
Veranda telah sampai di tempat yang mereka telah janjikan awalnya ia sangat malas untuk gurunya itu tapi demi nilai ia harus membuang rasa malas nya itu.
10 menit sudah berlalu tapi batang hidung Pak Dikta belum ada kelihatan katanya harus tepat waktu sedangkan Veranda mood nya kembali hancur akibat Pak dikta.
"TAP TAP TAP"
Suara derap kaki orang mendekat tak membuat Veranda menoleh ia terlalu malas berdebat.
"Maaf saya telat" Ucap Pak Dikta dan Veranda sama sekali tak menjawab
Pak Dikta langsung duduk dibangkunya lalu memanggil pelayan untuk memesan menu,setelah memesan menu Pak Dikta berniat mencairkan suasana.
"Kamu sudah la.."Ucapan Pak Dikta langsung terhenti karena Veranda menyerobotnya
"Gak usah basa-basi Pak langsung aja mulai lesnya" Ucap Veranda datar yang lagi-lagi membuat Pak Dikta harus menelan kekecewaan
"Kamu belum bisa maafin saya" Ucap Pak Dikta
"Emang Bapak salah apa sampai saya harus maafin" Ucap Veranda yang membuat Pak Dikta terdiam
"Tuh kan Bapak sendiri gak tau salah Bapak apa jadi buat apa Bapak minta maaf"Ucap Veranda lagi
"Maaf sudah menaruh perasaan ini buat kamu saya tau perasaan ini seharusnya tidak ada, tapi saya juga manusia biasa yang gak bisa mengkontrol jatuh hati ke siapa" Ucap Pak Dikta lirih sambil menunduk
Veranda yang mendengar ucapan Pak Dikta seketika terdiam ia sadar omongan Pak Dikta itu benar tapi ia masih tak percaya kalo gurunya ini menaruh rasa padanya.
"Saya tau kamu gak akan mau sama guru kayak saya, tapi izinkan saya untuk dekat dengan kamu walaupun hanya sebatas guru, jangan kamu jauhi saya dan berpura-pura tidak ada apa-apa itu sangat menyakitkan saya" Ucapan Pak Dikta membuat Veranda kaget ia tak sadar pelakuannya membuat Pak Dikta jadi sakit.
"Ma-maaf Pak" Lirih Veranda yang dibalas senyuman manis oleh Pak Dikta
__ADS_1
"Tidak apa-apa wajar kamu seperti itu,kamu juga tidak salah,yang salah disini saya, saya mohon jangan jauhi saya Veranda" Ucap Pak Dikta sambil mengelus tangan Veranda seketika kulit Veranda meremang karna bersentuhan dengan laki-laki selain Papa dan Abangnya.
"Iya" Ucapnya singkat tapi mampu membuat Pak Dikta senang bukan kepayang
"Terimakasih banyak Veranda" Ucap Pak Dikta yang dibalas hanya anggulan oleh Veranda
Mereka pun melanjutkan lesnya tapi kali ini dengan kondisi sering senyum dan tertawa padahal sebelumnya hanya diisi keheningan.
...✨✨✨...
Setelah pulang tadi Veranda langsung bersih-bersih lalu rebahan ia masih senyum-senyum sendiri akibat perlakuan Pak Dikta. Tanpa Veranda sadari ada seseorang yang masuk ke kamarnya.
"Anjir gila lo ya senyum-senyum sendiri" Ucap Bang Keinan
Veranda yang sadar bahwa ada seseorang selain dirinya langsung bangkit dari posisi rebahannya.
"Eh kalo masuk ketuk dulu setan"Ucap Veranda kesal
"Lo tadi dari mana? " Tanya Bang Keinan
"Dari les" Jawab Veranda singkat
"Tumben lo les ada hidayah apa lo sampai mau les" Heran Bang Keinan
"Buat memperbaikin nilai gue kali, yakali gue minat sendiri buat les gakk banget" Ucap Veranda yang membuat Bang Keinan terbahak
"Eh main ps yuk"Ajak Bang Keinan
"Ogah lagi mager gue" Ucap Veranda
__ADS_1
"Ayoklahh gue gabut ni" Ucap Bang Keinan
"Gabut lo jelek banget sih gangguin gue gini" Ucap Veranda
"Bodo amat pokoknya lo harus main ps" Ucap Bang Keinan langsung menarik tangan Veranda dari tempat tidurnya membuat Veranda memberontak keras.
"Huahh gak mau lo maksa amat sih"Ucap Veranda yang sama sekali tidak dipedulikan Bang Keinan
"Huahh Mama ****** narik-narik Vera Ma hiks"Ucap Veranda dengan drama sedihnya tak butuh lama sang ibu negara datang dengan spatula di tangannya
"Yaampun kalian ini kalian itu bukan anak kecil lagi main tarik-tarikan" Omel Mama Lili
"****** tu maksa-maksa Vera buat ps Vera kan capek abis les mau tidur" Ucap Veranda yang dibalas plototan oleh Bang Keinan
"Keinan kamu masih aja suke jailin adek kamu sadar dong kamu udah tua"Ucap Mama Lili
"Iih Mama tega banget sama anaknya yang ganteng ini" Rengek Bang Keinan yang dibalas delikan oleh Veranda
"Sekarang kamu balik ke kamar kamu Keinan" Ucap Mama Lili
"Nanti aja Ma aku mau ajak Vera main bentaran doang"
"SEKARANG" Ucap Mama Lili dengan penekanan membuat Bang Keinan langsung ngacir karna tau bentar lagi ada yang meledak tapi bukan balon
Veranda yang melihat kelakuan abangnya langsung tertawa terbahak-bahak.
"Kamu juga ngapain ketawak-ketawak, kata kamu capek sekarang tidur Veranda"Ucapan sang Mam membuat Veranda langsung kicep tanpa membantah ia langsung naik ke tempat tidur dan membungkus tubuhnya dengan selimut.
Mama Lili yang melihat kelakuan anak-anaknya hanya mengelus dada untuk menahan emosinya.
__ADS_1
"Huft sabar jangan marah nanti ada keripu my baby honey Papa jadi gak ngelirik, harus segera maskeran ni" Ucap Mama Lili langsung bersiap untuk maskeran dan luluran.