Pahit Manis Mencintaimu

Pahit Manis Mencintaimu
Episode 46 Keguguran


__ADS_3

...🤎 Selama Membaca 🤎...


Shittt


Dalfa langsung mendorong Yeon Jun kesamping. "Kenapa dek..?"


"Gak tahu kak, sakit sekali...! aww" ucap Davina sambil menangis.


"Tahan ya, kita ke rumah sakit sekarang." Dalfa langsung menggendong Davina ala bridal. "Bertahanlah. Princess kakak wanita yang kuat."


Dalfa meninggalkan ruangan VVIP tersebut tanpa berpamitan. Dirinya membawa Davina keluar melalui pintu darurat. Akan membuat keributan jika dirinya melalui ruang pesta.


Yeon Jun yang melihat kepanikan di wajah Dalfa dan kesakitan Davina dibuat ikut kalang kabut. Dirinya mengikuti Dalfa dan menanyakan apa yang terjadi, tapi Dalfa tidak memperdulikannya.


Selain Yeon Jun, Umma dan Appa juga mengikuti dari belakang. Mereka berjalan menuju ke tempat parkir dimana Dalfa memarkirkan kendaraannya.


"Kenapa kak...?" Tanya Dalfi yang langsung berlari ketika melihat Davina menangis dalam gendongan kakak kembarnya.


"Aku tidak tahu, aku akan bawa Davina ke rumah sakit dahulu. Kau pulang kabarkan ke mama papa dan siapkan keperluan kita untuk kembali ke Indonesia, jika memungkinkan kita akan kembali ke Indonesia seperti rencana."


"Ya kak... Kabari jika kakak butuh apapun." Ucap Dalfi sebelum menutup pintu mobilnya.


Mobil Dalfa langsung melesat meninggalkan Dalfi. Selain dalfi ada 3 orang yang masih bingung dengan keadaan Davina.


"Umma... Aku akan menyusul Davina.. Tolong Umma buatkan alasan kepada Min Ra dan keluarganya." Pinta Yeon Jun kepada Umma.


"Iya nak. Hati-hati di jalan. Jangan lupa beri kabar kepada Umma..!"


"Maaf, apa Hyung ingin ikut bersama ku...?" Tanya Yeon Jun menawarkan kepada Dalfi. Dirinya memang tidak mengenal laki-laki di depannya, tapi dia tahu dia juga kakak Davina. Karena wajah mereka benar-benar mirip.


Ck


Bukannya menjawab, Dalfi malah memberikan bogeman mentah kepada Yeon Jun. Yeon Jun yang tidak siap menerima bogeman tersebut langsung tersungkur.


"Aku peringatkan kepadamu." Dalfi berjongkok di samping Yeon Jun yang masih berada di posisinya. "Jangan berani-berani lagi mengusik Davina.".

__ADS_1


"Awwww...!" Pekik Yeon Jun ketika dalfi merasakan tendangan di perutnya.


"Kau sudah mencampakkan adik ku yang berharga. Jadi jangan harap setelah ini kau tetap bisa melihat adikku seperti yang kau harapkan. Karena akan ku pastikan kau tidak akan pernah ketemu dengan adikku lagi dan juga calon keponakan ku. Bicara tentang calon keponakanku, dia tidak butuh ayah seperti mu."


Setelah mengucapkan tersebut, Dalfi berlalu dari Yeon Jun.


"Satu lagi..." Dalfi membalikkan tubuhnya. "Jangan sekali-sekali kau ke rumah sakit, aku peringatkan itu. Jika terjadi apa-apa dengan calon keponakanku, aku tidak akan segan-segan memberikanmu pelajaran saat itu juga."


"Apa maksudmu Hyung...? Apa... apa Davina...."


"Davina hamil anakmu. Kenapa, Kau menyesal...?" Yeon Jun tersenyum sinis "Sesalilah keputusan mu karena meninggalkan adikku Davina dan anakmu sendiri."


"Hyung tidak berbohong kan...? Apa benar Davina mengandung anakku...?"


"Cih..." Dalfi meludah ke samping. "Berani sekali kau memandang rendah adikku. Apa kau fikir adikku berhubungan dengan banyak laki-laki dan menyangkal bahwa dia mengandung anakmu...?"


"Bukan... Bukan begitu Hyung..."


"Ck.. kalian..." Dalfi memanggil bodyguard yang menjaga Davina selama di Korea. "Kalian yang menjaga adikku selama ini. Kalian pastikan laki-laki brengsek ini dan keluarganya tidak mendekati Davina. Kalian mengerti...?"


"Siap Tuan."


...🤎🤎🤎🤎🤎...


Mama, papa, dan Dalfi menyusul ke rumah sakit, setelah mendapat kabar bahwa Davina butuh penanganan lebih lanjut. Mereka tampak gelisah menunggu Davina ditangani oleh dokter.


"Bagaimana kondisi putri saya sekarang Dok...? Apakah, apakah..." Papa Galang menelan ludah dengan susah payah. Tampak dirinya kesulitan menanyakan keadaan anak perempuan semata wayangnya kepada dokter yang baru saja keluar setelah menangani Davina.


"Mohon maaf pak. Kami tidak bisa menyelamatkan janin yang ada di kandungan pasien." Ucap dokter tersebut.


"Maksudnya dok..?" Tanya mama Asila yang meminta penjelasan lebih lanjut.


"Saya rasa pasien dalam keadaan sangat tertekan dan stres. Hal itu Berpengaruh pada kandungan pasien yang masih lemah. Jadi terpaksa kami harus mengangkat janin tersebut agar tidak membahayakan nyawa sang ibu." Jelas dokter tersebut.


"Mama..!!" Dalfa dan Dalfi bergerak secara bersamaan dan meraih tubuh mama Asila yang tiba-tiba limbung setelah mendengar pernyataan sang dokter.

__ADS_1


Papa Galang langsung memeluk mama Asila yang tengah menangis, menghibur dan menenangkannya. Mengatakan bahwa setelah ini semua akan baik-baik saja. Tuhan mengambil janin itu karena Tuhan lebih sayang kepada janin itu. lni juga merupakan jalan yang terbaik yang diberikan Tuhan untuk Davina.


Setelah beberapa saat, mama Asila yang mulai tenang masuk bersama papa Galang keruangan Davina. Sedangkan Dalfa dan Dalfi kembali mengurus hal-hal yang perlu mereka siapkan untuk kembali ke Indonesia.


Mereka tetap kembali ke Indonesia, yang awalnya dijadwalkan sore hari berubah menjadi malam hari. Sebelum memutuskan untuk langsung kembali, Dalfa dan Dalfi telah berkonsultasi kepada dokter dan dokter tersebut telah memberikan ijin dengan syarat mereka membawa tenaga medis untuk mengawasi Davina selama di perjalanan.


Lalu jika mereka semua sibuk dengan keadaan Davina dan persiapan pulang ke Indonesia. Lalu dimana Yeon Jun...?


Yeon Jun tengah berada di ruang kendali cctv. Bodyguard Davina benar-benar tidak memberikan dirinya akses untuk mendekat. Oleh karena itu, Yeon Jun memilih memperhatikan dari ruangan ini dibandingkan harus membuat keributan.


Cukup mudah bagi Yeon Jun mengakses cctv. Karena rumah sakit ini adalah salah satu rumah sakit yang saham terbesarnya dimiliki oleh keluarga Yeon Jun.


Yeon Jun sangat tidak menyangka bahwa hari dimana dirinya tahu bahwa wanitanya mengandung anaknya adalah hari yang sama dengan hari dimana dirinya kehilangan calon anaknya. Lebih menyedihkan karena semua ini terjadi karena kesalahannya yang meninggalkan Davina begitu saja.


Yeon Jun hanya diam di ruangan tersebut sambil memperhatikan cctv. Dokter yang tadi menangani Davina juga langsung datang ke ruangan ini untuk melaporkan apa yang terjadi pada Davina.


Yeon Jun benar-benar terpukul, dirinya menyesali semua keputusannya. Keputusannya tidak hanya membuat dirinya kehilangan Davina tapi juga anak yang dia impikan.


Anak yang Yeon Jun harapkan bisa mengikat Davina agar tetap disampingnya sudah hilang. Terlambat, andai Yeon Jun tahu lebih awal. pasti dirinya tidak akan kehilangan wanita dan anaknya.


"Sampai jumpa lagi sayang, aku harap kau bahagia di sana."


Kalimat itu adalah kalimat terakhir yang Yeon Jun ucapkan ketika pesawat yang ditumpangi Davina meninggalkan Korea.


🤎


🤎


🤎


🤎


🤎


...Terimakasih Dukungan Dari Reader Semua...

__ADS_1


...Jangan lupa tinggalkan jejak...


...Like, Rate dan Komen...


__ADS_2