
...♥️ Selamat Membaca ♥️...
Davina langsung diam dan membiarkan Yeon Jun memeluknya. davina menatap orang yang tengah mendekapnya. Orang tersebut terlihat sangat tenang. Melihat itu, tangan davina mengelus rambut yeon jun untuk memberikan kenyamanan dan ketenangan lebih.
"mau sampai kapan kau memeluk menantu umma...?" mendengar suara yang sangat familiar itu, membuat davina memalingkan wajahnya. "apa kau anggap kita semua ini obat nyamuk Jun...?"
"Umma. Appa..." davina membulatkan matanya. dirinya tidak sadar jika ada umma dan appa yang tengah duduk di sofa.
"Umma kan juga pengen memeluk Calon menantu Umma." Ucap Umma yang mendekat lalu memeluk Davina dan dengan senang hati Davina membalas pelukan itu.
"Calon mantu Umma baru pulang kerja...?" Tanya Umma dengan senyuman yang aneh menurut Davina.
Davina yang bingung karena slalu dipanggil calon mantu, hanya melirik Yeon Jun untuk mendapatkan Jawaban.
"Umma sudah tahu kalau kita jadian." Ucap Yeon Jun yang tahu maksud dari tatapan Davina.
"Kalian benar sudah jadian...?" Tanya Soo Wol memastikan. "Beneran yang dikatakan Yeon Jun, Dev....? Yeon Jun tidak sedang berbohong kan...?" Soo Wol menatap Davina untuk mendapatkan jawaban.
Davina terdiam dan dirinya bingung harus menjawab apa. Di satu sisi dia ingin mengakuinya, agar Soo Wol menjaga jarak dari Yeon Jun dan berhenti mengejar Yeon Jun. Karena Yeon jun sekarang adalah kekasihnya. Tapi di sisi lain, Davina tidak tega jika melihat Soo Wol terluka nantinya.
"Kalian benar jadian Dev...?" Soo Wol kembali mengulang pertanyaannya karena tidak kunjung mendapat jawaban.
"Emmm itu. Kita..." Davina menjawab dengan penuh kegugupan. " Kita... itu..."
"Umma... Aku mau pulang." Tiba-tiba ada seorang anak kecil berusia 5 tahun yang memeluk Soo Wol.
"Bentar ya princess. Kita kan sedang menjenguk Ahjeossi. Kau lanjutan main sama Halmeoni dan Hal-abeoji dulu ya." Ucap Soo Wol kepada anak tersebut.
"Huuh..." Anak tersebut mengembung kan pipinya dan cemberut. "Kita kan juga harus menunggu Appa menjemput kita."
"Tapi aku capek Umma." Rengek anak tersebut.
"Sayang... Mau ikut Hal-abeoji beli es krim dan coklat...?" Ajak papanya Galang.
"Mau Hal-abeoji " anak tersebut langsung berlari mendekati papa Galang dan meminta untuk digendong.
"Umma Ikut." Ucap Umma. "Soo Wol, kami pinjam cucu cantikku dulu ya. Jika kau lelah kau bisa pulang, nanti kami akan antar pulang si cantik."
"Kelihatannya Ahjooma pengen cepet punya cucu untuk temen bermain.. Ya kan..?"
"Kau memang peka sekali Soo Wol. " Puji Umma. "Yeon Jun, Davina kalian dengar itu kan. Jadi cepetan buatkan Appa dan Umma cucu ya. Daa Umma keluar dulu."
Davina yang sejak tadi mendengar percakapan Umma dan Soo Wol merasa bingung. Siapa anak perempuan tersebut dan kenapa Umma terlihat sangat dekat dengan Soo Wol.
"Dav..." Panggil Soo wol. " Dav.. Davina..."
"Ah ya...?"
"Kau kenapa bengong...?"
"Ahh tidak. Aku tidak apa-apa. Cuma sedikit pusing." Jawab Davina asal.
__ADS_1
"Kau sakit...?" Yeon Jun langsung berdiri dari ranjang pasiennya dan mengecek suhu tubuh Davina. "Sekarang kau duduk. Aku akan memanggil dokter."
"Ahh Jun. Kenapa kau panggil dokter..?" Davina menarik tangan Yeon Jun yang hendak memencet tombol penghubung ruangannya dan ruang dokter.
"Kau pusing kan....? Kau pasti sakit. Biar dokter yang memeriksa mu." Jelas Yeon Jun.
"Aku tidak apa-apa Jun dan jangan panggil dokter." Tolak Davina.
"Apanya yang tidak apa-apa Dev. Kau merasa pusing kan...?"
"Hanya sedikit pusing dan itu tidak perlu sampai diperiksa dokter." .
"Mana ada orang sakit yang tidak perlu diperiksa dokter...?"
"Jun... Jangan berlebihan deh...!"
"Aku tidak berlebihan."
Jawaban asal yang dianggap Davina dapat menyelesaikan masalah, sekarang malah membuat masalah lain. Lain kali Davina harus lebih hati-hati saat menjawab, karena Yeon Jun tidak akan membiarkan Davina terluka, sedikit pun.
"Aku tidak apa-apa...!" Ucap Davina lembut.
"Biar dokter yang memutuskan, kau baik-baik saja atau tidak....!" Yeon Jun masih tetap kekeh dengan pendapatnya.
Ehem ehem Ehem Ehem.
Soo Wol berdehem dengan keras. Agar dua mahluk tuhan yang ada didepannya bisa sadar jika sedang ada dirinya disini.
"Maaf ya pasangan baru. Di sini masih ada obat nyamuk dan kelihatannya obat nyamuk sudah tidak bisa berada di tempat ini. Jadi biarkan obat nyamuk ini pergi dahulu dan barulah kalian melanjutkan romantis-romantisan."
Setelah berpamitan dengan Yeon Jun Soo Wol beralih kepada Davina. Soo Wol juga mencium pipi Davina lalu memeluk Davina. Soo Wol juga membisikkan rahasianya selama ini. "Jangan cemburu lagi padaku adik ipar. Karena adik bodoh ku hanya mencintaimu."
Bisikan itu mampu membuat Davina terpaku kepada Soo Wol. Sedangkan Soo Wol hanya tersenyum menanggapi kekagetan Davina dan berlalu begitu saja.
...♥️♥️♥️♥️♥️...
"Sudah puas...? Apa kau tahu aku sangat malu dihadapan dokter tadi..!" Omel Davina.
"Kenapa harus malu...?" Tanya Yeon Jun.
"Kau tanya kenapa...?" Sinis Davina "Aku yakin, dokter tersebut pasti mengira aku sedang cari perhatian dengan berpura-pura sakit."
"Aku tidak masalah jika kau slalu mencari perhatian dariku." Ucap Yeon Jun dengan mengedipkan sebelah matanya.
"Jangan seperti ini lagi Jun...! Kau bersikap berlebihan."
Mulai saat ini, Davina harus berhati-hati. Karena Davina sadar, kedepannya Yeon Jun akan bersikap sangat posesif kepadanya. Jadi Davina bersiap menghadapi hal tersebut.
"Tidak ada yang berlebihan Sayang...! Karena bagiku kau lebih berharga dari pada apapun." Yeon Jun memeluk Davina. "Terimakasih sudah mau menerima ku"
"Terimakasih sudah mau mencintaiku." Jawab Davina dengan tulus.
__ADS_1
Banyak hal yang bekerja tidak sesuai dengan keinginan kita. Salah satunya hati. Mungkin kita bisa bersikap rasional dengan pikiran tapi hati akan slalu apa adanya dengan kejujurannya. Maka kali ini Davina mempercayai hatinya untuk menerima Yeon Jun dan mencintainya.
"Apa kau tidak ingin menceritakan tentang Soo Wol...?" Tanya Davina setelah melepaskan pelukannya.
"Apa kau cemburu dengannya...?" Bukannya menjawab, Yeon Jun malah kembali bertanya.
"Menurutmu...?"
"Kata Soo Wol, Min Ra, Hyung, Umma dan Mo Young (Sekertaris Song) kau cemburu..!" Jelas Yeon Jun.
"Aku tidak tanya pendapat mereka Jun.... Aku tanya pendapat mu...!"
""Menurutku kau cemburu...!"
"Itu sudah tahu kenapa masih tanya...?" Jawab Davina tanpa basa-basi ataupun mencoba mengelak.
"Aku bertanya agar kau mau mengucapkannya dengan bibirmu...!" Ucap Yeon Jun sambil mengusap bibir Davina lalu menciumnya.
"Apa mencium ku adalah kebiasaan barumu...?" Davina memanyunkan bibirnya.
"Itu akan menjadi rutinitas ku." Yeon Jun tersenyum. "Sekarang katakan...!"
"Katakan apa...?"
"Ayolah Dev. Aku ingin dengar itu...!" Rengek Yeon Jun.
"Dengarkan baik-baik karena aku tidak mau mengulangnya.." Yeon Jun mengangguk semangat. "Aku cemburu Jun. aku tidak suka kau terlalu dekat dengan wanita lain. Aku benci. Jadi jangan kau dekat-dekat dengan perempuan lain. Mengerti...?"
"Mengerti nyonya Han Yeon Jun.." Jawab Yeon Jun dengan semangat. "Aku sangat senang, kau mau berbicara seperti itu. Rasanya aku seperti berharga untukmu."
"Kau memang berharga Jun dan tolong berhenti membahas ini. Sekarang kau ceritakan siapa Soo Wol....,!"
"Soo Wol, dia adalah anak kedua dari yeodongsaeng Appa. Jadi dia itu sepupu aku dan dia itu istri dari Mo Young...!"
"Mo Young, istri Sekertaris Song...?" Yeon Jun mengangguk. "Lalu kenapa dia bilang kau adalah mantannya...? Kau mengerjai ku Jun...?"
"Maaf sayang..! Ini semua itu ide dari..."
"Ide ku...!" Sela seseorang yang baru masuk.
♥️
♥️
♥️
♥️
♥️
...Terimakasih Dukungan Dari Readers Semua...
__ADS_1
...Jangan lupa tinggalkan jejak...
...Like, Rate dan Komen...