
Pak Dikta yang melihat Veranda yang makan dengan lahapnya membuat ia menelan salivanya akibat ngiler melihat nasi padang itu.
"Ayo makan dong Pak, ngapain diliat dong kagak bakal kenyang buru Pak dimakan"Ucap Veranda yang membuat Pak Dikta langsung saja mengarahkan tangan yang sudah dicucinya ke nasi padangnya lalu mencampurkan semua lauk pauk dan menyuapkannya perlahan namun pasti Pak Dikta mengunyah nasi dimulutnya
Dann
Rasanya membuat tercandu candu
"Gimana Pak? " Tanya Veranda sambil menaik naikkan alisnya
"Enak"Ucapnya sambil tetap fokus ke makanannya tanpa mengalihkan ke arah Veranda
"Yakin enak aja"Goda Veranda
"Enak banget Veranda pokoknya kita harus bungkus lagi"Ucap Pak Dikta sambil menyuapkan nasi padangnya membuat Veranda terbahak bahak mendengarnya
Setelah selesai makan dan ngebungkus lagi nasi padang atas permintaan Pak Dikta mereka berdua bersiap untuk ke mobil untuk ke supermarket buat membeli kebutuhan apartemen mereka.
Pak Dikta keluar terlebih dahulu dan ia berjalan ke arah pintu Veranda lalu mengarahkan tangannya membuat Veranda mengerinyitkan alisnya tanda bertanya maksud Pak Dikta?
"Pegang tangan saya, saya gak mau kamu jalan dibelakang saya lagi"Ucap Pak Dikta membuat pipih Veranda bersemu merah
"Tahan Vera gak boleh baper tarik nafas, buang nafas oke aman"Batin Veranda
Mereka berdua berjalan saling menggenggam satu sama lain membuat semua pengunjung supermarket iri melihat keuwuan pasangan ini,banyak juga yang memuji kecantikan dan ketampanan mereka berdua.
"Kamu mau beli apa? " Tanya Pak Dikta setelag mengambil troli untuk belanjaan mereka
"Beli bahan makanan dulu aja ya Pak"Ucap Veranda yang diangguki Pak Dikta
"Bapak suka sayur apa? "Tanya Veranda
"Saya suka semua sayur apalagi yang masak itu kamu"Ucapan Pak Dikta membuta pipi Veranda bersemu merah
Veranda yang tak mau semakin baper langsung memasukkn semua bahan bahan tanpa melihatnya
"Jangan lupa bumbunya juga"Ucap Pak Dikta
"I-iya"Ucap Veranda kikuk
Veranda melangkah menuju rak rak peralatan mandi diikuti Pak Dikta dibelakangnya.
"Vera"Panggil seseorang membuat Veranda menoleh ke arah suara itu
"K-kevin"Ucap Veranda terbata bata sedangkan laki laki yang bernama Kevin tadi hanya tersenyum manis
"Apa kabar Vera"Ucap Kevin sambil tersenyum manis
__ADS_1
"Baik"Ucap Veranda singkat membuat senyum yang tercetak diwajah Kevin seketika luntur
"M-maf Vera"Ucap Kevin lirih sedangkan seseorang yang berada dibelakang mereka sudah ingin membogem wajah laki laki itu
"Sayang kamu udah selesai" Ucap Pak Dikta dengan menekankan kata 'sayang' membuat Veranda terpaku mendengarnya
"Emm belum"Ucap Veranda kikuk melihat tatapan Pak Dikta seperti itu ia merasa seperti seseorang yang kepergok oleh suaminya sendiri
"Dia siapa Vera? " Tanya Kevin ia mengerinyitkan alisnya melihat laki laki asing di dekat Veranda apalagi laki laki itu menggunakan kata "sayang"
"Emm dia itu su-" Ucapan Veranda terhenti ketika Pak Dikta tiba tiba menyerobotnya
"Suami Veranda"Ucap Pak Dikta membuat Kevin syok mendengarnya
Deg
"S-suami? "Ucap Kevin dengan terbata bata
"Iya dia suami gue" Ucap Veranda membuat Kevin menoleh ke arahnya
"Lo udah lupain gue Ver? Secepet itu padahal gue mati matian untuk berusaha perjuangin elo, tapi apa balesan lo, lo perempuan gak punya hati, oh atau jangan jangan lo dijadiin simpanan sama om om ini kasian ya lo segitunya buat dapet duit"Ucap Kevin dengan nada meremehkan membuat Pak Dikta langsung maju bersiap membogem muka songongnya itu tapi ditahan oleh Veranda.
"Apa lo bilang tadi gue lupain lo? Hahaha gak salah lo ngomong nih, atau lo lagi pura pura amesia gue ingetin lo Kevin yang bikin gue lupa sama lo yaitu lo sendiri lo yang selingkuhin sama perempuan yang kata lo lebih menarik itukan? Sampai lo ngebandingin gue sama perempuan itu sebegitu menjijikan kelakuan lo Kevin dengan pdnya lo ngomong sekarang seolah olah lo adalah korban. Cih munafik"Ucap Veranda dengan nada tajam membuat Kevin terdiam mendengarnya ia tak menyangka Veranda yang sekarang Veranda yang sudah berani kepadanya, sedangkan Pak Dikta ia tersenyum puas mendengar ucapan berani sang istri
"Lebih baik lo pergi deh Kevin gak baik kesehatan mata gue ngeliat lo lama lama bisa rabies"Celetuk Veranda membuat Pak Dikta menahan tawanya ada ada saja istri mungilny ini rabies mata? Hahaa
"Sialan liat aja gue bakal bales semuanya"Batin Kevin
...✨✨✨...
Setelah sampai apartemen Pak Dikta meletakkan barang belanjaannya di dapur sedangkan Veranda bersiap menyusun bahan bahan tersebut
"Biar saya aja Pak yang ngerjain Bapak mandi aja dulu"Ucap Veranda yang diangguki Pak Dikta
Veranda dengan lihai menyusun semunya pada tempatnya, karna pukul sudah menunjukkan hampir maghrib Veranda bersiap untuk memasak makan malam.
"Em masak apa ya enaknya" Ucap Veranda bingung
"Ayam lengkuas, tempe goreng, cah kangkung aja deh" Ucap Veranda lalu dengan lihai ia mengeluarkan satu persatu bahan bahan lalu mencucinya
30 menit kemudian masakan Veranda telah siap Pak Dikta yang mencium aroma masakan pun tak sabar untuk turun.
Ayam Goreng Lengkuas
Tempe Goreng
__ADS_1
Cah Kangkung
Sambal
Pak Dikta yang baru saja keluar dari kamarnya melihat sang istri sedang menyusun makanan di meja
"Kamu masak apa? "Tanya Pak Dikta penasaran
"Ooh ini gak banyak sih Pak cuma ayam lengkuas, tempe goreng, cah kangkung sama sambel doang"Ucap Veranda membuat Pak Dikta menelan air liurnya saking ngilernya
"Wah enak banget boleh saya cobain? "Tanya Pak Dikta penuh harap
"Ya bolehlah Pak lagian saya masak buat Bapaklah buat siapa lagi"Kesal Veranda membuat Pak Dikta tersenyum mendengarnya
"Jangan senyum mulu Pak, Bapak mau diambalin apa? "Tanya Veranda
"Semuanya tapi sambelnya dikit aja ya"Ucap Pak Dikta membuat Veranda mengangguk
Tanpa basa basi setelah berdoa Pak Dikta langsung saja makan dengan lahap, bulir bulir keringat perlahan menetes membasahi wajah Pak Dikta dengan tangan kanan masih fokus menyendok makanan sedangkan tangan kiri mengambil tisu lalu mengelapkannya ke area area yang berkeringat.
"Pedes ya Pak? "Tanya Veranda polos
"Pedes, tapi enak buat ketagihan terus"Ucap Pak Dikta dengan tetap fokus pada makanannya, Veranda yang mendengar itu tersenyum lega yang sebenarnya makanan itu ia rencanakan akan dimakan setelah maghrib tapi sudah keburu ludes tak apalah ia cukup bahagia Pak Dikta menyukai makanannya.
"Huft Ahhh pedess banget" Ucap Pak Dikta sambil meminum air putihnya
"Masakan kamu enak banget, pokokny kamu harus tiap hari masakin saya"Ucap Pak Dikta membuat Veranda mau tak mau menganggukan kepalanya
"Sudah mau adzan ayo kita siap siap berjamaah"Ucap Pak Dikta sambil berdiri
"Bapak duluan aja saya mau bersihin piring piring kotor dulu"Ucap Veranda
"Biar saya bantu"Ucap Pak Dikta membuat Verand menggeleng
"Gak usah Pak lagian ini dikit banget"Ucap Veranda membuat Pak Dikta mengangguk.
Ceklek
Setelah membersihkan dapur Veranda membukakan kamarnya dan terpampanglah Pak Dikta yang sudah siap menggunakan sarung, baju koko dan pecinya
"Kamu bersih bersih sama wudhu dulu biar saya tunggu disini" Ucap Pak Dikta yang diangguki Veranda
__ADS_1
"Ini Pake"Ucap Pak Dikta yang menyodorkan mukenah.