya. Kenapa bisa selapang dan sebaik itu. Kenapa dia bisa slalu sabar tidak pernah menyalahkan siapapun.


"Maaf ma... Maafin Davina..." Davina kembali menangis. "Davina sudah membuat mama dan papa malu... Maaf."


"Stttg sudah Sayang...." Asila meletakkan mangkuk makannya dan memeluk putri semata wayangnya. "Jangan nangis terus donk. Kasihan cucu mama dan papa. Bagaimana cucu mama akan tumbuh dengan sehat jika kamu nangis dan tidak pernah makan. Ya kan pa....?"


"Iya sayang... Sudah jangan nangis. Kakakmu sudah mempersiapkan semua. Besok kita bisa kembali ke Indonesia. Kita mulai hidup baru dan tinggalkan rasa sakit itu disini. Kita akan kembali hidup bahagia bersama seperti dahulu kala. Apalagi sebentar lagi, papa akan jadi seorang kakek... Cucu pertama Galang Putra Sanjaya akan menjadi orang yang paling hebat nantinya." Ucap Galang menenangkan putri kesayangannya.


"Ma pa, boleh aku datang ke pernikahan Min Ra dan Yeon Jun besok sebelum kita pulang...?"


"Tidak. Untuk apa...?" Tolak sang kakak yang baru saja masuk ke kamar Davina "Cukup Dev kau menyakiti dirimu sendiri."

__ADS_1


"Aku mohon kak. Aku janji, setelah ini aku akan ikuti apapun yang kakak, mama dan papa minta. Aku juga tidak akan bersedih lagi. Aku janji. Boleh ya pa...? Sekali saja, aku ingin melihat sahabatku Min Ra."


"Kau tidak perlu ke sana sayang..." Davina juga tidak setuju anaknya ke tempat itu.


Dirinya sudah pernah merasakan bagaimana sakitnya melihat orang yang kita sayang menikahi orang lain. Itu sangat menyakitkan dan itu pernah menjadi trauma untuknya dan Asila tidak ingin Davin merasakan itu.


"Mama. Aku ingin melihat Mereka untuk terakhir kalinya. Boleh ya... Aku mohon..." Ucap Davina sambil menangis.


"Baiklah jangan menangis." Galang menghela nafas "Kau bisa pergi bersama kakak-kakak mu."


"Aku akan pergi sendiri..." Tolak Davina.


"Bersama kami atau tidak sama sekali." Ucap Kak dalfa tegas.


"Baiklah." Davina memilih mengalah daripada dia tidak bisa datang ke tempat itu.


Ya Davina harus melepaskan cicin yang dia kenakan sekarang dan mengembalikan pada pemiliknya. Kehidupan barunya hanya ada dirinya, keluarga dan anaknya. Tidak akan ada Yeon Jun atau pun siapapun yang ada di kenal di negeri ini. Dia akan melupakan semua dan meninggalkan semua cerita luka dan bahagia. Terkubur disini di tempat yang tidak ingin dia pijak kembali.


🖤


🖤


🖤


🖤


🖤


...Terimakasih Dukungan Dari Readers Semua...


...Jangan lupa tinggalkan jejak...

__ADS_1


...Like, Rate dan Komen...


__ADS_2