Pahit Manis Mencintaimu

Pahit Manis Mencintaimu
Episode 37 Melamar


__ADS_3

...♥️ Selamat Membaca ♥️...


Akan aku lakukan apapun jika kau yang meminta padaku." Yeon Jun mengelus punggung Davina "Dan karena kau sudah membuatku cemburu, aku ingin menghukum mu..."


Bukankah kau juga membuatku cemburu...? Bukankah kita impas...?" Tanya Davina yang mengadakan kepalanya.


"Kalau gitu kau boleh juga menghukum ku.." Jawab Yeon Jun santai. "Tapi aku yang akan memilihkan hukuman untuk kita berdua."


"Kenapa aku merasa bahwa hukumannya adalah hal yang tidak wajar.."


"Hukumannya adalah kau harus membuatku puas dan aku akan membuatmu puas juga.." Yeon Jun mendekatkan bibirnya ke telinga Davina "Puas olahraga di atas ranjang."


Sebuah tiupan tipis menyentuh kulit leher Davina. Tiupan tersebut berhasil membuat Davina menegang.


"Ahhh Jun..." Davina meronta saat tiba-tiba tubuhnya melayang. "Jangan aneh-aneh ya....!"


"Apanya yang aneh-aneh sayang....?" Yeon Jun merebahkan Davina di sofa ruangannya.


"Kita sedang di kantor, nanti kalau ada yang masuk bagaimana...?"


"Sudah aku kunci...!"


"Kalau para sekertaris mu curiga, karena aku tidak segera keluar dari ruangan mu bagaimana...?"


"Apa kau lupa...? Tadi aku sudah mendeklarasikan bahwa kau adalah wanitaku...? Jadi tidak masalah kau seharian disini.."


Ah ya kenapa Davina melupakan hal itu. Sekarang dirinya dapat tugas baru, bagaimana dirinya harus menjelaskan kepada teman-temannya.


"Mau kan...?" Tanya Yeon Jun.


"Jangan disini Jun... Bagaimana bisa kita melakukan di sofa... Pasti tidak akan nyaman." Davina masih mencoba untuk menolak Yeon Jun dengan cara halus agar Yeon Jun tidak merasa ditolak.


"Baiklah..." Yeon Jun kembali mengangkat Davina.


"Kemana kau akan membawaku..?"


"Kau tidak mau di sofa kan... Maka kita lakukan di ranjang." Ucap Yeon Jun dengan senyum merekah dan kedipan dari matanya.


"Disini ada ranjang...? Kenapa aku tidak tahu...?"


"Kau akan tahu sekarang sayang..."

__ADS_1


Sebuah lemari besar bergeser ke samping dan melihatkan ruangan yang sangat luas. Terlihat jelas banyak dokumen disini dan ditengahnya ada ranjang besar disana.


"Ini ruangan untuk menyimpan dokumen penting perusahaan. Hanya aku dan Song yang tahu ruangan ini. Orang yang ketiga tahu adalah kamu." Yeon Jun merebahkan Davina di ranjang. "Mungkin ini akan menjadi tempat favorit ku bercinta denganmu saat di kantor.."


Davina adalah candu untuk Yeon Jun. Bibirnya saja sudah membuat Yeon Jun candu apalagi tubuhnya. Jelas hal ini semakin membuat Yeon Jun candu dengan Davina. Mungkin jika boleh dia akan slalu mencumbu Davina setiap saat. Tidak hanya malam tapi setiap saat tidak masalah.


"Ahhh....."


Sebuah erangan keluar dari bibir Yeon Jun ketika sudah sampai di puncak kenikmatan. Bukannya menarik dedek kecilnya Yeon Jun malah memasukkan dedek kecilnya lebih dalam untuk memberikan kehangatan dalam rahim Davina.


"Junn... Ahhh" Davina mendesah saat merasakan ada hal yang menghangatkan dinding rahimnya. "Kenapa kau tidak menggunakan pelindung...!"


"Sengaja Sayang...!" Jawab Yeon Jun santai.


"Apa kau gila...?" Sentak Davina.


"Sekertaris song bilang, melakukan olahraga tanpa menggunakan sarung lebih nikmat dan ternyata benar-benar nikmat.. Bukankah kau juga menikmatinya...?"


"Tapi Jun... Bagaimana jika aku hamil...? Bukankah Umma sudah memperingatkan kita."


"Aku tahu Sayang. Aku juga sudah memperhitungkan hal tersebut."


"Maksudnya...?"


Davina terpaku. Bagaimana bisa Yeon Jun melamarnya seperti ini. Kenapa orang yang ada di depannya ini benar-benar tidak romantis.


"Apa kau tidak bisa melamar ku lebih romantis...?"


"Bukankah ini sangat romantis...? Melamar di saat kita bercinta..."


"Tau ah..."


Jengkel, jelas itu yang dirasakan oleh Davina. kenapa kekasihnya sangat berbeda dengan laki-laki lain. Melamar itu dengan bunga dan tampilan yang menawan, bukan dengan tubuh polos seperti ini.


"Bagaimana...? Mau...?" Tanya Yeon Jun kembali.


Davina hanya mengangguk dan tersenyum. Yeon Jun yang melihat Davina mengangguk langsung mencium kening, pipi, hidung dan terakhir bibir Davina untuk mencari rasa manis di bibir manis tersebut.


"Sayang... Lihatlah ada apa di samping kananmu."


Davina mengikuti perintah Yeon Jun dan melihat samping kanannya. Ternyata Yeon Jun memegang sebuah cincin indah dan bertahta berlian.

__ADS_1


"I love you sayangku." Bisik Yeon Jun.


"I love you more lecture husband" Jawab Davina.


"Aku suka panggilan itu, panggil aku dengan panggilan tersebut." Pinta Yeon Jun.


"Mana ada panggilan sepanjang itu... Bagaimana kalau ku memanggil mu cinta..?"


"Cinta...?" Yeon Jun mengerutkan keningnya karena tidak tahu apa arti kata tersebut.


"Cinta itu artinya sarang jika di bahasa Korea."


"Ya aku suka. Cinta"


"Lalu kapan cintaku menemui keluarga ku..?" Tanya Davina.


Yeon Jun tersenyum mendengar panggilan barunya. "Jika kau ingin sekarang, kita bisa berangkat sekarang..."


"Hay kenapa secepat itu...?"


"Lebih cepat lebih baik bukan...?"


"Tapi cintaa. Kau tidak ingin minta pendapat ke Umma ataupun ke Appa dulu...? Setidaknya kau harus ijin kan."


"Baiklah, aku akan minta pendapat mereka. Tapi sebelum itu, kita lakukan sekali lagi okay. Aku ingin merayakan hari ini dengan bercinta denganmu."


Tanpa menunggu jawaban, Yeon Jun langsung menyerang Davina. Suara erangan dan ******* kembali memenuhi ruangan tersebut. Tapi kali ini, Yeon Jun memakai sarungnya.


Ya Davina takut, bagaimanapun hamil di luar nikah itu akan menimbulkan berbagai masalah dan yang menanggung akibatnya tidak hanya dirinya tapi juga keluarga bahkan anak mereka kelak.


♥️


♥️


♥️


♥️


♥️


...Terimakasih Dukungan Dari Readers Semua...

__ADS_1


...Jangan lupa tinggalkan jejak...


...Like, Rate dan Komen...


__ADS_2