Pak Guru Is My Husband

Pak Guru Is My Husband
Cemburunya Pak Guru


__ADS_3

Selama di perjalanan hanya diisi suara radio yang menemani kedua insan tersebut sama sama masih bungkam.


"Tadi siapa" Ucap Pak Dikta memecah keheningan


"Ha?" Bingung Veranda


"Cowok yang tadi sama kamu siapa"Ucap Pak Dikta dengan diperjelas membuat Veranda mengingat ngingat siapa yang dimaksud suaminya itu


"Ooh itu Kevin anak baru dikelas saya" Ucap Veranda


"Yakin bukan pacar kamu" Tebak Pak Dikta


"Bukan pacar lebih tepatnya mantan"Ucap Veranda enteng


Ucapan Veranda tadi membuat Pak Dikta mendatarkan kembali ekspresinya, Veranda yang melihat ekspresi Pak Dikta seperti itu hanya mengedikkan bahunya ia ngerasa tidak ada salah dengan suaminya itu.


"Bapak kenapa? "Tanya Veranda


"Gak"Ucapan singkat Pak Dikta membuat Veranda terdiam ada apa dengan Pak Dikta? Kenapa muka temboknya kembali lagi


"Pak saya laper"Rengek Veranda membuat Pak Dikta melembutkan ekspresinya


"Mau makan apa? "Tanya Pak Dikta


"Emm seblak aja deh Pak enak kayaknya mendung mendung makan yang kuah kuah"Ucap Veranda sambil membayangkan makanan yang bernama 'seblak' itu


"Seblak? Makanan apa itu"Ucap Pak Dikta sambil mengangkat alisnya pertanda bingung


"Bapak gak tau?" Ucap Veranda yang dibalas gelengan oleh Pak Dikta


"Itu tu makanan para cewek cewek Pak enak banget pokoknya Bapak harus coba titik gak pake koma"Ucap Veranda tegas yang mau tak mau Pak Dikta hanya bisa menganggukkan kepalanya


15 menit kemudian mereka sampai dilapak penjual seblak mereka segera berjalan beriringan lalu duduk ditempat yang disediakan.


"Bang pesen seblak komplit level 5 ya sama teh es manis"Ucap Veranda


"Bapak mesen apa? "Tanya Veranda


"Samain aja" Ucap Pak Dikta ia tak tau memesan apa karna tak tau makanan bernama seblak itu.


"Okey, jadi pesen seblak komplitnya 2, satunya level 5,satunya level 2, teh es manisnya 2"Ucap Veranda sambil mengedipkan sebelah matanya ke abang abang penjual seblak itu, Pak Dikta yang melihat Veranda menggoda penjual seblak itu mengeraskan rahangnya berusaha sebisa mungkin menahan emosinya.


"I-iya Mbak" Ucap Abang abang penjual seblak itu dengan nada malu malu kucing


Tak lamak pesanan mereka berdua sampai, Pak Dikta yang melihat pesanan Veranda bergidik ngeri.

__ADS_1



"Ini yang namanya seblak? "Tanya Pak Dikta


"Iya Pak coba aja enak banget rasanya"Ucap Veranda sambil tersenyum girang


Perlahan namun pasti Pak Dikta menyuapkan makanan bernama 'seblak' itu


"Kok kenyel kenyel ya" Batin Pak Dikta


"Gimana Pak enak kan? " Tanya Veranda sambil menggerak gerakkan alisnya


"Enak sih tapi kok kenyel ya"Ucap Pak Dikta dengan nada polos membuat Veranda terbahak bahak


"Hahaha aduhh sakit perut gue, itu tuh kerupuk Pak"Ucap Veranda masih dengan nada terbahak


"Ha Kerupuk? Kok kenyel kenyel gini" Ucap Pak Dikta bingung


"Iyaa itu tu kerupuk direbus mangkanya kenyel"Ucap Veranda


"Saya baru tau, enak sih rasanya pedes sama gurih"Ucap Pak Dikta sambil tersenyum


"Enakkan coba Bapak cobain punya saya"Suruh Veranda sambil mendorong mangkok seblaknya ke arah Pak Dikta, dengan rasa penasaran ia pun mencoba seblak Veranda dann


Boom


"Haa pedess panass huahhh"Teriak Pak Dikta sambil merampas teh es diatas meja


Glek


Glek


Glek


"Huft"Hembusan nafas lega Pak Dikta setelah menghilangkan rasa pedas walaupun masih ada sisa sisanya Veranda dan abang abang penjual seblak melongo melihat kelakuan Pak Dikta


Pak Dikta yang baru sadar dari tadi ia menjadi pusat perhatian segera menormalkan kembali ekspresinya.


"Ekhem" Deheman Pak Dikta berusaha sebisa mungkin menyembunyikan rasa malunya


"Veranda ayo pulang"Ucap Pak Dikta sambil berjalan tergesa gesa Veranda langsung terkesiap melihat kelibat Pak Dikta yang sudah masuk ke dalam mobil


"Emm bang saya duluan ya"Ucap Veranda sambil melangkah pergi setelah melihat Pak Dikta telah meletakkan uang untuk membayar


Abang abang penjual seblak yang melihat sepasang pasutri itu telah pergi segera tersadar.

__ADS_1


Huft


Veranda yang melihat situasi kondisi di mobil mendadak canggung berusaha sebisa mungkin untuk menghilangkan keheningan.


"Ekhem Pak"Ucap Veranda Pak Dikta langsung menoleh ke arah Veranda dan mengangkat sebelah alisnya pertanda 'kenapa'


"Bapak kenapa sih kok aneh dari tadi"Ucap Veranda to the point


"Saya malu"Singkat,padat, dan jelas ucapan Pak Dikta dengan ekspresi datarnya, Veranda yang mendengar itu melongo


"Malu? Astaga Bapak malu masalah tadi" Tebak Veranda dan dengan polosnya Pak Dikta menganggukkan kepalanya


"Yaampun Pak saya kira Bapak gak punya urat malu. Ups! "Ceplos Veranda yang langsung dihadiahi tatapan tajam Pak Dikta


"Hehe"Cengir Veranda


Setelah sampai rumah kedua insan itu langsung bergegas bersih bersih, Veranda yang sudah menggunakan piyama motif doraemon itu pun langsung melangkah ke ruang tv, ia langsung menyetel kartun upin ipin kesayangannya itu. Saking fokusnya menonton drama dua kembar nakal itu Veranda tak menyadari kehadiran Pak Dikta.


"Udah gede tapi masih nonton kartun" Ejek Pak Dikta membuat Veranda mendelik sebal


"Biarin lah" Ucap Veranda dengan nada sewot


Hening


"Pak" Panggil Veranda


"Hm"Dehemnya


"Bapak punya pacar gak? "Tanya nya tiba tiba


"Pacar gak ada istri punya" Ucapnya to the point tapi mampu membuat Veranda salting


"Iih bukan itu" Ucap Veranda


"Lagian kamu nanya nya aneh aneh aja, saya gak mungkin pacar pacaran sedangkan status saya sudah memiliki istri"Celetuk Pak Dikta


Blussh


"Kenapa muka kamu merah merah begitu? "Tanya Pak Dikta pura pura tidak tau


"Ish gak ada ya"Ucap Veranda sebal


"Hahaha, asal kamu tau ya kamu perempuan pertama yang buat saya tau arti cinta karna sebelumnya saya orang yang gak percaya cinta cintaan" Ucap Pak Dikta jujur membuat Veranda membelakan matanya tak percaya


"B-bapak serius"Ucap Veranda dengan nada tak percaya

__ADS_1


"Sangat serius"Jawabnya


__ADS_2