
...🧡 Selamat Membaca🧡...
Yeon Jun sudah mengambil keputusan, dirinya akan menggantikan Yeon Seok bertanggung jawab terhadap Min Ra. Sekarang Yeon Jun harus menjelaskan segalanya kepada Davina, sebelum Davina mendengar dari orang lain.
Ingin sekali Yeon Jun menyembunyikan hal ini dari Davina hingga akhir. Tapi Yeon Jun tidak ingin mengecewakan lagi Davina. Keputusan Yeon Jun kali ini, sudah pasti mengecewakan Davina dan keputusan menyembunyikan hal ini akan semakin membuat Davina kecewa kepadanya. Yeon Jun berharap semoga dengan dirinya jujur, Davina tidak akan menjauh dari dirinya.
"Setelah makan mau ngapain...?" Tanya Davina yang telah selesai menyantap hidangannya.
Setelah lama tidak bertemu, Yeon Jun mengajak Davina untuk berkencan berdua. Menikmati siang yang indah di salah satu tempat makan favorit mereka.
"Apapun yang kau inginkan sayang." Jawab Yeon Jun dengan senyuman yang sangat manis. "Hari ini aku hanya milikmu sayang."
"Beneran..?"
"Ya sayang."
"Kau tidak sedang melakukan kesalahan kan?" Tanya Davina menyelidik.
"Kesalahan ku adalah meninggalkanmu satu bulan dan membuat wanita ku merindukan aku. Jadi aku akan menebus kesalahanku itu." Jawab Yeon Jun.
"Baiklah. Kalau gitu kita nonton yuk.! Ada film baru yang ingin aku tonton." Ucap Davina dengan sangat antusias.
Yeon Jun dan Davina langsung menuju ke bioskop yang ada di lantai 4. Dua tiket bioskop, Satu popcorn yang dibawa Davina dan dua buah soda sudah berada ditangan Yeon Jun. Mereka masuk dengan tangan Davina yang menggelayut di lengan Yeon Jun.
Davina sangat menikmati film komedi tersebut, hingga dia tidak henti-hentinya tertawa. Sedangkan Yeon Jun, sama sekali tidak menikmati film tersebut. Dia menikmati wajah Davina, wajah yang dia rindukan selama ini.
"Jangan menatapku terus cinta. Kau lihatlah film itu, lucu sekali."
"Kau nikmati saja filmnya, aku lebih suka menikmati wajah mu dari pada film tersebut. Aku sangat merindukanmu sayang, jadi aku ingin melihat mu terus."
"Ihhh aku malu tau kalau di lihatin terus." Ucap Davina menutup wajah.
"hihhh gumess" Yeon Jun menarik tangan Davina dan mengecup pipi Davina.
"Ihhh dilihat orang tahu" Ucap Davina cemberut.
"Tidak apa-apa" Yeon Jun kembali mengecup pipi Davina. "Setelah ini mau kemana lagi...?"
"Pengen minum kelapa muda di pinggir pantai. Kelihatannya enak banget..." Davina membayangkan menikmati indahnya pantai dan meminum kelapa muda. "Boleh gak..? Pengen banget nih.."
"Boleh. Apapun itu Sayang."
"Terimakasih" Davina tersenyum dan membalas ciuman Yeon Jun.
__ADS_1
...🧡🧡🧡🧡🧡...
Sesuai permintaan Davina, kini mereka sedang berada di salah satu pantai terkenal di korea. Cuaca sore ini sangat bersahabat untuk menikmati pantai yang sangat indah.
Menyusuri pantai dengan bergandengan tangan. Menikmati sejuknya angin dan hempasan ombak yang menerpa.
Yeon Jun dan Davina sangat menikmati pantai sore ini. Sesekali mereka berlari dan saling menyiratkan air. Mereka bersenda gurau dan tertawa bahagia.
Hari yang semakin sore tidak menyurutkan keindahannya. Walaupun sang mentari mulai Pamit dan meminta bulan untuk menggantikannya, memberikan cahaya remang dengan berhias bintang.
Yeon Jun dan Davina duduk di sebuah kursi yang ada di pinggir pantai. Mereka duduk berjajar untuk menikmati indahnya pantai di malam hari.
"Dev. Aku mencintaimu." Ucap Yeon Jun. "Apa kau juga mencintai ku..?"
"Aku juga mencintaimu."
"Kau adalah satu-satunya wanita yang ingin ku menjadi istri dan ibu dari anak-anakku."
"Maka cepat jadikan aku istrimu." Jawab Davina dengan senyuman yang merekah. "Maka akan langsung ku berikan anak-anak yang lucu untukmu."
"Itu yang akan slalu aku harapkan." Gumam Yeon Jun.
"Kau bilang apa...?" Davina yang tidak mendengar ucapan Yeon Jun.
"Cerita tentang...?"
"Cerita tentang kisah cinta laki-laki bodoh."
Davina mengerutkan keningnya. "Ceritakan. Aku ingin mendengarnya."
"Ada seorang laki-laki bodoh. Saking bodohnya dia tidak berani mengungkapkan rasa cintanya. Laki-laki itu jatuh cinta pada seorang perempuan yang baru saja dia kenal. Laki-laki bodoh itu slalu mengejar cinta wanita tersebut hingga wanita cantik itu mau menerimanya. Hingga pada akhirnya laki-laki bodoh tersebut mendapatkan perempuan cantik tersebut. Bahagia jelas, laki-laki bodoh itu sangat amat bahagia. Dia berjanji pada dirinya sendiri akan slalu membahagiakan perempuan tersebut. Tapi suatu ketika laki-laki bodoh itu dihadapkan pada situasi yang sulit. Laki-laki tersebut kehilangan satu-satunya Hyung yang dia miliki. Sang Hyung pergi ke surga terlebih dahulu." Jun menitihkan air matanya.
"Sudah cinta. Yeon Seok Oppa sudah tenang disana. Aku yakin Seok Oppa juga ingin melihat kau bahagia dan tersenyum. Jadi tersenyumlah. Untuk Yeon Seok Oppa dan untuk perempuan cantik dalam cerita mu." Ucap Davina menggenggam tangan Yeon Jun.
Yeon Jun ikut menggenggam tangan Davina. Yeon Jun menggenggam tangan itu lebih erat lagi. Mengecup tangan tersebut berulang kali.
"Laki-laki bodoh tersebut sekarang dia sudah kehilangan satu-satunya hyung dan dirinya slalu berharap wanitanya tetap ada di sisinya. Karena wanita itu adalah sumber kebahagiaannya."
"Bukankah aku sudah menjadi milikmu dan kau menjadi milikku..? Jadi aku akan tetap disini, di sampingmu."
Lagi-lagi Yeon Jun mengecup tangan Davina.
"I love you" Yeon Jun meletakkan dahinya di pundak Davina.
__ADS_1
Entah kenapa, sangat keluh menceritakan hal ini kepada Davina. Yeon Jun tidak bisa kehilangan satu-satunya wanita yang bisa mengusik hatinya.
"Cinta" Davina memeluk Yeon Jun. Entah kenapa Davina merasa ada sesuatu yang terjadi kepada Yeon Jun.
"Ada yang kau sembunyikan dariku..?" Tanya Davina.
Bukannya menjawab Yeon Jun malah semakin erat memeluk tubuh tersebut.
"Maafkan aku" Ucap Yeon Jun lirih, tapi Davina mendengar suara tersebut.
"Maaf untuk apa...?"
"Dav boleh aku egois...? Kau boleh membenciku tapi aku mohon tetaplah berada di sekitar ku, tetaplah berada jangkauan ku, jangan pergi dan jangan menghilang dari pandangan ku."
"Jun... Kenapa...? Ada apa...?" Davina semakin bingung dengan sikap Yeon Jun.
"Dev. Aku tidak bisa memenuhi janjiku untuk meminang mu dalam jangka waktu dekat."
"Tidak apa-apa, aku akan menunggu hingga waktunya tepat."
"Aku tidak tahu, kapan waktu yang tepat itu, tapi aku berjanji akan meminangmu jika waktu itu tiba.. Jadi aku mohon tetaplah di sampingku, hingga waktu itu tiba... Kau mau berjanji kan...?"
" Ya Jun. Aku berjanji."
"Satu lagi. Kau boleh marah padaku, boleh melampiaskan marah mu padaku. Tapi berjanjilah tetap berada di sampingku."
"Jun... Ada apa denganmu...?" Tanya Davina yang semakin resah karena permintaan-permintaan Yeon Jun.
"Aku akan menikah dengan Min Ra pekan depan"
🧡
🧡
🧡
🧡
🧡
...Terimakasih Dukungan Dari Reader Semua...
...Jangan lupa tinggalkan jejak...
__ADS_1
...Like, Rate dan Komen...