
Usai mandi Veranda langsung merebahkan badannya dikasur, lalu bermain ponsel guna mengkepokan guru nyebelinnya tersebut. Di kolom pencarian Veranda menuliskan Dikta Ananta dan sudah keluar akun ia cari.
"Eh buset pengikutnya banyak bangett" Ucap Veranda ia kaget ngeliat akun Pak Dikta sudah mencapai 127ribu followers, dia pun melihat postingan Pak Dikta yang rata-rata mukanya ditutupi senja.
"Anak senja banget ya bestie" Ucap Veranda terkikik geli
Saat sedang menscrool instagram hp Veranda tiba-tiba berbunyi.
"KRING KRING KRING"
"Halo" Ucap Seberang sana
"Iya kenapa Fi" Ucap Veranda malas
"Jalan yuk gue lagi dirumah Alya ni"Ajak Fiona
"Mau kemana emangnya Fi" Ucap Veranda
" Emm gimana kalo kita ke mall aja" Usul Fiona
"Boleh deh, gue siap-siap dulu baru habis itu otw kerumah Alya" Ucap Veranda
Setelah usai telponan dengan Fiona bersiap-siap mengganti pakaiannya. Tak perlu ribet ia hanya memakai sweater hitam dipadukan dengan celana jeans
Kira-kira begitulah ya outfit Veranda
Setelah itu Veranda menuju meja rias untuk memakai bedan dan lipcream nude tak lupa diombre dengan liptin berwarna merah marun agar mukanya tampak fresh, ia pun memakai sneakers putih tak lupa pulak tas selempang berwarna hitam yang sudah bertengger di bahunya.
"Ma Pa aku pergi dulu ya" Ucap Veranda kepada kedua orang tuanya
"Mau kemana kamu Ver? "Tanya sang Papa yang bernama Rayhan tersebut
"Mau jalan sama Fiona sama Alya Pa" Ucap Veranda yang diangguki oleh sang Papa
"Yaudah, pulang nya jangan malem-malem ya Ver" Ucap Mama Lili
"Beres Ma, aku berangkat dulu ya assalamualaikum"Pamit Veranda
"Waalaikumsalam" Ucap kedua orang tua nya serentak
__ADS_1
Veranda bergegas menuju mobilnya ia memutuskan untuk pake mobil hari ini, dengan santai ia melajukan mobilnya keluar dari halaman rumahnya.
Hanya membutuhkan waktu 25 menit akhirnya Veranda sampai di rumah Alya. Tampak dua sahabatnya telah menunggu Veranda
"TIN TIN TIN"
Veranda membunyikan klakson mobilnya kedua sahabat Veranda yang melihat mobil Veranda pun bergegas untuk keluar dari pekarangan rumah Alya.
"Lamat amat lo,gue udah lumutan tau gak nungguin lo" Sewot Fiona
"Yaelah lo pikir gue harus buluk-buluk gitu ke mall, gue harus siap - siap dulu kali" Ucap Veranda yang membuat Fiona menggaruk tengkuknya yang tak gatal
...✨✨✨...
Setelah perdebatan panjang selama diperjalanan, akhirnya Veranda cs sampai di mall juga.
"Eh Ver, Fi belanja dulu yuk gue liat ada diskon minggu ini" Ucap Alya si ratu diskonan
"Oke" Ucap Veranda singkat
Veranda dan Fiona menemankan Alya untuk berburu diskonan,sedangkan Fiona mulai tergoda untuk melihat baju-baju yang sedang diskon. Veranda yang jengah ngeliat kelakuan dua sahabatnya itu akhirnya memilih duduk sambil menunggu mereka.
30 menit kemudian
"Apa kabar gue yang setengah jam nungguin kalian doang" Ucap Veranda yang dibalas cengiran kuda oleh mereka.
"Yaudah kita makan aja yuk laper gue soalnya" Usul Fiona yang diangguki oleh mereka berdua.
...✨✨✨...
Setelah usai makan mereka bertiga bergegas untuk pulang dikarenakan hari sudah malam Veranda ingat pesab sang Mama untuk pulang tak larut.
Alya masih sibuk mengecek barang-barang apa saja yang sudah dikantongnya sehingga ia tak melihat kanan kiri, depan belakang.
"BRUKK"
"Aduh" Ringis keduanya
"Eh lo jalan pake mata gak sih" Ucap perempuan yang saling tabrak dengan Alya
"Lo tu punya mata gak orang segede gaban gini masih aja gak liat" Ucap Alya ketus
__ADS_1
Melihat sang sahabat sedang beradu mulut Veranda dan Fiona bergegas menyusul Alya.
"Ada apa ni Al? "Tanya Fiona
"Ini ni dia jalan masa gak liat gue gini asal tabrak aja" Ucap Alya
"Eh udah lo yang jalannya nunduk bukan gue yang salah" Ucap perempuan itu tidak terima
"Ada apa ini ribut-ribut" Ucap seorang laki-laku membuat atensi mereka teralih ke suara tersebut.
DEG
Tatapan Veranda dengan laki-laki tersebut bertemu, cepat-cepat Veranda mengalihkannya sedangkan sang laki-laki masih memandang Veranda dengan tatapan susah diartikan.
"Ini loh sayang dia ini nabrak aku, tapi malah nyalahin aku" Adu perempuan tersebut yang membuat ketiga perempuan yang berada disitu melongo
"Sayang" Batin Veranda
"Enak aja saya kan udah jalan di tepi ngapain situ yang jalannya grasak-grasuk kalo mau lari-lari jangan disini ya Mbak" Ucap Alya ketus
"Aduh ribet banget sih tinggal minta maaf juga rempongnya minta ampun" Dumel Fiona
"Gue, minta maaf sama ni bocah GAK AKAN" Tekan perempuan itu
"Sulit ya untuk minta maaf sedangkan di penjelasan Alya sudah nampak kalo anda yang bersalah, masih aja gak ngaku dan minta maaf. Ternyata bener ya usia gak menjamin kedewasaan seseorang anda ngatain Alya bocah apa anda gak sadar anda sendiri pun sama usia anda boleh tua, tapi pola pikir anda sangat bocah MEMALUKAN" Ucap Veranda pedas dan mata yang tajam yang membuat nyali perempuan itu menciut karna omongan Veranda sangat menjleb di hati perempuan itu
"Sudah-sudah Lidya sekarang kamu minta maaf jangan membuat masalah ini semakin panjang" Tungkas laki-laki tersebut
"Gak mau sayang" Rengek perempuan yang bernama Lidya tersebut
"Cepat minta maaf, dan 1 lagi jangan panggil saya sayang saya bukan siapa-siapa kamu" Ucap laki-laki tersebut dengan nada penekanan
Veranda yang jengah melihat pemandangan di depannya itu pun mengkode lewat tatapannya bersama sang sahabat
"Ekhem"Deheman Fiona membuat mereka yang berdebat itu terdiam sebentar
"Kami pamit dulu ya Mbak, Pak waktu kami terlalu berharga untuk menyaksikan pertunjukan yang sangat tidak penting seperti kalian tontonkan tadi" Ucap Veranda pedas lalu menggandeng sahabatnya untuk melangkah pergi, tapi sebelum melangkah lagi Veranda menyempatkan untk menyindir kedua orang tersebut.
"Oh ya buat Bapak Dikta yang terhormat anda kan seorang guru harusnya bisa mengajarkan sopan santun yang baik kepada PACAR anda, jangan hanya bisa memarahkan siswa dengan alasan tidak sopan,tapi pacar sendiri jauh dari kata wanita 'berattitude' "Ucap Veranda dengan nada di tekan 'PACAR' lalu ia bersama sahabatnya langsung melenggang pergi.
Ucapan Veranda tadi masih terngiang di telinga laki-laki yang bernama Dikta tersebut omongan sang gadis sangat amat mengena ke hatinya,tapi ada 1 hal yang salah bahwa Lidya bukan pacarnya.
__ADS_1
"Jangan berulah lagi Lidya, kamu mempermalukan saya, dan ingat kamu bukan pacar saya" Ucap Pak Dikta dengan penekanan lalu meninggalkan Lidya sendiri
"Ini semua gara-gara bocah-bocah sialan itu" Batin Lidya sambil mengepalkan kedua tangannya.