Pahit Manis Mencintaimu

Pahit Manis Mencintaimu
Episode 54 Pertemuan Kembali


__ADS_3

...🖤 Selamat Membaca 🖤...


tok tok


Suara ketukan pintu, merupakan sebuah pertanda bahwa tamu yang ditunggu telah sampai.


"Kelihatannya Bu Davina telah sampai Tuan. Saya permisi untuk membukakan pintu untuk mereka. " Yeon Jun hanya menjawab dengan anggukan.


Heru bergegas membuka pintu, sedangkan Yeon Jun berjalan menuju jendela. Mengamati keindahan alam yang disuguhkan atau lebih tepatnya dirinya sedang mencoba mengalihkan rasa tegangnya. Setelah lima tahun akhirnya Yeon Jun akan bertemu kembali dengan Davina.


"Permisi Tuan, ini Ibu Davina dan sekertaris Zizi sudah datang..." Ucap Heru.


"Siapa dia..?" Batin Davina. "Mengapa rasanya tidak asing dengan orang tersebut"


Ceo tersebut tidak menjawab ataupun membalikkan tubuhnya. Sepertinya dia tengah menikmati pemandangan yang ada di luar, itu yang difikirkan oleh Davina dan Zizi.


"Seetelah masuk tempat ini, rasanya jadi menyeramkan." Bisik Zizi kepada Davina.


"Selamat siang Tuan. Perkenalkan saya Davina dan saya bersama sekertaris saya Zizi. Terimakasih sudah mau menginap di hotel kami dan semoga Anda puas. Jika ada yang Anda butuhkan atau mungkin ada saran, bisa di sampaikan langsung kepada saya. Karena saya akan berterimakasih atas masukan-masukan dari Tuan..." Davina berbicara dengan sangat sopan dan tentunya dengan senyuman yang menawan.


"Dev... Davina..."


Glek


Davina menatap sosok yang baru saja menyebutkan namanya. Laki-laki yang slalu dia mimpikan dan suara itu adalah suara selalu memanggil namanya di dalam mimpi.


"Jun..." Ucap Davina spontan, sontak saja Davina menutup mulutnya.


CEO dari Korea yang akan datang adalah Yeon Jun. Seketika Davina melayang pada peristiwa disaat dia masih di Korea. Disaat dia mendapatkan cinta dan mendapatkan luka.


"Maaf... Saya ijin ke toilet..." Ucap Davina yang langsung berdiri dan berjalan menuju keluar.


Jedarrrrrrr


Pintu tertutup karena Yeon Jun tidak membiarkan Davina keluar ruangan begitu saja. "Kau mau kemana hemm..? Kau pemilik hotel ini kan..? Tahu dong disini ada toilet...?" Ucap Yeon Jun sambil merapikan anak rambut Davina.


Mata Davina melotot. Kenapa laki-laki di depannya ini bisa bertindak manis seperti itu. Apakah tidak ada rasa bersalah dihatinya. Apa dia tidak tahu jika Davina belum siap bertemu dengannya.


"Aku... Aku... Ahhh" Davina menghentakkan kakinya karena merasa bodoh. Kenapa jantungnya berdetak seperti ini, Bukankah dia harus membenci Yeon Jun. Bukankah dia harus mengumpat ke laki-laki di depannya ini dan kenapa dia malah malu tidak jelas begini. Ah menyebalkan.


"Kau masih cantik dan menggemaskan seperti dulu. Teryata umur tidak merubah sifatmu sama sekali." Ucap Yeon Jun mencubit pipi Davina gemas.


"Kau gila...? Apa kau tidak melihat ada orang lain di sini...?" Omel Davina yang sudah bisa menguasai rasa keterkejutannya. "Aku mau ke toilet yang ada di luar. Jangan halangi aku. Minggir."


"Kau ingin ke toilet atau ingin kabur hemmm..?" Yeon Jun memegang pergelangan tangan Davina dan menariknya kembali ke meja dimana ada Zizi serta Heru berada. "Saya ingin bicara dengan nona Davina. Boleh kalian tinggalkan kami...?"


"Baik Tuan" Heru langsung berdiri dari kursinya. Walaupun dirinya memiliki rasa ingin tahu tinggi tentang hubungan antara atasannya dan Davina sang pujaan hati tapi dia belum berani untuk menanyakan hal tersebut.


"Maaf Tuan, saya tidak bisa meninggalkan Bu Davina sendiri." Zizi yang melihat raut tidak nyaman dari Davina mencoba menolak untuk keluar. Dirinya tidak mungkin membiarkan atasannya itu sendirian dengan orang yang asing menurutnya.


"Tidak apa-apa Zi. Aku akan bicara sebentar dengannya. Kau tunggu di luar.." Titah Davina yang tahu jelas sifat keras kepala Zizi.


"Tapi Bu... Dia.."


"Dia Han Yeon Jun... Yeon Jun..."


"Dia Dia.... Diaa.." Zizi tahu betul siapa pemilik nama tersebut. Sedikit banyak Davina sudah menceritakan kenapa Zizi tentang dia yang belum bisa menjalani hubungan serius dengan laki-laki lain.


"Iya Zi, kau tahu kan siapa dia kan..? Kau bisa tinggalkan aku sebentar. Dia tidak akan menyakiti ku"


"Baik Bu." Zizi langsung berdiri dan keluar diikuti oleh Heru yang semakin penasaran tentang hubungan atasannya dengan Davina.

__ADS_1


"Kau mengenal CEO dari perusahaan ku..?" Tanya Heru pada zizi saat di depan ruangan.


"Tidak." Jawab Zizi. "Hanya tahu nama dan siapa dia saja pak."


"Siapa Tuan saya...?" Heru mengerutkan keningnya, menurutnya keluarga tersebut baru sekali ke Indonesia.


"Singkatnya, Dia itu kekasih bu Davina saat di Korea. Mereka berniat serius sayangnya takdir tidak menyatukan mereka."


"Tuan Yeon Jun dan Davina... Kau serius...?"


"Lebih dari serius.." Zizi menatap Heru yang terlihat shock dengan informasi yang baru dia terima.. "Kalau boleh memberikan saran jangan terlalu berharap sama bu Davina. Karena sampai sekarang bu Davina tidak pernah melupakan kekasihnya tersebut."


...🖤🖤🖤🖤🖤...


"Apa kabar...??" Tanya Yeon Jun.


"Baik."


"Kau masih cantik seperti dulu."


"Makasih"


"Kau tampak anggun dengan pakaian yang kau kenapa."


"Terimakasih."


Yeon Jun mendesah. Kenapa malah semakin canggung dan kenapa Davina menjawab hanya seperti itu. Dia bingung harus bagaimana sekarang.


"Aku merindukan mu."


"Hemmm"


"Tidak."


"Walaupun hanya sehari?"


"Tidak."


"Sejam, semenit atau sedetik?"


"Tidak pernah."


"Padahal aku berharap kau juga merindukan aku."


"Gak mungkin."


Walaupun Yeon Jun tahu jawaban Davina akan seperti itu tapi kenapa rasanya kecewa saat mendengarkan langsung.


"Kenapa tidak mungkin. Bukankah kau mencintaiku..?" Tanya Yeon Jun kembali.


"Dulu."


"Sekarang, apa cinta itu sudah hilang...?"


"Hilang tidak tersisa."


"Boleh aku meminta cinta itu lagi...?"


"Maaf Tuan Yeon Jun, jika tidak ada yang ingin dibicarakan. Saya pamit pergi." Jawab Davina yang mulai jengah dengan pertanyaan-pertanyaan dari Yeon Jun.


"Bukankah kita sedang berbicara..?"

__ADS_1


"Saya tidak berbicara hal pribadi di jam kerja."


"Tapi saya tidak mengundangmu untuk bekerja." Balas Yeon Jun.


"Tapi kau menggunakan nama perusahaan untuk bertemu aku."


"Apa dari staf ku ada yang mengundangmu atas nama perusahaan. Aku cuma bilang ingin mengobrol denganmu jadi aku minta dijadwalkan bertamu denganmu. Itu saja."


"Kau tahu kalau kau menyebalkan."


"Aku tahu." Jawab Yeon Jun tersenyum. "Orang menyebalkan ini masih mencintai mu lo. Masih sama seperti dulu dan mungkin cinta ini semakin besar."


"Mohon maaf Tuan. Saya tidak peduli. Karena tidak ada hal penting yang akan kita bicarakan lebih baik saya pergi." Davina beranjak mendekati pintu.


Yeon Jun langsung berlari untuk menghalangi Davina. "Mau duduk atau mau aku cium...?"


"Apa kau tidak punya malu...?" Tanya Davina jengkel.


"Aku sudah membuaang rasa malaku sebelum bertemu denganmu Sayang. Lima tahun aku merindukan kamu, aku ingin bertemu denganmu tapi aku malu pada dirimu. Terlalu banyak salahku hingga aku tidak sanggup menghadapi dirimu. Tapi aku takut, aku takut terlambat dan kehilangan kamu untuk kedua kalinya."


"Minggir Jun." Davina mencoba mendorong Yeon Jun.


"Dengarkan aku Dev. Sebentar saja."


"Aku gak mau." Davina menutup kupingnya.


"Aku mohon."


"Aku gak mau. Jangan paksa aku."


"Baiklah.... Kali ini aku melepaskan mu. Aku tahu kau pasti belum siap untuk bertemu denganku. Tapi aku akan buat kau terbiasa bertemu dengan ku. Mulai saat ini." Yeon Jun mengusap rambut Davina.


"Aku tidak akan mau bertemu denganmu."


"Tapi aku investor mu jadi pasti kita akan bertemu." Jawab Yeon Jun tersenyum.


"Bodo."


"I love you sayang." Yeon Jun mencium pipi Davina begitu saja


"Junnnn"


"Sttt mau keluar atau mau ku cium lagi. Kau tahu sedari tadi aku menahan diri agar tidak memelukmu atau mencium bibir mu lo."


"Dasar mesum." Davina keluar dengan membanting pintu.


Yeon Jun tersenyum, tidak apa jika dia dipanggil mesum atau tidak punya malu. Karena mendengar Davina mengomel seperti itu saja bisa membuat Yeon Jun bahagia dan sangat bahagia. Setidaknya Davina tidak banyak berubah.


🖤


🖤


🖤


🖤


🖤


...🎉Happy New Year 2021 Semua🎉...


...Semoga Segala hal yang belum terwujud di tahun 2021 akan terwujud di tahun 2022.....

__ADS_1


__ADS_2