
...🤎 Selamat Membaca 🤎...
Jam Telah menunjukkan waktunya pulang kantor, tapi Davina dan para sekertaris lainnya masih sibuk dengan pekerjaan mereka.
Gold Entertainment memang tengah menyiapkan berbagai persiapan untuk mengenalkan boyband baru mereka. Boyband ini memiliki tiga personil dengan wajah yang tampan, akting yang menawan dan pastinya suara yang akan membuat mabuk kepayang.
Selain mempersiapkan debut tersebut, gold Entertainment juga tengah mempersiapkan performance artis-artis yang akan kembali ke layar entertainment setelah pandemi berakhir.
Ya kali ini Korea sudah mulai kembali normal. Dimana semua aktivitas sudah tidak dibatasi lagi. Hal itu dimanfaatkan oleh stasiun tv untuk membuat acara-acara baru dengan artis-artis ternamaan Korea. Hal itulah yang membuat gold entertainment sangat sibuk. Karena bagaimanapun, gold Entertainment adalah kantor manajemen terbaik di Korea.
"Halo Jun" Jawab Davina lemas. "Ada apa lagi kali ini...?"
Davina benar-benar merasa, Jun adalah orang yang berbeda. Sifat Jun berubah sekejap mata. Contohnya saja hari ini, setidaknya Davina sudah mendapatkan lima panggilan dari Yeon Jun dalam waktu sehari.
"Kapan pulang...? Kapan kesini...? Jangan lupa kau sudah berjanji akan langsung ke rumah sakit setelah pulang kantor." Ucap Yeon Jun.
"Aku belum pulang kantor Jun, aku masih kerja.." Davina mendesah "Aku akan langsung datang ke rumah sakit, jadi tunggu aku datang dan jangan menelfon ku terus...!"
"Apa yang kau lakukan di kantor, ini sudah malam Davina sayang.. Aku juga sudah sangat sangat sangat merindukan mu." Rengek Yeon Jun.
"Jangan seperti anak kecil Jun."
"Aku beneran rindu denganmu.. Ini hari pertama kita jadian dan kau meninggalkanku untuk bekerja...!" Omel Yeon Jun.
"Jangan mengajakku berdebat. Aku tutup telfonnya. Semakin lama kau mengajakku berdebat maka semakin lama aku pulang...!"
"Ya ya ya... Aku tidak akan mengajakmu berdebat karena aku sudah tahu apa yang harus aku lakukan.."
"Jangan lakukan hal-hal yang aneh ya Jun. Aku tidak suka.. !"
"Aku tidak akan melakukan hal-hal aneh. Cepet matikan komputer mu dan bersiap.. Kau harus kembali sekarang..." Perintah Yeon Jun "Daaa Sayang. I love you. Sampai jumpa di rumah sakit."
Davina kembali mendesah ketika sambungan telepon di matikan begitu saja oleh Yeon Jun.
Seharian ini Davina sudah mendengarnya rengekan Yeon Jun berkali-kali. Baru sampai kantor Yeon Jun sudah menelfon dan meminta Davina kembali ke rumah sakit. Dua jam setelahnya pun juga begitu.
Jam istirahat, bahkan Davina sampai harus mengancam Yeon Jun agar tidak melakukan ide yang gila menurut Davina.
"Dav, kau dipanggil Sekertaris Song" Ucap salah satu Stafa Sekertaris yang baru saja keluar dari ruangan Sekertaris Song.
"Iya Unni" jawab Davina dan langsung beranjak dari mejanya.
__ADS_1
Tok tok
Sebelum Davina membuka pintu ruangan Sekertaris Song, Davina mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Apa Sekertaris Song memanggil saya...?" Tanya Davina.
"Iya" jawab sekertaris Song singkat.
Sekertaris Song berdiri untuk mengambil dokumen di lemarinya dan memberikan kepada Davina "Tolong kau kerumah sakit sekarang dan mintakan tanda tangan Tuan Yeon Jun...!"
"Baik Sekertaris Song...! Saya akan segera menyelesaikan pekerjaan saya dan berangkat meminta tanda tangan Tuan Yeon Jun"
"Tidak perlu menyelesaikan pekerjaan mu. Kau bisa melanjutkan pekerjaan mu besok. Sekarang kau segera ke rumah sakit."
"Baik Sekertaris Song, Saya permisi." Pamit Davina dan segera keluar dari ruangan Sekertaris Song.
Ting
Sebuah pesan masuk ke ponsel Davina pas ketika Davina sampai di mejanya.
💌 "Segera ke rumah sakit Sayang. Aku sudah sangat sangat merindukan kamu. Aku sudah kirimkan sopir untuk membawamu Kesini." 💌
Davina hanya menggelengkan kepalanya. "Teryata ini ulah mu"
Tidak butuh waktu lama untuk Davina sampai ke rumah sakit. Karena jarak rumah sakit dan kantor memang tidak terlalu jauh.
"Ayok Jun. Buka mulutmu...!" Davina menghentikan niatnya untuk masuk ketika samar-samar dia mendengar suara perempuan diruang Yeon Jun.
"Aku sedang tidak ***** makan." Tolak Yeon Jun.
"Jangan kayak anak kecil Jun. Aku sudah susah payah memasakkan makanan untukmu. Sekarang buka mulutmu...!"
"Aku tidak ingin makan Wol dan aku bisa makan sendiri jika aku ingin. Jadi Tidak perlu kau suapi..."
"Soo Wol.... Apa di dalam ada Soo Wol....?" Gumam Davina. "Apa yang mereka lakukan...?"
Hati Davina tiba-tiba kembali bergemuruh. Dia membuka pintu ruangan Yeon Jun dengan sangat pelan agar tidak diketahui oleh orang yang sedang ada di dalam ruangan.
"Kalau aku tidak menyuapi mu. Kamu tidak akan makan. Sekarang kau buka mulutmu sendiri atau mau aku buka dengan paksa...?" Ancaman itu berhasil membuat Yeon Jun membuka mulutnya.
Saat ini Davina kembali melihat Yeon Jun yang bermesraan bersama Soo Wol. Cemburu dan marah kembali memenuhi hati Davina.
__ADS_1
"Ehem ehem"
Davina berdehem dan membuat dua orang yang sedang berdebat tadi memalingkan pandangannya ke dirinya.
"Maaf apa saya mengganggu tuan Yeon Jun...?" Ucap Davina dengan tatapan tajam kepada Yeon Jun.
"Sangat tidak mengganggu. Sini masuk Dev....!" Bukan Yeon Jun yang menjawab tapi Soo Wol.
"Maaf Tuan. Saya ingin minta tanda tangan Tuan Yeon Jun." Ucap Davina sopan.
"Kamu lama banget sih datangnya...?" Protes Yeon Jun yang tidak memperhatikan tatapan kesal dari Davina "Apa kamu tidak tahu aku menunggumu dari tadi...?"
"Maaf Tuan. Saya langsung kesini setelah mendapatkan perintah. Apa dokumen ini sangat penting...?" Tanya Davina.
"Bawa kesini dokumen itu...!" Pinta Yeon Jun yang masih dudu di bibir ranjang pasien.
Davina berjalan mendekat untuk menyerahkan dokumen tersebut ke Yeon Jun. Tapi bukankah menerima dokumen tersebut, Yeon Jun malah menarik tangan Davina dan memeluk Davina.
"Apa kau tidak tahu, aku sangat merindukanmu...? Kenapa kau lama sekali datangnya..?" Rengek Yeon Jun yang kini tangannya melingkar di perut Davina.
"Jun lepaskan." Davina mencoba berontak. "Ada Soo Wol disini."
Bukannya melepaskan Yeon Jun malah memeluk Davina semakin erat. "Aku tidak peduli...! Kau diam sayang atau aku akan mencium mu sekarang juga."
Davina langsung diam dan membiarkan Yeon Jun memeluknya. davina menatap orang yang tengah mendekapnya. Orang tersebut terlihat sangat tenang. Melihat itu, tangan davina mengelus rambut yeon jun untuk memberikan kenyamanan dan ketenangan lebih.
"Mau sampai kapan kau memeluk menantu Umma...?" Mendengar suara yang sangat familiar itu, membuat Davina memalingkan wajahnya. "Apa kau anggap kita semua ini obat nyamuk Jun...?"
"Umma. Appa..." Davina membulatkan matanya. Dirinya tidak sadar jika ada Umma dan Appa yang tengah duduk di sofa.
🤎
🤎
🤎
🤎
🤎
...Terimakasih Dukungan Dari Readers Semua...
__ADS_1
...Jangan lupa tinggalkan jejak...
...Like, Rate dan Komen...