
...🧡 Selamat Membaca 🧡...
Pesta keluarga telah berakhir. Kini tinggal Davina, Umma, Yeon Jun dan Appa. Mereka tengah berbagi cerita tentang masa kecil Yeon Jun. Tidak terasa, malam semakin larut dan tubuh semakin lelah.
"Umma ke kamar dulu ya sayang." Pamit Umma kepada Davina "Jun, antar Davina ke kamarnya ya...!"
Ya Davina tidak kembali ke rumah, malam ini dia akan menginap di sini atas permintaan Umma.
"Mari Dev" pamit Appa.
"Selamat malam Appa, Umma" balas Davina.
"Yuk aku antar ke kamar" Yeon Jun menggandeng tangan Davina. Mereka berjalan menyusuri tangga untuk naik ke lantai dua.
"Silahkan masuk.." Yeon Jun membukakan pintu dan menyilakan Davina untuk masuk terlebih dahulu.
"Apa ini kamarmu...?"
Jelas ini bukan kamar tamu. Sebuah kamar tamu tidak akan ada piano ataupun gitar. Kamar ini juga memiliki aroma khas dari Yeon Jun.
"Kenapa jika kamarku..?" Yeon Jun menarik Davina untuk duduk di ranjang miliknya.
"Apa aku akan tidur disini...?" Yeon Jun mengangguk untuk menjawab pertanyaan Davina. "Lalu kau tidur dimana..?"
Yeon Jun mendekatkan bibirnya ke telinga Davina. "Tidur disini sambil menindih mu" bisik Yeon Jun.
"Junnn" Davina mendorong Yeon Jun. "Jangan aneh-aneh ya. Kita sedang di rumah mu. Kau gak mau kan dinikahkan paksa denganku...?"
"Tanpa dipaksa pun aku mau menikahi mu sekarang.."
"Gak usah bercanda... Gak lucu...!" Davina berdiri dari duduknya. "Aku akan keluar. Bahaya satu kamar dengan mu..."
Yeon Jun menarik Davina untuk kembali ke ranjang. "Tidak ada yang bahaya sayang... Aku akan berikan kenikmatan...!"
"Jun... Aku belum siap..." Tolak Davina. "Aku takut...!"
"Apa yang kau takutkan sayang...?" Tanya Yeon Jun yang kini berada di atas tubuh Davina "Aku hanya ingin hadiah spesial darimu.."
"Aku sudah memberikan hadiah untukmu...!"
"Aku mau hadiah yang lain Sayang..."
Yeon Jun mencium bibir Davina. Menikmati bibir manis yang slalu membuatnya candu. Tapi sayang kali ini Yeon Jun tidak mendapatkan balasan dari Davina.
"Aku hanya bercanda sayang... Jika kau tidak siap aku tidak akan melakukannya. Aku hanya ingin tidur memelukmu walaupun aku berharap lebih. Jika seperti itu tidak apa-apa kan..?"
__ADS_1
"Bukannya aku tidak mau Jun. Aku belum siap melakukan itu. Maaf."
"Tidak apa-apa Sayang.. Aku hanya akan memeluk mu sepanjang malam.."
Yeon Jun kembali melanjutkan ciumannya. Menyesap bibir manis yang slalu membuatnya candu. Ciuman tersebut menjadi lebih nikmat ketika Davina mau membalas ciuman darinya.
Puas dengan bibir itu Yeon Jun menarik bibirnya untuk mencicipi leher jenjang milik Davina.Jejak-jejak kepemilikan tercetak di leher jenjang dan mulus tersebut.
Tangan Yeon Jun pun sudah melakukan tugasnya dengan baik. Dengan lincah tangan tersebut telah membuka kancing-kancing yang ada di baju Davina.
Pemandangan gunung kembar dengan balutan kain tersebut sangat menggoda untuk dinikmati. Dengan perlahan Yeon Jun membuka kain menutup kecil tersebut. Menunggu Davina menghentikan langkahnya, tapi dugaannya salah Davina tidak menolaknya. Jelas itu membuat Yeon Jun semakin berani melakukan aksinya.
Selama ini Yeon Jun hanya meraba atau meremas gundukan indah tersebut dari balik baju Davina. Kali ini Yeon Jun melihat gundukan indah tersebut tanpa tertutup apapun.
Instingnya sebagai lelaki membuat Yeon Jun bertindak secara profesional saat mencumbu Davina. Tangan dan bibirnya telah bermain di gundukan indah tersebut. Memberikan kenikmatan untuknya dan kenikmatan untuk Davina.
"Junnn ahh...." Davina membekap mulutnya saat bibirnya mengeluarkan suara centil tersebut.
"Jangan ditahan sayang... Suara itu sangat indah..." Yeon Jun menarik tangan Davina dan mencium sekilas bibir ranum tersebut sebelum kembali melanjutkan aksinya menikmati sang gunung kembar.
Beberapa kali Davina kembali mengeluarkan suara centilnya. Jelas hal membuat Yeon Jun semakin terbakar hawa nafsunya.
"Kita sudah terlalu... Ahh ..." Sentak Davina ketika tangan Yeon Jun sudah masuk ke area paling sensitif miliknya.
******* itu seakan menuntut Yeon Jun untuk melakukan lebih. Ya bagaimana pun Yeon Jun adalah laki-laki normal yang slalu ingin melakukan kenikmatan dunia.
Davina sangat menikmati cumbuan Yeon Jun. Bibirnya mengatakan tidak tapi tubuhnya sangat menikmati hal tersebut. Tapi akalnya kembali mengingatkan dirinya.
"Sayang... Kita lanjutkan ya ku mohon" pinta Yeon Jun yang masih diselimuti dengan hasrat untuk mencumbu Davina.
"Kita sudah terlalu jauh Jun... Bahkan lihatlah, kau sudah melakukan sangat jauh."
"Huhh baiklah..." Yeon Jun menarik tubuhnya dari Davina dan merapikan kancing-kancing Davina tersebut. "Kau tidurlah aku akan mandi dulu"
"Ini sudah sangat malam Jun... Kenapa kau harus mandi malam-malam begini...? Nanti kau masuk angin dan sakit. Aku tidak suka kau sakit."
"Tapi sekarang aku sudah menahan sakit Sayang."
"Kau sakit...?" Tanya Davina yang sudah berganti posisi duduk. "Kau terlihat baik-baik saja dari tadi."
Yeon Jun menarik tangan Davina dan meletakkannya di juniornya. "Dia sudah bangun sayang dan rasanya sangat sakit"
Refleks Davina menarik tangannya. "Kenapa kau jail sekali sih...?"
"Ya udah Kau tidur aku akan mandi. Kau bukan anak kecil yang tidak paham dengan hal seperti ini kan." Yeon Jun tersenyum sambil mengusap rambut Davina.
__ADS_1
"Huhh" dengus Davina.
"Apa itu sangat sakit...?" Yeon Jun mengangguk.
"Sangat sayang.. sangat. Makanya ayok kita lakukan itu" Ajak Yeon Jun masih mencari kesempatan untuk merayu Davina.
"Apa... Apa... Kau akan meninggalkan aku setelah kau mendapatkan hal itu dariku....?" Tanya Davina sambil mengalihkan wajahnya karena malu.
Yeon Jun membukakan matanya, apa selama Davina menolaknya karena hal ini. Ahh Davina benar-benar belum tahu, seberapa pentingnya dirinya di kehidupan Yeon Jun.
"Jelas tidak. Setelah melakukan itu kau harus bertanggung jawab. Karena kau sudah mengambil keperjakaan ku."
"Hai mana ada yang seperti itu...!" Sentak Davina yang tidak terima dengan tuduhan aneh Yeon Jun. "Bukankah seharusnya kau yang bertanggung jawab karena sudah mengambil keperawanan ku. Kenapa sekarang aku yang harus bertanggung jawab dan apa itu mengambil keperjakaan..?"
"Karena aku belum pernah melakukan itu dengan wanita manapun. Jelas kau yang akan mengambil keperjakaan milikku." Jawab Yeon Jun santai
"Tapi kan tidak ada yang namanya mengambil keperjakaan, adanya mengambil keperawanan."
"Ada keperawanan ya ada keperjakaan sayang. Begini saja, aku akan bertanggung jawab kepadamu dan kau harus bertanggung jawab kepadaku." Yeon Jun kembali mendekat.
"Jadi mari kita lakukan itu Sayang. Kau gak kasihan melihat aku kesakitan seperti ini...?" Rengek Yeon Jun yang lagi-lagi merayu Davina.
"Aku takut sakit."
"Aku akan melakukan dengan sangat pelan. Jadi tenanglah gak akan sakit. Mau kan..?" Davina mengangguk dengan pelan.
Senyum indah langsung terlihat di bibir Yeon Jun. Apa yang dia harapkan disetujui oleh Davina. Jelas dia tidak akan menyianyiakan hal ini.
Yeon Jun langsung melakukan aksinya. Menikmati setiap inci tubuh wanitanya. Memberikan kenikmatan untuk wanitanya dan dirinya. Mengambil hal yang paling berharga dari wanitanya dan dengan seperti ini Yeon Jun berharap bisa mengikat Davina slalu di sisinya.
"Kau adalah wanita pertama untukku dan kau akan menjadi wanita terakhir untukku."Janji Yeon Jun pada Davina yang tengah terlelap dalam pelukannya.
🧡
🧡
🧡
🧡
🧡
...Terimakasih Dukungan Dari Reader Semua...
...Jangan lupa tinggalkan jejak...
__ADS_1
...Like, Rate dan Komen...