Pak Guru Is My Husband

Pak Guru Is My Husband
Ungkapan Perasaan


__ADS_3

Setelah dari ruangan Pak Dikta Veranda melangkah menuju kantin.


"Maksud Pak tembok itu apa coba ngejelasin ke gua, dia kira gue peduli apa" Ucap Veranda ngomel


Setelah sampai Veranda langsung saja duduk di meja bersama sahabatnya.


"Kenapa lo dateng-dateng muka di tekuk aja" Ucap Fiona


"Elah Fi macam gak tau aja Veranda kan abis ketemu guru favoritnya" Ledek Alya yang membuat Fiona terbahak


"Berisik lo pada" Ucap Veranda lalu memakan makanannya dengan tergesa-gesa


"Hai Ver" Ucap seseorang membuat atensi ketiganya teralih ke suara itu


"Eh Niko ada apa ya? " Tanya Veranda


"Gak papa gue mau gabung disini boleh gak" Ucap Niko


"Boleh kok gabung aja" Ucap Veranda yang membuat Niko tersenyum manis


Veranda pun melanjutin makanannya yang tertunda tadi tapi ia merasa ada yang memperhatikannya dari tadi. Ia pun menoleh dan menemukan Niko yang sedang memandangnya tanpa berkedip.


"Eh Nik lo kenapa mandang gue kayak gitu" Ucap Veranda yang membuat Niko gelagapan

__ADS_1


"Eh gak apa-apa kok" Seraya tersenyum tipis


"Ver habis makan ini lo bisa gak ikut gue bentar ke rooftop" Ucap Niko


"Ngapain" Heran Veranda


"Gak ngapa-ngapain kok gue cuma ada urusan bentar sama lo" Ucap Niko, Veranda yang gak ingin tau lagi hanya mengangguk.


...✨✨✨...


"Ngapain dah lo bawa gue ke rooftop,bentar lagi masuk kelas" Ucap Veranda, ia heran daritadi Niko hanya diam dan memandang lurus ke depan.


"Ver"Ucap Niko tiba-tiba dan memandang Veranda secara dalam


"I-iya kenapa Nik? Tanya Veranda kikuk


"Gue gak tau kenapa harus ada rasa ini diantara kita, yang terpenting setiap gue ngeliat lo gue pengen elo untuk jadi milik gue,so lo mau kan jadi pacar gue" Ucapan Niko lagi-lagi membuat Veranda tersentak


"Niko lo serius"Ucap Veranda ia sangat ragu


"Lo bisa liat mata gue apa ada kebohongan" Ucapan Niko yang dibalas gelengan oleh Veranda


"Gu-e gak bisa Nik" Ucap Veranda sambil menunduk"

__ADS_1


"Kenapa Ver gue kurang apa buat lo" Ucap Niko


"Lo gak kurang apa-apa Nik, tapi gue gak ada perasaan sama lo, sorry Nik dari awal gue cuma anggep lo temen gak lebih" Ucap Veranda sambil menunduk ia ragu dengan tiba tiba Niko menyatakan perasaan. Niko yang mendengar ucapan Veranda itupun kecewa ia pikir Veranda juga menyukainya


"Ma-af Niko" Ucap Veranda terisak


"Hei gak papa kok gue gak papa, gue paham perasaan gak bisa dipaksakan, tapi gue boleh tetep jadi temen lo kan" Ucap Niko yang diangguki Veranda


"Boleh lah lo akan jadi tetep temen gue" Ucap Veranda


"Temen" Batin Niko sambil tersenyum miris


"Ver gue boleh minta 1 permintaan gak? " Ucap Niko


"Minta apa" Ucap Veranda dengan suara seraknya


"Gue pengen banget peluk lo boleh gak" Ucap Niko yang membuat Veranda berfikir sejenak lalu mengiyakannya


"Boleh" Ucap Veranda membuat Niko tersenyum manis


Niko pun memeluk Veranda ia memeluk Veranda secara erat.


"Gak papa gue gak bisa miliki elo yang penting gue selalu ada di samping lo Ver" Batin Niko

__ADS_1


Tanpa mereka sadari saat mereka berpelukan ada yang memperhatikan mereka, ya orang itu adalah Pak Dikta. Pak Dikta memperhatikan Veranda yang sedang berpelukan dengan Niko dengan sekuat tenaga ia menahan emosi sehingga urat-urat di wajahnya terlihat jelas.


"Brengsek" Batin Pak Dikta lalu ia pergi dengan segudang rasa sakit


__ADS_2